Kaum ‘Ad adalah kaum yang didakwahi oleh Nabi Hud a.s.
Mereka dikenal sebagai kaum yang makmur dan sejahtera karena hasil pertaniannya yang melimpah ruah dan memiliki peradaban tinggi.
Namun mereka juga dikenal karena mereka tidak mau menyembah Allah SWT.
Mereka justru malah menyembah patung berhala sehingga Allah SWT mengutus Nabi Hud a.s. untuk menyerukan kebenaran kepada kaum ‘Ad seperti yang difirmankan Allah dalam surat Hud ayat 50 yang berbunyi.
وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ
Wa ilā ‘ādin akhāhum hụdā, qāla yā qaumi’budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, in antum illā muftarụn
Artinya:
Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. (QS. Hud:50)
Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka malah semakin menjadi-jadi dan durhaka kepada Allah SWT.
Mereka terus-menerus mencela Nabi Hud a.s. dan ajarannya.
Kemudian Allah SWT menurunkan awan hitam yang sempat disangka sebagai pertanda datangnya hujan karena negeri mereka pada saat itu mengalami kekeringan panjang.
Namun sangkaan mereka ternyata keliru.
Awan hitam itu tiba-tiba berubah mengerikan menjadi angin topan dahsyat yang membinasakan semuanya.
Kejadian ini seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Al-Haqqah ayat 6-8 yang artinya:
Adapun kaum `Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (QS. Al-Haqqah:6-8)

Sumber dan Kontributor
- Penyunting: elibrary.id
- idntimes.com