Abu Darda adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang penuh hikmah.
Hidupnya hanya untuk Allah dan hanya Allah yang tahu segala hal tentang dirinya.
Ia seorang sufi yang cerdas dan sederhana.
Lebih mementingkan ibadah dan menjauhi kehidupan duniawi.
Dulu sebelum masuk Islam, ia seorang pedagang yang kaya raya.
Namun, karena tidak mau usaha dan kekayaannya mengganggu ibadahnya.
Maka setelah memeluk Islam, Abu Darda lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah dibanding berniaga.
Saat Perang Uhud, Rasulullah SAW menjuluki Abu Darda “Prajurit berkuda paling baik”.
Ia mengikuti semua peperangan semasa Rasulullah SAW.
Ia seorang perawi hadits dan penghapal Al-Quran.
Tak kurang 179 hadits yang telah ia riwayatkan.
Suatu hari ia sempat melihat kehidupan warga Syiria yang makmur dan sejahtera.
Abu Darda pun berkata dengan sedih, “Wahai warga Syiria. Kalian adalah saudara seagama, tetangga dan pembela dalam melawan musuh bersama. Tapi aku heran melihat kalian. Mengapa kalian tidak punya rasa malu? Kalian kumpulkan apa yang tidak kalian makan. Kalian bangun semua yang tidak kalian huni. Dan kalian harapkan apa yang tidak kalian dapatkan….”
Sejarah mencatat, Abu Darda dianggap sebagai peletak tasawuf.
Karena suka hidup menyendiri, sampai akhir hayatnya orang tidak tahu kapan ia wafat dan di mana dikebumikannya. ***
Pesan Hikmah untuk Ananda
Harta kekayaan jangan membuat kamu terlena untuk beribadah pada Allah.

Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Kisah 33 Sahabat Utama Nabi
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Gambar: Aep Saepudin/ebookanak.com
- Penerbit: Cahaya Ilmu