Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
Gigi Runcing Suku Mentawai

Gigi Runcing Suku Mentawai

Table of Contents

Bagi suku Mentawai wanita yang cantik harus memenuhi tiga kriteria.

Pertama, telinganya yang panjang.

Kedua, tubuhnya dihiasi titi atau tato.

Ketiga, giginya yang runcing.

Tradisi meruncingkan gigi ini dikenal dengan nama tradisi Kerik Gigi.

Tradisi ini merupakan cara wanita Mentawai untuk tampil cantik dan juga sebagai penanda kedewasaan wanita.

Untuk mengerik 1 gigi diperlukan waktu kurang lebih 30 menit.

Ada 23 gigi wanita Suku Mentawai yang harus dikerik yang memakan waktu selama berjam-jam.

Biasanya ketika mengerik gigi-gigi ini dibantu oleh pria Suku Mentawai.

Alat untuk mengerik gigi itu terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam.

Dan dalam waktu bersamaan wanita yang akan dikerik giginya akan merasakan kesakitan luar biasa ketika proses meruncingkan gigi tersebut.

Proses sangat ekstrem dan menyakitkan ini bisa dinetralisir dengan makan pisang hijau yang masih mentah setelah prosesnya selesai dilakukan.

Penduduk suku Mentawai percaya bahwa wanita yang memiliki gigi runcing seperti hiu memiliki nilai lebih daripada yang tidak bergigi runcing.

Hal ini kemudian membuat wanita Suku Mentawai melakukan tradisi tersebut meski harus menahan sakit yang luar biasa ketika proses peruncingan gigi.

Suku Mentawai tinggal di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat.

Sumber dan Kontributor

Informasi Post

Bahasa

:

field_6213439005972
Pengunjung: 0 Hari Ini: 0
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026