Potong Jari, Tradisi Dukacita dari Suku Dani Papua

Tradisi yang terbilang ekstrem ini memang sudah banyak ditinggalkan oleh suku Dani di Lembah Baliem.

Tradisi ini disebut dengan Iki Palek.

Potong jari adalah tradisi untuk menunjukkan kesedihan karena ditinggal mati oleh anggota keluarga yang dicintainya.

Bagi suku Dani jari mempunyai arti yang lebih dalam, disimbolkan sebagai bentuk kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga.

Jari yang dipotong menandakan jumlah anggota keluarga yang meninggal.

Jika yang meninggal adalah orang tua maka dua ruas jari yang dipotong.

Apabila sanak saudara maka hanya satu ruas jari yang dipotong.

Sebelum dipotong, mereka yang jarinya akan dipotong membaca mantra.

Diketahui bahwa sebagian besar yang melakukan tradisi tersebut adalah wanita, tetapi pria juga melakukannya untuk menunjukkan rasa kesedihan.

Pria menunjukkannya dengan memotong kulit telinga.

Prosesi Iki Palek saat ini sudah jarang dilakukan oleh Suku Dani walaupun masih lestari. 

Namun hingga saat ini kita masih bisa menemukan banyak ibu-ibu Suku Dani dengan jari yang sudah tidak utuh lagi.

Sumber dan Kontributor

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Putar suaraPopup promosi ELibrary Stories Plus dengan pilihan paket Premium 24 jam, 30 hari, dan 365 hari untuk membuka akses ke lebih banyak cerita anak berkualitas.