Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
50 Tanya Jawab Tentang Dajjal: Fakta, Tanda Kemunculan, dan Kisahnya Berdasarkan Al-Qur’an & Hadis Sahih
Penampakan Fisik Dajjal

50 Tanya Jawab Tentang Dajjal: Fakta, Tanda Kemunculan, dan Kisahnya Berdasarkan Al-Qur'an & Hadis Sahih

Table of Contents

50 Tanya Jawab Lengkap Tentang Dajjal: Fakta, Profil, dan Kisah Lengkap Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis Sahih

Pengantar: Mengenal Fitnah Terbesar Akhir Zaman

Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat besar yang paling sering disebut oleh Rasulullah ﷺ dalam berbagai kesempatan. Bahkan, setiap Nabi sejak zaman Nuh AS telah memperingatkan umatnya tentang bahaya makhluk ini. Fitnah Dajjal disebut sebagai cobaan terbesar yang akan dihadapi umat manusia sepanjang sejarah. Artikel ini menyajikan 50 tanya jawab komprehensif tentang Dajjal, merujuk pada sumber-sumber yang valid dan kredibel dari Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih.


A. Definisi, Makna, dan Penyebutan Dajjal

1. Apa arti Dajjal secara bahasa?

Jawaban:
Kata Dajjal (دجال) berasal dari bahasa Arab “dajala” yang berarti menutupi sesuatu. Dinamakan Dajjal karena ia akan menutupi kebenaran dengan kebohongan . Ia disebut juga sebagai pembohong ulung yang menutupi kekafiran dengan tipuan yang memukau. Bentuk kata “dajjal” menggunakan pola “fa”al” (فَعَّال) yang menunjukkan makna mubalaghah atau berlebihan, artinya Dajjal adalah makhluk yang sangat banyak melakukan pendustaan dan penipuan .

2. Mengapa disebut Al-Masih Ad-Dajjal?

Jawaban:
Sebutan “Al-Masih” untuk Dajjal memiliki dua makna. Pertama, karena salah satu matanya terhapus (buta/cacat), sehingga ia disebut “al-masih” yang bermakna terhapus. Kedua, karena ia mampu menjelajahi (mengusap) seluruh permukaan bumi dengan cepat dalam waktu singkat. Adapun “Ad-Dajjal” bermakna penipu atau pembohong besar .

3. Apakah Dajjal disebutkan dalam Al-Qur’an?

Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Sebagian ulama menyatakan bahwa Dajjal tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an karena kehinaannya, namun ada juga yang menyatakan bahwa Dajjal termasuk dalam “sebagian ayat” yang disebut dalam Surah Al-An’am ayat 158:

{يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا…}

Artinya: “Pada hari datangnya sebagian ayat Tuhanmu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang sebelumnya belum beriman atau belum berbuat kebaikan dalam imannya.” (QS. Al-An‘am: 158)

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa yang dimaksud “sebagian ayat” adalah tiga perkara: terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dajjal, dan munculnya Dabbah .

4. Apa hikmah tidak disebutnya Dajjal secara jelas dalam Al-Qur’an?

Jawaban:
Para ulama menyebutkan beberapa hikmah:

  1. Karena kehinaannya – Dajjal terlalu hina untuk disebut dalam kitab Allah, berbeda dengan Fir’aun yang kisahnya disebut sebagai pelajaran 
  2. Cukup disebutkan Nabi Isa – Al-Qur’an menyebut al-Masih yang benar (Nabi Isa), tanpa perlu menyebut al-Masih pendusta (Dajjal) karena kebiasaan bahasa Arab yang menyebut salah satu dari dua hal yang berlawanan 
  3. Sebagai ujian – Penyebutannya ditiadakan sebagai bentuk ujian bagi manusia untuk membuktikan keimanan mereka kepada berita Nabi 

5. Apakah ada ayat Al-Qur’an yang menafsirkan Dajjal?

Jawaban:
Ya, sebagian ulama menafsirkan Surah Ghafir ayat 57 tentang Dajjal:

{لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ}

Artinya: “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia.” (QS. Ghafir: 57)

Abu Al-‘Aliyah berkata bahwa yang dimaksud “manusia” dalam ayat ini adalah Dajjal. Penafsiran ini muncul ketika orang-orang Yahudi mengagungkan Dajjal, maka Allah mengingatkan bahwa penciptaan langit dan bumi jauh lebih besar daripada penciptaan Dajjal .


B. Status dan Hakikat Dajjal

6. Apakah Dajjal makhluk nyata atau hanya simbol?

Jawaban:
Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, para ahli hadits, dan ahli fiqih meyakini bahwa Dajjal adalah makhluk nyata (sosok individu), bukan sekadar simbol. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa mazhab Ahlussunnah meyakini kebenaran eksistensi Dajjal, berbeda dengan golongan Khawarij dan Mu’tazilah yang mengingkarinya .

Pendapat ini diperkuat dengan deskripsi fisik yang sangat rinci dalam hadits-hadits shahih, serta kisah nyata sahabat Tamim Ad-Dari yang bertemu langsung dengan Dajjal yang terbelenggu di sebuah pulau .

7. Apakah Dajjal manusia atau jin?

Jawaban:
Dajjal adalah manusia keturunan Adam (Bani Adam), bukan jin atau makhluk lain. Ibnu Katsir dalam kitabnya “Huru-Hara Hari Kiamat” menegaskan bahwa Dajjal sengaja Allah ciptakan sebagai manusia biasa untuk menguji keimanan umat manusia di akhir zaman . Meskipun ia manusia, Allah memberinya kemampuan luar biasa dan umur panjang sebagai bentuk ujian .

8. Apakah Dajjal sudah ada saat ini?

Jawaban:
Berdasarkan hadis shahih riwayat Muslim tentang kisah Tamim Ad-Dari, Dajjal saat ini masih hidup dan terbelenggu di sebuah pulau. Ia akan terus berada di penjaranya hingga Allah mengizinkannya keluar pada waktu yang telah ditentukan . Ini menunjukkan bahwa Dajjal termasuk makhluk yang diberi umur panjang oleh Allah seperti Nabi Isa AS dan Ya’juj Ma’juj.

9. Di mana lokasi penjara Dajjal saat ini?

Jawaban:
Lokasi pasti penjara Dajjal tidak diketahui secara detail. Berdasarkan hadis Tamim Ad-Dari, Dajjal berada di sebuah pulau di tengah laut. Rasulullah ﷺ memberi isyarat ke arah timur dari Madinah. Beberapa ulama berpendapat lokasinya di Laut Arab atau Samudra Hindia, namun Allah merahasiakan lokasi pastinya .

10. Siapa yang pernah bertemu Dajjal?

Jawaban:
Sahabat Tamim Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat yang pernah bertemu langsung dengan Dajjal dalam sebuah perjalanan laut. Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan menjadi salah satu bukti paling valid tentang keberadaan fisik Dajjal .


C. Orang Tua dan Kelahiran Dajjal

11. Siapakah ayah Dajjal?

Jawaban:
Dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud dari Abu Bakrah, Rasulullah ﷺ menggambarkan ayah Dajjal sebagai:

“أبُوهُ رَجُلٌ طُوَالٌ مُضْطَرِِبُ اللَّحْمِ”

Artinya: “Bapaknya adalah seorang lelaki yang bertubuh tinggi dan kurus.” 

12. Siapakah ibu Dajjal?

Jawaban:
Rasulullah ﷺ juga menggambarkan ibu Dajjal dalam sabdanya:

“وَأُمُّهُ امْرَأَةٌ فِرْضَاخِيَّةٌ عَظِيمَةُ الثَّدْيَيْنِ”

Artinya: “Ibunya adalah wanita bertubuh besar, dengan payudara yang sangat besar.” (HR Tirmidzi & Abu Dawud) 

13. Bagaimana kisah kelahiran Dajjal?

Jawaban:
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Ahmad:

“يَمْكُثُ أَبَوَا الدَّجَّالِ ثَلَاثِينَ عَامَّا لَا يُولَدُ لَهُمَا وَلَدٌ ثُمَّ يُولَدُ لَهُمَا غُلَامٌ أَضَرُّ شَيْءٍ وَأَقَلُّهُ نَفْعًا تَنَامُ عَيْنَاهُ وَلَا يَنَامُ قَلْبُهُ”

Artinya: “Kedua orang tua Dajjal menunggu selama tiga puluh tahun tidak mempunyai anak. Dan setelah tiga puluh tahun, barulah mereka dikaruniai anak laki-laki yang matanya picak sebelah, banyak mencelakakan dan sangat sedikit manfaatnya. Kedua matanya terpejam, tetapi hatinya tidak tidur.” 

14. Apakah Dajjal lahir dalam keadaan terkhitan?

Jawaban:
Ya, dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan:

“ثُمَّ يُولَدُ لَهُمَا ابْنٌ مَسْرُورٌ مَحْتُونٌ أَقَلُّ شَيْءٍ نَفْعًا وَأَضَرُّهُ تَنامُ عَيْنَاهُ وَلَا يَنَامُ قَلْبُهُ”

Artinya: “Selanjutnya mereka melahirkan seorang anak dalam keadaan telah dikhitan. Seorang anak yang paling berbahaya dan paling sedikit manfaatnya. Matanya tidur, tetapi hatinya tidak.” 

15. Apa maksud “matanya tidur tapi hatinya tidak tidur”?

Jawaban:
Ungkapan ini berarti secara fisik Dajjal tidur seperti manusia biasa, namun akal dan pikirannya tetap aktif. Ini adalah salah satu keanehan yang Allah ciptakan pada diri Dajjal sebagai bagian dari ujian bagi manusia . Dalam kisah Ibnu Shayyad, sifat ini juga ditemukan ketika sahabat mengamatinya.


D. Kontroversi Ibnu Shayyad

16. Siapakah Ibnu Shayyad?

Jawaban:
Ibnu Shayyad adalah seorang anak Yahudi yang lahir di Madinah pada masa Nabi ﷺ. Beberapa sahabat seperti Umar bin Khattab mengira bahwa ia adalah Dajjal karena memiliki kemiripan sifat dengan deskripsi Dajjal yang disampaikan Nabi ﷺ, terutama sifat “matanya tidur tapi hatinya tidak tidur” .

17. Apakah Ibnu Shayyad adalah Dajjal?

Jawaban:
Mayoritas ulama, termasuk Imam Nawawi, Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Katsir, menyatakan bahwa Ibnu Shayyad bukan Dajjal. Ia hanyalah seorang tukang tipu yang bekerja sama dengan setan dan memiliki kemiripan sifat dengan Dajjal. Ibnu Katsir bahkan menyebutkan bahwa Ibnu Shayyad akhirnya bertobat dan memeluk Islam .

Rasulullah ﷺ sendiri tidak pernah menegaskan bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal, meskipun beliau pernah diam saat Umar bersumpah bahwa ia adalah Dajjal. Sikap diam Nabi tidak bisa dijadikan penetapan hukum .

18. Mengapa Ibnu Shayyad dianggap mirip Dajjal?

Jawaban:
Abu Bakrah meriwayatkan bahwa ketika ia dan Zubair bin Awwam mengunjungi orang tua Ibnu Shayyad, mereka mendapati sifat pasangan itu persis seperti yang Rasulullah jelaskan tentang orang tua Dajjal. Saat anak mereka tertidur, tiba-tiba anak itu berkata, “Aku tahu apa yang kalian bicarakan.” Mereka bertanya, “Kau dengar percakapan kami?” Ia menjawab, “Ya, kedua mataku terpejam tapi hatiku tidak tidur.” 


E. Ciri Fisik Dajjal

19. Bagaimana ciri mata Dajjal?

Jawaban:
Dajjal memiliki ciri mata yang sangat khas:

  • Mata kanan: Buta dan menonjol seperti buah anggur yang mengapung (inabah thafiyah) 
  • Mata kiri: Tertutup selaput tebal, tidak terlalu menonjol dan tidak terlalu tenggelam 

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah, ketahuilah sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal buta mata sebelah kanannya, matanya bagaikan anggur yang terjuntai.” (HR Bukhari) 

20. Apakah ada tulisan di dahi Dajjal?

Jawaban:
Ya, di antara kedua mata Dajjal terdapat tulisan “ك ف ر” (Kafir). Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik yang bisa membaca maupun yang buta huruf. Dalam riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tulisan itu akan dibaca oleh setiap mukmin .

21. Bagaimana rambut Dajjal?

Jawaban:
Dajjal memiliki rambut yang sangat keriting (ja’dun/ja’du ar-ra’s) dan lebat. Dalam hadis riwayat Muslim dari Nawwas bin Sam’an, Rasulullah ﷺ menggambarkan Dajjal sebagai seorang pemuda yang rambutnya keriting .

22. Bagaimana postur tubuh Dajjal?

Jawaban:
Terdapat beberapa deskripsi tentang postur Dajjal:

  • Pendek (qashir) – dalam riwayat Abu Daud 
  • Gemuk/besar (jasiim) – dalam riwayat Bukhari 
  • Bahu bidang/dada lebar – dalam hadis riwayat Ahmad 
  • Kaki agak bengkok (afhaju) – jarak antara kedua betisnya berjauhan 

23. Apa warna kulit Dajjal?

Jawaban:
Dalam hadis riwayat Bukhari dari Ibnu Umar, Dajjal digambarkan berkulit merah (rajulun ahmar). Deskripsi ini muncul saat Rasulullah ﷺ menceritakan mimpinya bertawaf di Ka’bah dan melihat Dajjal .

24. Siapakah orang yang paling mirip dengan Dajjal?

Jawaban:
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa orang yang paling mirip dengan Dajjal adalah Ibnu Qathn (Abdul ‘Uzza bin Qathn). Dalam hadis riwayat Bukhari, beliau bersabda: “Orang yang paling mirip dengannya ialah Ibnu Qathn.” 

25. Apakah Dajjal memiliki anak?

Jawaban:
Dalam sebuah hadis disebutkan: “Sesungguhnya ia (Dajjal) adalah seorang Yahudi. Sesungguhnya ia tidak punya keturunan.” (HR Muslim) . Ini menunjukkan bahwa Dajjal tidak akan memiliki anak.


F. Tempat dan Waktu Kemunculan

26. Dari mana Dajjal akan muncul?

Jawaban:
Dajjal akan muncul dari arah timur. Dalam hadis Fathimah binti Qais, Rasulullah ﷺ bersabda sambil memberi isyarat ke arah timur: “Ketahuilah, ia berada di laut Syam atau laut Yaman… tidak, tetapi dari arah timur, dari arah timur dia datang.” (HR Muslim) .

Secara lebih spesifik, dari daerah Khurasan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Dajjal akan muncul dari sebuah negeri di wilayah timur, yang disebut Khurasan.” (HR Tirmidzi, disahihkan Al-Albani) .

27. Dari kota mana tepatnya Dajjal keluar?

Jawaban:
Dajjal akan keluar dari wilayah Yahudi di Isfahan (Iran). Dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda: “Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi di Isfahan, bersama tujuh puluh ribu orang Yahudi.” 

Ibnu Katsir menjelaskan: “Kemunculan pertamanya berasal dari Isfahan, dari sebuah perkampungan bernama al-Yahudiyyah.” 

28. Kapan Dajjal akan muncul?

Jawaban:
Waktu pasti kemunculan Dajjal tidak diketahui dan merupakan perkara gaib. Namun, kemunculannya merupakan salah satu tanda kiamat besar (kubra) yang akan terjadi setelah tanda-tanda kiamat kecil banyak bermunculan. Dajjal akan muncul pada periode akhir zaman, setelah umat Islam mengalami kemunduran dan kekacauan melanda dunia .

29. Apakah Dajjal bisa masuk ke Makkah dan Madinah?

Jawaban:
Tidak. Dajjal diharamkan memasuki Makkah dan Madinah. Dalam hadis Fathimah binti Qais, Dajjal berkata: “Aku keluar, lalu berjalan di muka bumi. Tidak ada satu pun kampung yang tidak aku datangi dalam empat puluh malam, kecuali Makkah dan Thayyibah (Madinah). Keduanya diharamkan bagiku. Setiap kali aku berniat memasuki salah satu darinya, seorang malaikat akan menghadangku dengan pedang terhunus dan menghalangiku.” (HR Muslim) 

30. Masjid apa saja yang dijaga dari Dajjal?

Jawaban:
Selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Dajjal juga tidak dapat memasuki Masjid Ath-Thur dan Masjid Al-Aqsha .


G. Pengikut dan Pasukan Dajjal

31. Siapa yang akan menjadi pengikut Dajjal?

Jawaban:
Pengikut Dajjal terdiri dari berbagai kalangan:

  1. 70.000 orang Yahudi dari Isfahan yang mengenakan jubah Persia (tayalisah) 
  2. Orang-orang Arab badui – kebanyakan pengikut Dajjal adalah dari kalangan Arab badui yang mudah tertipu 
  3. Wanita – banyak wanita akan menjadi pengikut Dajjal karena mudah terpengaruh 
  4. Orang-orang munafik dan fasik – mereka yang lemah iman 

32. Berapa lama Dajjal bersama pengikutnya?

Jawaban:
Dajjal akan bersama pengikutnya selama 40 hari dengan durasi yang berbeda-beda:

  • Hari pertama: Rasanya seperti satu tahun
  • Hari kedua: Rasanya seperti satu bulan
  • Hari ketiga: Rasanya seperti satu minggu
  • Hari-hari berikutnya: Seperti hari-hari biasa 

33. Apakah Dajjal akan membunuh pengikutnya?

Jawaban:
Ya, Dajjal akan membunuh pemuda beriman yang menentangnya, lalu menghidupkannya kembali sebagai ujian. Dalam hadis riwayat Bukhari, pemuda itu berkata setelah dihidupkan: “Demi Allah, hari ini keyakinanku tentang dirimu lebih kuat daripada sebelumnya.” Dajjal kemudian berusaha membunuhnya lagi tetapi tidak mampu .


H. Fitnah dan Kemampuan Dajjal

34. Apa fitnah terbesar Dajjal?

Jawaban:
Fitnah terbesar Dajjal adalah pengakuannya sebagai Tuhan. Ia akan mengaku sebagai nabi, lalu mengaku sebagai Allah. Bersamanya ada dua lembah: satu berupa surga dan satu berupa neraka. Namun, surganya sebenarnya adalah neraka dan nerakanya adalah surga . Ini adalah ujian terbesar karena manusia akan tergoda dengan kenikmatan palsu yang ditawarkannya.

35. Apa saja kemampuan luar biasa Dajjal?

Jawaban:
Allah memberikan Dajjal kemampuan luar biasa sebagai ujian:

  1. Menghidupkan orang mati – atas izin Allah sebagai ujian 
  2. Menurunkan hujan dan menyuburkan tanah yang tandus 
  3. Mengeluarkan sihir yang memukau manusia 
  4. Bergerak sangat cepat mengelilingi bumi 
  5. Harta berlimpah – gunung roti, daging, dan sungai air mengikutinya 

36. Apakah Dajjal benar-benar bisa menghidupkan orang mati?

Jawaban:
Kemampuan Dajjal menghidupkan orang mati adalah atas izin Allah sebagai bentuk ujian, bukan karena kekuasaannya sebagai tuhan. Ini mirip dengan kemampuan para nabi yang diberi mukjizat. Namun, setelah Dajjal dibunuh oleh Nabi Isa, jelaslah bahwa semua itu hanyalah tipuan dan izin Allah untuk menguji hamba-Nya .

37. Mengapa fitnah Dajjal disebut paling dahsyat?

Jawaban:
Rasulullah ﷺ bersabda: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.” (HR Muslim)

Fitnah Dajjal disebut paling dahsyat karena:

  1. Mencakup aspek agama – pengakuan ketuhanan
  2. Mencakup aspek dunia – harta dan kekuasaan
  3. Melibatkan sihir yang memukau akal
  4. Hampir semua nabi memperingatkan umatnya 

38. Apakah ada yang selamat dari fitnah Dajjal?

Jawaban:
Ya, orang-orang yang teguh imannya akan selamat dari fitnah Dajjal. Mereka adalah:

  1. Penghuni Makkah dan Madinah – karena dijaga malaikat 
  2. Orang yang menghafal surat Al-Kahfi – Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi akan dilindungi dari fitnah Dajjal (HR Muslim)
  3. Mukmin sejati yang tidak tergoda dengan tipuan Dajjal 

I. Akhir Perjalanan Dajjal

39. Siapa yang akan membunuh Dajjal?

Jawaban:
Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa AS setelah beliau turun dari langit di Menara Putih Damaskus. Nabi Isa akan mengejar Dajjal dan membunuhnya di Gerbang Ludd (Lod), sebuah kota di dekat Tel Aviv, Israel saat ini .

40. Di mana lokasi pembunuhan Dajjal?

Jawaban:
Dajjal akan dibunuh di Gerbang Ludd (Lod), Palestina. Dalam hadis riwayat Ahmad, disebutkan bahwa Dajjal akan tiba di Palestina di pintu Lud, lalu Nabi Isa turun dan membunuhnya .

41. Bagaimana proses pembunuhan Dajjal?

Jawaban:
Nabi Isa AS akan turun di Menara Putih Damaskus dengan memakai dua kain yang dicelup warna kuning. Beliau akan mengejar Dajjal dan menemukannya di pintu gerbang Ludd. Ketika Dajjal melihat Nabi Isa, ia akan meleleh seperti garam dalam air. Nabi Isa kemudian berkata, “Sungguh, aku masih memiliki satu tebasan untukmu yang tidak akan membuatmu lolos.” Lalu beliau membunuhnya dengan tombak .

42. Apa yang terjadi setelah Dajjal terbunuh?

Jawaban:
Setelah Dajjal terbunuh, seluruh pengikutnya akan lari dan bersembunyi. Bahkan pohon dan batu akan berbicara menunjukkan tempat persembunyian mereka. Dalam hadis riwayat Muslim, pohon dan batu akan berkata: “Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah bunuh dia!” .

Nabi Isa kemudian akan tinggal di bumi selama 40 tahun sebagai pemimpin yang adil .

43. Apakah setelah Dajjal masih ada fitnah besar?

Jawaban:
Setelah Dajjal, akan muncul Ya’juj dan Ma’juj yang merupakan fitnah besar berikutnya. Namun, Dajjal tetap disebut sebagai fitnah terbesar karena sifatnya yang menyerang aspek akidah .


J. Perlindungan dari Fitnah Dajjal

44. Bagaimana cara melindungi diri dari fitnah Dajjal?

Jawaban:
Beberapa cara yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

  1. Membaca doa setelah tasyahud akhir sebelum salam: “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamaati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal” 
  2. Menghafal 10 ayat pertama surat Al-Kahfi 
  3. Lari menjauh jika bertemu Dajjal 
  4. Memperkuat iman dan ilmu agama 

45. Mengapa kita disuruh membaca surat Al-Kahfi untuk melindungi diri dari Dajjal?

Jawaban:
Surat Al-Kahfi mengandung kisah-kisah tentang ujian iman: Ashabul Kahfi yang lari dari penguasa zalim, kisah Nabi Musa dengan Khidir tentang ilmu, kisah Dzulqarnain dengan kekuasaan, dan kisah pemilik dua kebun dengan harta. Semua ini relevan dengan fitnah Dajjal yang akan menguji iman, ilmu, kekuasaan, dan harta manusia .

46. Apakah kita harus takut kepada Dajjal?

Jawaban:
Kita tidak perlu takut berlebihan karena Dajjal adalah makhluk yang hina di sisi Allah. Mughirah bin Syu’bah bertanya kepada Nabi tentang Dajjal yang dikatakan membawa gunung roti dan sungai air, maka Nabi menjawab: “Dia lebih hina di sisi Allah daripada semua itu.” (HR Muslim) .

Yang penting adalah kewaspadaan dan persiapan iman, bukan ketakutan yang melumpuhkan.


K. Perbedaan Pendapat dan Klarifikasi

47. Apakah ada ulama yang menafsirkan Dajjal secara simbolis?

Jawaban:
Ya, sebagian ulama kontemporer cenderung menafsirkan Dajjal secara simbolis sebagai sistem atau karakter kejahatan. Namun, mayoritas ulama klasik dan kontemporer seperti Syekh Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi tetap berpegang pada pemahaman tekstual bahwa Dajjal adalah sosok nyata .

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits Dajjal adalah dalil untuk menguji keimanan, dan mazhab Ahlussunnah meyakini kebenaran eksistensi Dajjal .

48. Apakah Dajjal sama dengan setan?

Jawaban:
Tidak. Dajjal adalah manusia, sedangkan setan adalah jin. Dajjal memiliki fisik yang nyata, sementara setan adalah makhluk gaib. Dajjal akan mati dibunuh Nabi Isa, sedangkan setan akan tetap hidup hingga kiamat.

49. Apakah benar akan ada 27 Dajjal sebelum Dajjal besar?

Jawaban:
Ya, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa akan ada 27 pendusta (dajjal) sebelum Dajjal besar muncul. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Thabarani dari Hudzaifah, beliau bersabda:

“فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ودَجَّالُونَ سَبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ مِنْھُمْ أَرْبَعُ نِسْوَةٍ”

Artinya: “Dalam umatku ada 27 para pendusta (Dajjal), di antara mereka empat orang wanita.” 

Mereka adalah tukang tipu yang mengaku nabi atau membawa ajaran sesat, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, tapi bukan Dajjal besar.

50. Apakah Dajjal akan muncul dari sistem atau teknologi modern?

Jawaban:
Sebagian kalangan menafsirkan bahwa Dajjal bisa jadi merupakan sistem atau teknologi global (seperti internet) karena kemampuannya menjangkau seluruh dunia dalam sekejap. Namun, pemahaman ini bertentangan dengan teks hadits yang jelas menggambarkan Dajjal sebagai sosok manusia dengan ciri fisik spesifik .

Mayoritas ulama menegaskan bahwa Dajjal adalah sosok nyata yang akan muncul di akhir zaman, dan penafsiran simbolis cenderung lemah karena bertentangan dengan zhahir nash .


Kesimpulan: Yang Wajib Diimani Tentang Dajjal

Sebagai muslim Ahlussunnah wal Jama’ah, kita wajib mengimani:

  1. Dajjal adalah makhluk nyata (sosok individu), bukan simbol atau metafora 
  2. Dajjal adalah manusia keturunan Adam, bukan jin atau setan 
  3. Dajjal masih hidup saat ini dalam penjara di sebuah pulau 
  4. Dajjal akan muncul di akhir zaman dari arah timur (Khurasan/Isfahan) 
  5. Dajjal memiliki ciri fisik spesifik: buta mata kanan, rambut keriting, dan tulisan “kafir” di dahi 
  6. Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa AS di Gerbang Ludd 
  7. Kita diperintahkan berlindung dari fitnahnya dalam setiap shalat 

Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa setelah tasyahud akhir sebelum salam:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamaati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR Muslim)

Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah Dajjal dan mengokohkan iman kita hingga akhir hayat. Aamiin.


Referensi Utama:

  • Shahih Bukhari 
  • Shahih Muslim 
  • Musnad Ahmad 
  • Sunan Abu Daud 
  • Sunan Tirmidzi 
  • Kitab Huru-Hara Hari Kiamat – Ibnu Katsir 
  • Syarah Shahih Muslim – Imam An-Nawawi 
  • Fathul Bari – Ibnu Hajar Al-Asqalani 

Informasi Post

Pengunjung: 8 Hari Ini: 8
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Shopee Belanja Termudah, Terhemat dan Terlengkap (1)