Dongeng Binatang Terbaik, Kucing Tua Pertapa

Kucing Tua Pertapa

Kuku Ayam Hutan dan Mumu Marmut bekerja sama menanam sebatang pohon jagung di hutan.

Tapi, saat berbuah, mereka malah bertengkar.

”Pohon jagung ini milikku!” kata Kuku Ayam Hutan.

“Tidak bisa! Pohon jagung ini milikku!” tolak Mumu Marmut.

Mereka sama sekali tak mau berbagi, apalagi mengalah.

Karena sama-sama keras kepala, akhirnya mereka sepakat mengadukan permasalahan itu pada seekor kucing pertapa.

Mereka menganggap semua pertapa tentu bisa dipercaya dan bijaksana.

Dengan kebijaksanaannya itu sang pertapa bisa membantu memecahkan masalah dengan baik dan adil.

Namun, benarkah seperti itu?

“Aku sudah tua dan telingaku sudah agak tuli. Coba mendekatlah kalian supaya aku bisa mendengar,” kata si kucing pertapa yang sedang menyamar menjadi seorang pertapa tua yang bijaksana.

Hup, saat si Kuku dan si Mumu mendekat, maka si kucing yang licik itu langsung menyambar dan menyantap Kuku dan si Mumu. ***

Pesan Cerita

Selesaikan masalah sendiri, jangan bergantung pada nasihat orang lain yang belum tentu suka dengan kita.

Dongeng Binatang Terbaik, Kucing Tua Pertapa
Mereka sama sekali tak mau berbagi, apalagi mengalah. Karena sama-sama keras kepala, akhirnya mereka sepakat mengadukan permasalahan itu pada seekor kucing pertapa. (Gambar: ebookanak.com)

Sumber dan Kontributor

  • Naskah: Kak Nurul Ihsan
  • Judul buku: 94 Dongeng Binatang Terbaik
  • Gambar: ebookanak.com
  • Olah konten: elibrary.id
  • Penerbit: Transmedia Pustaka

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Putar suaraPopup promosi ELibrary Stories Plus dengan pilihan paket Premium 24 jam, 30 hari, dan 365 hari untuk membuka akses ke lebih banyak cerita anak berkualitas.