“Kamu punya mata besar yang indah.”
Jangan mau terkecoh dengan perkataan itu.
Mata besar ternyata memiliki resiko lebih besar untuk terkena rabun dekat alias myopia.
Itu dikarenakan cahaya jatuh tepat sebelum mencapai retina.
Jika bola mata kita besar, fokus cahaya terjadi terlalu cepat hingga tidak mengenai retina.
Rabun dekat adalah gangguan penglihatan tidak bisa melihat jelas objek yang jaraknya dekat.
Kondisi ini dapat diatasi dengan penggunaan kacamata atau operasi lasik.
Kesulitan untuk melihat objek dari jarak dekat umum dialami lansia.
Namun, bukan berarti rabun dekat hanya bisa dialami oleh orang yang masuk dalam kelompok usia tersebut.
Rabun dekat pun dapat terjadi pada individu berusia muda bahkan anak-anak.
Seperti kondisi rabun lainnya, rabun dekat juga bisa diatasi dengan penggunaan kacamata dan operasi lasik.
Kondisi ini merupakan gangguan yang cenderung menurun di keluarga.
Apabila orangtua kita mengalami rabun dekat, maka risiko kita mengalami kondisi serupa, juga akan lebih besar. ***
Sumber dan Kontributor
- Penyunting: elibrary.id
- idntimes.com
- sehatq.com