Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (96)

Di depan berhala Ba’al, Bani Israel melakukan perbuatan yang amat menyesatkan.

Mereka menyembah patung Ba’al, mabuk-mabukan, dan berjudi.

Mereka menindas orang miskin yang tak berpunya.

Sehingga yang miskin semakin kelaparan dan yang kaya terlalu berlebihan.

“Ba’al mengutuk orang miskin dan tak mampu membayar hutang,” begitu teriak mereka.

Di kota Ba’labak itu Allah menurunkan Nabi Ilyas seorang nabi yang berhati lembut dan sabar.

“Tahukah kalian apa yang terjadi setelah kalian mati?” begitu Nabi Ilyas mendakwahi mereka.

“Kita akan hidup abadi, bahagia selama-lamanya atau menderita selama-lamanya!”

Lalu nabi Ilyas menjelaskan lebih lanjut, “Hidup yang abadi itu bukan milik Ba’al, tetapi milik Allah tuhan semesta alam.”

Mereka tertawa-tawa mendengar penjelasan Nabi Ilyas, “Engkau kuno Ilyas, Allah itu tuhan kami yang sudah lama.”

Sumber dan Kontributor

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Putar suaraPopup promosi ELibrary Stories Plus dengan pilihan paket Premium 24 jam, 30 hari, dan 365 hari untuk membuka akses ke lebih banyak cerita anak berkualitas.