Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Author name: Master E-Library

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (72)

Nabi Musa memperlihatkan tangannya yang bersinar menyilaukan. Semua orang tertunduk, termasuk raja Fir’aun. “Engkau pasti menggunakan sihir! Musa penyihir!” teriak raja Fir’aun dengan lantang, “Akan aku keluarkan para penyihirku di tanah yang lapang.” Penduduk Mesir berkumpul melihat para penyihir membuat tali menjadi ular ganas dan berbisa. Lalu Nabi Musa melempar tongkatnya ke tengah lapangan, hingga […]

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (72) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (71)

Setelah bertahun-tahun meninggalkan Mesir, Nabi Musa kemudian kembali ke Mesir. Di puncak bukit Sinai Allah menemui Nabi Musa dan mengangkatnya menjadi nabi. Allah membekali nabi Musa dengan beberapa mukjizat, di antaranya tangan yang bersinar dan tongkat yang dapat berubah mejadi ular. Bersama sepupunya, Nabi Harun, Nabi Musa datang menemui Raja Fir’aun. “Wahai Fir’aun, sembahlah Allah

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (71) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (70)

Lalu melerai mereka dan memukul orang Mesir hingga meninggal dunia. Nabi Musa sangat menyesal, ia merasa perbuatannya berlebihan. Raja Fir’aun marah ketika tahu Nabi Musa telah membunuh orang Mesir. Ia memerintahkan pasukannya untuk menangkap Nabi Musa. Nabi Musa lari ke kota Madyan dan bertemu dengan Nabi Syuaib. Nabi Musa lalu dinikahkan dengan Shafira putri Nabi

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (70) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (69)

Fir’aun membunuh semua anak laki-laki Bani Israel. Ia tidak ingin anak laki-laki Bani Israel kelak menghancurkan kerajaannya, seperti dalam mimpinya. Namun Allah menyelamatkan Nabi Musa. Bunda Yukabad menghanyutkan Nabi Musa yang masih bayi ke sungai Nil agar tidak dibunuh raja Fir’aun. Sehingga istri Fir’aun yang bernama Asyia menemukan Nabi Musa dan merawatnya dengan baik. Nabi

Aku Cinta Rasul: Nabi Musa dan Nabi Harun As, Turunnya Kitab Taurat (69) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (68)

Nabi Syuaib memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah dari kota Madyan. Penguasa kota Madyan tertawa terbahak-bahak melihat pengikut Nabi Syuaib yang berjalan tertatih-tatih. “Datangkan azab dari Tuhanmu wahai Syuaib! Kami tidak takut,” tantang kaum Madyan. Tak lama kemudian, azab Allah datang dengan udara panas yang tak terkira. Kulit kaum Madyan menjadi memerah dan tenggorokan mereka mengering. Penduduk

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (68) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (67)

Setelah kejadian itu banyak pengikut Nabi Syuaib yang diancam dan disiksa. Harta mereka dirampas dan dipaksa kembali menyembah berhala. Hati Nabi Syuaib sangat sedih. Nabi Syuaib sangat menyayangi kaum Madyan. Ia takut azab Allah akan turun untuk menghukum kaum Madyan. Di hari berikutnya, siksaan kaum Madyan semakin keras. Para pengikut Nabi Syuaib diusir dari rumah

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (67) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (66)

“Wahai Syuaib, janganlah engkau menggurui kami. Hidup ini untuk mencari keuntungan dan kesenangan,” seru penguasa Madyan kepada Nabi Syuaib.  “Mana ada orang yang benar-benar saleh. Kamu pasti berdusta, hahaha…” cibir penguasa Madyan. Para penguasa Madyan itu mengejek Nabi Syuaib. “Hentikan dakwahmu atau kamu dan pengikutmu akan kami usir dari Madyan,” ancam penguasa Madyan.   Sumber

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (66) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (65)

Suatu ketika, Nabi Syuaib mendatangi penduduk Madyan yang sedang menyembah berhala. “Wahai kaum Madyan, sembahlah Allah. Sembahlah Tuhan yang menciptakan kalian, bukan batu yang kalian ciptakan.” Para penyembah berhala itu marah. Lalu Nabi Syuaib mendatangi para pedagang di pasar. “Berbuat adillah dalam jual beli. Janganlah kalian mengurangi takaran timbangan.” Namun, pedagang itu tak menggubrisnya. Kemudian

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (65) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (64)

Hingga ada seorang ibu yang membeli sekarung gandum untuk anak-anaknya yang kelaparan, mereka ganti dengan pasir. “Ya Allah, aku dan anakku hanya sebagian orang yang kelaparan setiap malam. Datangkanlah seorang penolong agar kami tidak lagi tertindas,” begitulah ibu itu berdoa. Lalu Allah mengutus Nabi Syuaib untuk kaum Madyan. Ia nabi yang berani dan mahir berpidato,

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (64) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (63)

Di sebuah dataran yang subur, hiduplah penduduk Madyan yang berlimpah harta. Mereka menjadi pedagang dan petani ulung. Hampir setiap jual beli yang mereka lakukan mendatangkan keuntungan yang besar. Hampir setiap ladang yang mereka tanam menghasilkan panen yang berlimpah. Setelah berganti generasi dan ulama banyak yang wafat, penduduk Madyan menjadi orang yang sesat. Mereka suka menghambur-hamburkan

Aku Cinta Rasul: Nabi Syuaib As, Bencana Awan Panas (63) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (62)

Ketika bunda Rahmah pulang membawa makanan, ia sangat terkejut. Berkali kali ia bersyukur kepada Allah. Meskipun sudah sembuh Nabi Ayyub tidak melupakan janjinya. Atas perintah Allah, ia mengumpulkan seratus buah lidi, lalu memukulkannya dengan lembut ke bunda Rahmah. Mereka pun hidup bahagia. Ucapan Allah Mahabenar. Nabi Ayyub adalah hamba yang sangat tabah. Iblis menjadi malu

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (62) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (61)

Suatu ketika istri Nabi Ayyub, bunda Rahmah, pergi mencari makanan. Nabi Ayyub ditinggal sendirian di rumahnya, keadaannya semakin melemah. Tiba-tiba, Nabi Ayyub terjatuh dari tempat tidurnya tanpa ada yang menolongnya. Nabi Ayyub memanggil Bunda Rahmah, namun ia belum pulang. Lalu Nabi Ayyub bersumpah, “Wahai Rahmah, aku akan memukulmu seratus kali jika aku sembuh nanti.” Kemudian

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (61) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (60)

Lalu Iblis meniupkan penyakit yang parah kepada Nabi Ayyub. Penyakit yang amat susah diobati. “Hahaha! Kali ini kesabarannya pasti habis.” Iblis mengolok-olok Nabi Ayyub. Bertahun-tahun Nabi Ayyub menderita penyakit itu. Tetangga dan kaumnya yang dulu amat memujanya diam-diam pergi meninggalkan Nabi Ayyub. Tidak ada yang peduli. Namun meski begitu, tak sedikit pun Nabi Ayyub mengeluh

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (60) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (59)

Melihat keteguhan Nabi Ayyub, amarah Iblis memuncak. Ia berniat membunuh keluarga Nabi Ayyub. Iblis melihat kedua putri Nabi Ayyub di bawah bangunan megah. Dengan kejamnya, Iblis merobohkan tiang-tiang penyangga gedung itu. Kedua putri Nabi Ayyub meninggal seketika tertimpa reruntuhan gedung itu. “Lihat Ayyub, Allah melaknatmu. Allah mencabut nyawa anakmu dengan pedih,” ejek Iblis puas. “Harta

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (59) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (58)

Lalu ia menghadap Allah untuk menguji Nabi Ayyub. “Ya Allah, aku meminta izin kepada-Mu. Aku ingin menggoda Ayyub di luar batas kemampuan manusia,” ucap Iblis penuh kebencian. “Silakan jika engkau bisa menggodanya. Ayyub hambaku yang amat ikhlas.” Allah mengijinkan Iblis. Ancaman pertama Iblis adalah memusnahkan segala kekayaan Nabi Ayyub. Semua binatang peternakannya mati seketika. Lumbung

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (58) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (57)

Di dunia ini pernah hidup orang yang sangat tabah dan ikhlas, namanya Nabi Ayyub. Ia keturunan Nabi Ishaq. Allah memberi kekayaan dan kecerdasan kepada Nabi Ayyub. Meskipun beliau banyak diberi kelebihan oleh Allah, namun Nabi Ayyub tidak sombong dan sangat dermawan. Bahkan ia tidak pernah mengeluh kepada Allah. Iblis sangat geram melihat keteguhan hati Nabi

Aku Cinta Rasul: Nabi Ayub As, Nabi yang Penyabar dan Ikhlas (57) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (56)

Nabi Yusuf mengenali mereka, tapi mereka tak mengenali Nabi Yusuf. “Di mana keluarga kalian lainnya?” tanya Nabi Yusuf. “Adik kami ada di rumah. Dia menjaga ayah kami yang sudah renta dan buta,” jawab mereka. “Kalau begitu, usapkan selendang ini ke mata ayah kalian. Nanti ajaklah semua keluarga kalian ke sini,” perintah Nabi Yusuf. Setelah tiba

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (56) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (55)

Raja sangat puas dengan jawaban Nabi Yusuf. Lalu diangkatlah Nabi Yusuf menjadi bendahara kerajaan. Tujuh tahun berikutnya, apa yang diramalkan Nabi Yusuf terbukti. Selama tujuh tahun rakyat Mesir dilanda kekeringan. Namun semua rakyat bisa terhindar dari bencana kelaparan, karena persediaan makanan di kerajaan cukup berlimpah. Di antara rakyat yang meminta makanan itu datanglah kesepuluh kakak

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (55) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (54)

“Jika baju yang sobek di bagian belakang, maka Zulaikha yang salah.” Akhirnya, Allah melindungi Nabi Yusuf. Zulaikha terbukti bersalah. Namun Nabi Yusuf tetap dipenjara untuk menyelamatkan nama baik Qithfir. Nabi Yusuf ikhlas dipenjara daripada wajah tampannya mendatangkan fitnah. Saat di penjara itulah Allah mengangkat Nabi Yusuf menjadi nabi. Suatu malam, raja bermimpi aneh. Lalu ia

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (54) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (53)

Suatu hari, Zulaikha datang menggoda Nabi Yusuf, “Kemarilah Yusuf, jangan takut.” Zulaikha wanita yang cantik jelita, namun Nabi Yusuf tetap menjaga kehormatannya. “Demi Allah. Aku takut kepada Allah. Aku tidak mungkin mengkhianati tuan Qithfir,” jawab Nabi Yusuf dengan rendah hati. Zulaikha tetap memaksa Nabi Yusuf. Zulaika mengejarnya hingga baju belakang Nabi Yusuf sobek. Kejadian itu

Aku Cinta Rasul: Nabi Yusuf As, Tunduknya Bulan, Matahari, dan 11 Bintang (53) Read More »

Page 85 of 251
1 83 84 85 86 87 251
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Shopee Belanja Termudah, Terhemat dan Terlengkap (1)