Pesan moral: Jika kita sudah berjanji pada suatu hal, maka sebaiknya kita harus memegang teguh janji tersebut jangan sampai melanggar atau mengingkarinya.
Di balik indahnya alam Danau Tondano tersimpan legenda yang cukup melekat di kalangan masyarakat.
Konon, danau ini terbentuk karena kemurkaan alam akibat pernikahan anak dari Tonaas bagian Utara dan Selatan.
Tonaas merupakan pemimpin kekuasaan yang kala itu mendiami dua kubu di sebuah gunung tinggi.
Diceritakan, kedua pemimpin ini pun memiliki anak.
Di mana Tonaas Utara dikarunia anak perempuan bernama Marimbaouw.
Sedangkan Tonaas Selatan memiliki anak laki-laki bernama Maharimbouw.
Semasa kecil keduanya tidak pernah bertemu karena perbedaan wilayah tersebut.
Namun, awal mula permasalahan ini terjadi karena Marimbouw yang menjadi satu-satunya anak dari Tonaas Utara adalah perempuan, di mana menjadi penghalang penerus kekuasaan dan tahta.
Lalu, sang ayah pun memintanya untuk berperilaku dan berpakaian layaknya pria serta melakukan sumpah untuk tidak menikah agar tahta turun kepadanya.
Janji itu pun disaksikan oleh masyarakat sekitar dan ia juga belajar ilmu bela diri untuk mendalami karakter pria.
Suatu ketika, Marimbouw berburu dan tersesat di hutan.
Namun, keberadaannya dicurigai oleh Maharimbouw dan langsung menangkapnya.
Dalam penangkapannya, kedok Marimbouw seketika terbuka dan rambut panjangnya pun terurai.
Hal ini lah yang membuat Maharimbouw jatuh hati padanya.
Sejak saat itu, keduanya pun melakukan hubungan diam-diam.
Dan, Maharimbouw memutuskan untuk meminang Marimbouw.
Namun sempat ditolak karena perjanjian yang telah dilakukan oleh Marimbouw pada ayahnya.
Tetapi, ia tidak bisa mengelak dan akhirnya keduanya pun menikah.
Tak lama dari situ, karena perjanjian dilanggar.
Alam pun murka dan seketika terjadi gempa bumi dan letusan dari gunung yang membentuk Danau Tondano. ***

Sumber dan Kontributor