
Sahabat Arkeo, tamatlah Kisah Pu Sindok kali ini.
Bagaimana, seru bukan kisah kepemimpinannya?
Masih banyak kisah seru lainnya tentang raja-raja yang pernah memerintah di Nusantara, seperti Sanjaya, Airlangga, Kertanagara, dan Hayam Wuruk.
Tidak hanya raja lho, ada ratu juga yang memerintah.
Ada Pramodawardhani yang sukses mendirikan Candi Borobudur bersama ayahnya.
Ada pula Tribhuwanatunggadewi, ratu Majapahit yang ikut berperang untuk menumpas pemberontak.
Cerita tentang raja dan ratu di Nusantara merupakan bagian dari sejarah bangsa ini.
Banyak hal yang dapat kita contoh dari para tokoh raja dan ratu di masa lalu.
Sifat- sifat kepemimpinan yang adil, toleran, pantang menyerah, serta saling menghormati antara satu dengan lainnya adalah panutan bagi kita sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan belajar sejarah, kita mengetahui jati diri kita sebagai sebuah bangsa dan menjadi bekal untuk menjawab tantangan masa kini dan masa mendatang.
Buku yang mengangkat kisah Pu Sindok yaitu raja yang mempunyai visioner ke depan.
Ia-lah raja yang memindahkan ibukota Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada tahun 929.
Selain itu Pu Sindok adalah raja yang sangat besar toleransinya dalam keberagaman, baik dalam bermasyarakat maupun dalam beragama.
Pada masa pemerintahannya banyak didirikan bangunan-bangunan suci dan petirthaan.
Di Kabupaten Nganjuk sendiri setidaknya ada tiga candi Hindu dari tiga masa yang berbeda yaitu Candi Lor, Candi Ngetos, dan Candi Banjarsari.
Sumber dan Kontributor
- Penyunting: elibrary.id
- rumahperadaban.kemdikbud.go.id