Rasulullah pernah mendoakan Sa’ad bin Abi Waqas, “Ya Allah, tepatkan lemparan panahnya dan kabulkan doanya.”
Berkat doa itu, setiap Sa’ad memanah pasti mengenai sasarannya dan setiap doanya pasti dikabulkan Allah Swt.
Saad adalah orang muslim pertama yang melepaskan anak panah untuk berjihad.
Dan ia juga menjadi orang pertama yang terkena panah juga.
Dalam Perang Uhud, ia menjadi satu-satunya orang yang diberi tebusan oleh Rasulullah dengan kedua ibu bapaknya.
Dulu saat ia baru memeluk Islam, ibunya sangat menentangnya.
Ibunya sampai mogok makan hingga kepayahan.
Namun, hal itu tidak menyurutkan Sa’ad untuk berpaling dari Islam.
Ia dengan penuh kelembutan berkata pada ibunya, “Engkau tahu, demi Allah, wahai Ibu. Seandainya engkau punya seratus nyawa lalu nyawa tersebut keluar satu persatu, aku tetap tidak akan meninggalkan agamaku ini karena sesuatu pun. Makanlah jika engkau suka, atau tidak makan.”
Setiap Rasul berkhutbah dan memberi nasihat, Sa’ad selalu menangis.
Air matanya nyaris memenuhi pangkuannya.
Ia tak pernah dendam atau dengki kepada siapapun.
Karena kemuliaannya itu, Sa’ad pun termasuk salah seorang calon penghuni surga.
Ia dijuluki “Singa yang ganas dengan cakarnya”.
Ia dengan gilang gemilang menaklukkan pasukan Persi di Irak.
Dalam Perang Qadisiyah itu, Sa’ad sedang sakit bisul parah, namun itu tidak menghalanginya untuk tetap berjihad. ***
Pesan Hikmah untuk Ananda
Patuhi perintah ibumu selama perintah itu tidak melanggar perintah Allah.

Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Kisah 33 Sahabat Utama Nabi
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Gambar: Aep Saepudin/ebookanak.com
- Penerbit: Cahaya Ilmu