Di sebuah pertanian di musim panas, telur-telur itik menetas satu per satu, kecuali satu yang lebih besar dan lama. Anak itik yang keluar dari telur terakhir itu berbulu abu-abu kusam dan berbadan besar, sehingga semua penghuni halaman mengejeknya. Dipatuk oleh ayam, dihina oleh itik, dan akhirnya diusir, ia pergi menyusuri rawa dan hutan, menghadapi musim dingin yang keras seorang diri. Ia tidak mengerti mengapa dirinya begitu berbeda dari semua yang ia temui. Dongeng Hans Christian Andersen ini mengikuti kesendirian dan ketabahan seekor makhluk kecil yang belum mengetahui jati dirinya, dan mengingatkan bahwa penilaian orang lain terhadap kita tidak selalu mencerminkan siapa kita sebenarnya.
IDDongeng Klasik DuniaDenmark
✦
Nilai yang Kita Bawa Pulang
Pesan Moral
Jangan menilai diri sendiri atau orang lain hanya dari penampilan luar.
ELIBRARY PLUS
Lebih Nyaman Membaca. Lebih Lengkap Belajar.
Satu membership untuk pengalaman ELibrary yang lebih nyaman, bersih, dan terus berkembang.
✦
AVAILABLE NOW
COMING SOON
ELibrary Stories + elibrary.id PLUS
Pilih satu paket Premium Access. Tidak berlangganan otomatis. Pembayaran diproses aman melalui Midtrans.
PREMIUM CHECKOUT
Ringkasan Paket Anda
Periksa kembali paket sebelum melanjutkan ke tahap pembayaran.
✓
Paket—
Harga—
Masa Akses—
Pembelian satu kali. Tidak berlangganan otomatis. Pembayaran diproses melalui Midtrans dan verifikasi dilakukan secara server-side.
◷Siap melanjutkan ke pembayaran aman melalui Midtrans.
ELIBRARY STORIES PREMIUM
Lanjutkan Membaca Cerita Lengkap
Cerita lengkap dan modul pembelajaran Premium tersedia melalui Premium Access.
Premium Access dapat dibeli dengan aman melalui checkout Midtrans.