Di sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijjah, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti berzikir, istighfar, berdo’a, bersedekah, serta yang paling ditekankan adalah melakukan puasa.
Mengapa?
Karena keutamaan bulan Zulhijjah di sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah sama seperti kita berpuasa selama setahun penuh serta seperti kita mengerjakan sholat setiap malam yang sebanding dengan sholat pada malam Lailatul Qodar.
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya:
”Tiada sebarang hari pun yang lebih disukai Allah di mana seorang hamba beribadah di dalam hari-hari itu daripada ibadah yang dilakukannya di dalam 10 hari Zulhijjah. Puasa sehari di dalam hari itu menyamai puasa setahun dan qiamulail (menghidupkan malam) di dalam hari itu seumpama qiamulail setahun.”
Dalam Hadist yang diriwatkan oleh Hunaidah bin Khalid, dari isterinya, dari beberapa istri Nabi SAW:
“Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan puasa sembilan hari di awal bulan Zulhijjah, di Hari Asyura dan tiga hari di setiap bulan yaitu hari senin yang pertama dan dua hari kamis yang berikutnya.” (Hadis Riwayat Imam Ahmad dan an-Nasa’i)
Sumber dan Kontributor
- Penyunting: elibrary.id
- dalamislam.com