Sahabat Elibrary, pernahkah kalian berpikir mengapa sebuah pesawat dengan berat yang berton-ton dan besar bisa terbang di langit?
Salah satu hal yang membuat pesawat bisa terbang adalah adanya gaya yang bekerja pada pesawat.
Gaya tersebut adalah gaya dorong atau thrust dan gaya angkat atau lift yang mampu membuat pesawat bisa terbang meski memiliki berat dan dimensi yang besar.
Salah satu komponen penting dari pesawat yang membuat pesawat bisa terbang adalah komponen sayap.
Karena sayap inilah yang memberikan gaya angkat pesawat.
Prinsip kerja sayap sendiri dapat dijelaskan dengan menggunakan persamaan Bernoulli.
Di mana ketika pesawat bergerak maju udara akan membentuk aliran laminar di bagian atas potongan sayap.
Pesawat akan bisa terbang dengan adanya gaya angkat jika udara di bagian atas sayap lebih besar dibandingkan bagian bawah dan tekanan bagian atas lebih besar dari bagian bawah.

Untuk mendapatkan perbedaan kecepatan yang membuat pesawat memiliki gaya dorong maka pesawat saat ini dilengkapi dengan mesin jet, yang akan membuat udara mengalir di bagian sayap dengan kecepatan yang tinggi, sehingga gaya dorong pesawat akan lebih besar dari gaya hambat.
Karena sayap memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan perbedaan kecepatan dan tekanan, maka sayap pesawat biasanya di bagian atas didesain melengkung dan lurus pada bagian belakang sayap.
Sedangkan pada bagian bawah sayap permukaannya cenderung lurus.
Ketika pesawat akan terbang biasanya memiliki batas minimal kecepatan yang harus ditempuh sehingga membuat pesawat bisa bergerak naik, karena semakin cepat pesawat bergerak maka akan semakin besar perbedaan kecepatan dan daya angkat akan semakin besar juga. ***
Sumber dan Kontributor
- Editor: Elibrary.id
- Foto: www.pixabay.com
- Sumber naskah: Klik di sini



