Wilayah dan Perwilayahan
Perwilayahan mengacu pada proses penentuan wilayah dalam lingkup tertentu dan untuk tujuan tertentu, contohnya untuk pemerataan pembangunan.
Sedangkan, wilayah adalah bagian dari permukaan Bumi yang memiliki karakteristik tertentu dan sistem yang ditentukan berdasarkan aspek administratif atau fungsional.
Kalau dilihat dari definisi wilayah tadi, kata kuncinya terletak pada kata ‘karakteristik’.
Setiap wilayah biasanya memiliki karakteristik tertentu.
Berdasarkan pembagiannya, wilayah dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu wilayah formal, wilayah fungsional, dan wilayah vernakular.
Wilayah Formal
Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki ciri atau atribut yang seragam atau homogen.
Terkadang wilayah formal disebut sebagai wilayah uniform (seragam).
Kesamaan atribut wilayah dapat dilihat dari aspek fisik maupun non-fisik.
Contoh wilayah formal meliputi wilayah pedesaan, wilayah perkotaan, wilayah kehutanan, dan lain sebagainya.
Wilayah Fungsional
Wilayah Fungsional adalah wilayah yang berdasarkan interaksi atau keterkaitan komponen.
Berbeda dengan wilayah formal, karakteristik wilayah fungsional bersifat heterogen.
Contoh wilayah fungsional adalah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).
Kota-kota tersebut punya karakteristik yang berbeda-beda namun menjadi satu wilayah fungsional.
Kira-kira kenapa ya beberapa daerah ini menjadi satu wilayah fungsional?
Kalau dilihat dari realitanya, daerah ini banyak hubungan timbal baliknya.
Banyak orang-orang yang berpindah-pindah di area ini entah untuk bekerja, berkunjung, atau tempat tinggal.
Sistem transportasi umum seperti bus dan kereta pun juga terhubung.
Di sini Jakarta sebagai titik pusat menjadi penghubung antar daerah-daerah yang ada.
Wilayah Vernakular
Wilayah vernakular adalah wilayah yang berdasarkan pemikiran sejumlah orang terhadap suatu wilayah.
Contoh wilayah vernacular di Indonesia salah satunya adalah Kota Hujan, yaitu Bogor.
Sumber dan Kontributor
- pahamify
- zenius.net
- Penyunting: elibrary.id




