Bilal bin Rabah adalah orang pertama kali yang mengumandangkan azan (muazin) dalam sejarah Islam.
Suaranya terkenal sangat merdu.
Saat itu ia berdiri di atas atap kabah saat mengumandangkan azan pertama kali.
Dulu Bilal adalah seorang budak berkulit hitam dari Ethiopia.
Semasa masih menjadi budak, Bilal sudah masuk Islam.
Karena majikan Bilal, Umayyah bin Khalaf, seorang kafir.
Maka ia pun disiksa siang malam agar keluar dari agama Islam.
Namun, meski disiksa lebih berat dari siapapun, Bilal tetap teguh dan gigih mempertahankan keyakinan akidahnya.
Untungnya, Abu Bakar kemudian membebaskan dan memerdekakan Bilal dengan harga tebusan sekitar 267 gram emas.
Bilal salah seorang sahabat setia Rasul dan termasuk generasi awal pemeluk Islam (As-sabiqunal awwalun).
Rasul pun sampai memimpikan Bilal.
Ia mendengar suara terompah Bilal di surga.
Bilal menjadi muazin tetap selama Rasulullah hidup.
Setelah azan, biasanya Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasul.
Namun Setelah Rasul wafat, Bilal tidak lagi sanggup mengumandangkan azan.
Karena setiap mengumandangkan azan sampai kepada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, ia langsung menangis tersedu-sedu.
Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu. ***
Pesan Hikmah untuk Ananda
Pertahankan keyakinan Islammu dengan kegigihan dan keteguhan.

Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Kisah 33 Sahabat Utama Nabi
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Gambar: Aep Saepudin/ebookanak.com
- Penerbit: Cahaya Ilmu



