Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (101)

Sepeninggal Nabi Ilyas, satu persatu penduduk Ba’labak kembali menyembah patung Ba’al.

Mereka hidup foya-foya, mabuk, dan berjudi di depan patung Ba’al.

Kesesatan ini dimulai oleh para penguasa Ba’labak yang menaruh dendam pada Nabi Ilyas.

Mereka hendak merebut kembali kekuasaan Ba’labak.

Tiba-tiba seorang laki-laki yang berkulit bersih dan tampan berdiri di tengah-tengah mereka.

“Ada aku! Aku pengganti Nabi Ilyas,” dengan tegas Nabi Ilyasa’ berteriak lantang.

Kaum Bani Israel yang berada di sana terdiam.

Sumber dan Kontributor

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Putar suaraPopup paket premium ELibrary Stories dengan akses cerita anak tanpa iklan, pilihan paket 24 jam, 30 hari, dan 365 hari.