
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, buku Sisi Lain Kartini terbit tepat waktu sesuai jadwal yang direncanakan.
Tujuan diterbitkannya buku ini adalah untuk memberikan pandangan lain tentang pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini, yang hidup di akhir abad XIX hingga awal abad XX.
Kartini adalah tokoh yang memiliki idealisme tinggi yang berani melawan arus kehidupan, demi majunya pendidikan gadis bumiputera.
Kartini memberikan teladan kepada kaum muda untuk peka terhadap lingkungan dan berusaha mengentaskan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat.
Gagasan Kartini saat itu membuat orang Belanda kagum dan sadar akan pentingnya wilayah Hindia Belanda bagi Kerajaan Belanda.
Perhatian pihak pemerintah Belanda sebelumnya tidak menyentuh hal-hal penting bagi kehidupan masyarakat Hindia Belanda.
Berdasarkan pidato Ratu Belanda dalam menyambut pergantian abad telah dicanangkan politik balas budi yang diharapkan memberikan kesejahteraan hidup kaum bumiputera.
Surat-surat Kartini yang diterbitkan oleh J.H. Abendanon membuat pemerintah Belanda semakin sadar bahwa pendidikan merupakan faktor penting dalam menyejahterakan masyarakat bumiputera.
Gema kumpulan surat-surat Kartini dirasakan baik di Eropa, Asia, bahkan Amerika.
Hal ini terbukti dengan diterjemahkannya buku kumpulan surat Kartini oleh J.H. Abendanon yang berjudul Door Duis- ternis tot Licht diterjemahkan dalam berbagai bahasa.
Dampak dari terjemahan tersebut adalah dikenalnya gagasan Kartini dalam mengangkat derajat kaum perempuan bumiputera oleh dunia internasional.
Cita-cita Kartini dalam memajukan pendidikan gadis bumiputera dikhawatirkan redup setelah menikah dengan Bupati Rembang.
Kenyataannya sangat bertolak belakang, setelah menikah Kartini semakin banyak mencurahkan waktunya untuk pendidikan kaum perempuan bumiputera, khususnya perempuan dari Jawa dan Madura.
Sekolah yang sudah dirintis Kartini mengalami kendala setelah kematiannya.
Berkat upaya keluarga Abendanon dan Nyonya Van Deventer beberapa sekolah yang menggunakan nama Sekolah Kartini mulai dibangun.
Seiring dengan berjalannya waktu, sekolah Kartini berkembang dari satu kota ke kota lainnya.
Jumlah siswa yang ditampung dalam sekolah Kartini makin lama makin banyak, dengan program pendidikan yang lebih bervariasi, khususnya dalam menyiapkan keterampilan para siswa.
Buku Sisi Lain Kartini ditulis oleh beberapa penulis berpengalaman, sehingga sumber yang digunakan dalam penulisan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun metodologis.
Diharapkan dengan terbitnya buku ini dapat menambah khazanah buku yang membahas tentang Kartini, karena meskipun sudah lebih dari 110 tahun Kartini wafat, masih ada hal-hal lain yang belum diketahui oleh masyarakat.
Semoga buku Sisi Lain Kartini dapat membawa manfaat bagi masyarakat khususnya generasi muda pewaris bangsa.
Wassalamualikum Wr. Wb.
Jakarta, April 2016
Kepala Museum Kebangkitan Nasional
R. Tjahjopurnomo
Sumber dan Kontributor
- Penyunting: elibrary.id
- muskitnas.net





