Mengenal Drs. Mohammad Hatta: Bapak Koperasi Indonesia dan Wakil Presiden Pertama yang Rendah Hati
Ia pendiam, gemar membaca, dan sangat sederhana — namun pemikirannya membantu membebaskan Indonesia dan membangun ekonomi rakyat. Inilah kisah Bung Hatta, sahabat sejati Soekarno.
1902Lahir di Bukittinggi
Mengapa Kisah Mohammad Hatta Menarik untuk Dipelajari?
Jika Soekarno dikenal sebagai orator yang menggelegar, Mohammad Hatta justru tampil tenang, teliti, dan berpikir mendalam. Ia membuktikan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya butuh semangat berapi-api, tapi juga pemikiran cermat, kejujuran, dan kesederhanaan hidup — nilai yang tetap relevan hingga hari ini.
Pemikir Ekonomi
Belajar ekonomi hingga ke Belanda dan menggagas gerakan koperasi untuk rakyat.
Dwi Tunggal
Bersama Soekarno, ia menjadi simbol persatuan dalam perjuangan kemerdekaan.
Teladan Kesederhanaan
Meski menjabat Wakil Presiden, hidupnya tetap bersahaja dan jujur.
Profil Singkat Mohammad Hatta
Berikut fakta dasar tentang sosok Bung Hatta sebelum menelusuri perjalanan hidupnya.
Perjalanan Hidup Bung Hatta
Dari kota kecil di Sumatera Barat hingga meja perundingan internasional, berikut babak-babak penting kehidupan Mohammad Hatta.
Lahir di Bukittinggi
Mohammad Hatta lahir dengan nama Mohammad Athar. Ayahnya wafat ketika ia masih bayi, sehingga ia dibesarkan oleh ibunya, Siti Saleha, dan keluarga besarnya.
Masa Sekolah di Sumatera Barat
Hatta bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) lalu MULO di Padang. Sejak muda ia dikenal gemar membaca dan aktif di organisasi pemuda Jong Sumatranen Bond sebagai bendahara.
Berangkat ke Belanda
Setelah menempuh pendidikan dagang di Batavia, Hatta melanjutkan studi ekonomi di Handels Hoogeschool Rotterdam, Belanda.
Aktif di Perhimpunan Indonesia
Di Belanda, Hatta aktif dan menjadi pemimpin Perhimpunan Indonesia (PI), organisasi mahasiswa yang memperjuangkan kemerdekaan lewat pemikiran dan diplomasi.
Masa Pengasingan
Karena aktivitas politiknya, Hatta diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Boven Digoel, lalu ke Banda Neira bersama Sutan Sjahrir.
Mendampingi Proklamasi Kemerdekaan
Hatta mendampingi Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan turut menandatanganinya atas nama bangsa Indonesia.
Wakil Presiden Pertama RI
Hatta dilantik sebagai Wakil Presiden pertama Indonesia. Ia berperan besar dalam diplomasi, termasuk Perjanjian Linggarjati (1946) dan Perjanjian Renville (1948), serta sempat menjadi Perdana Menteri pada 1948.
Dianugerahi Gelar Bapak Koperasi
Berkat kiprahnya menggerakkan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, Hatta dianugerahi gelar Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi di Bandung.
Mengundurkan Diri
Karena perbedaan pandangan politik dengan Soekarno, Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden pada 1 Desember 1956, meski persahabatan mereka tetap terjaga.
Wafat
Mohammad Hatta wafat pada 14 Maret 1980 di Jakarta, meninggalkan warisan pemikiran ekonomi dan teladan kesederhanaan bagi bangsa Indonesia.

Suka Kisah Bung Hatta? Masih Ada 99 Pahlawan Lainnya!
Kenalkan anak pada kisah lengkap 100 pahlawan Indonesia dalam satu buku digital yang seru dan mudah dipahami.
🎯 Dapatkan Versi LengkapKontribusi Utama Mohammad Hatta bagi Indonesia
Proklamator Kemerdekaan
Mendampingi Soekarno membacakan dan menandatangani teks proklamasi kemerdekaan.
Wakil Presiden Pertama
Menjabat Wakil Presiden RI dan sempat menjadi Perdana Menteri pada masa awal kemerdekaan.
Bapak Koperasi Indonesia
Menggagas gerakan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat melawan ketidakadilan ekonomi.
Diplomat Ulung
Memimpin perundingan penting seperti Linggarjati dan Renville untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Cendekiawan & Penulis
Menulis banyak karya pemikiran tentang ekonomi, koperasi, dan demokrasi bagi Indonesia.
Teladan Integritas
Dikenal jujur dan sederhana, menolak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Tahukah Kamu Tentang Bung Hatta?
Meski menjabat Wakil Presiden, Hatta hidup bersahaja dan menolak fasilitas berlebihan. Ia dikenal menabung lama untuk membeli barang yang diinginkannya, mencerminkan sikap hidup yang jujur dan tidak berlebihan.
Perhimpunan Indonesia adalah organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda yang memperjuangkan kemerdekaan lewat pemikiran, tulisan, dan diplomasi. Hatta menjadi salah satu pemimpinnya selama masa studinya di Rotterdam.
Karena aktivitas politiknya, Hatta diasingkan ke Boven Digoel (Papua) lalu ke Banda Neira bersama Sutan Sjahrir, sebelum dibebaskan saat masa pendudukan Jepang.
Hatta melihat koperasi sebagai cara membangun ekonomi rakyat secara gotong royong dan adil. Pemikirannya mendorong lahirnya gerakan koperasi di seluruh Indonesia, sehingga ia dianugerahi gelar Bapak Koperasi Indonesia.
Hatta memimpin delegasi Indonesia dalam berbagai perundingan dengan Belanda, termasuk Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville, untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia lewat jalur diplomasi.
Dwi Tunggal: Peran Soekarno dan Hatta
Soekarno dan Hatta dikenal sebagai “Dwi Tunggal” — dua tokoh dengan karakter berbeda yang saling melengkapi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
🔥 Soekarno
- Orator yang membakar semangat rakyat.
- Perumus gagasan Pancasila.
- Presiden pertama Republik Indonesia.
📘 Mohammad Hatta
- Pemikir tenang dan teliti di bidang ekonomi.
- Diplomat dalam berbagai perundingan penting.
- Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.
Tanda Tangan Hatta dalam Teks Proklamasi
Hatta menjadi penanda tangan kedua dalam naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia, bersama Soekarno, pada 17 Agustus 1945.
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia, Soekarno – Hatta
Pelajaran Hidup dari Bung Hatta
- Ketekunan belajar sejak kecil menjadi bekal untuk berpikir jernih dan mendalam.
- Kejujuran dan kesederhanaan tetap bisa dijaga meski memegang jabatan tinggi.
- Perbedaan pendapat tidak harus mengakhiri persahabatan yang tulus.
- Perjuangan bisa dilakukan lewat pemikiran, tulisan, dan diplomasi, bukan hanya di garis depan.
🤔 Menurutmu, sikap Bung Hatta mana yang paling menginspirasimu untuk diterapkan sehari-hari?
Tidak ada jawaban salah — ini ruang untuk merenung, bukan dinilai.
📖 Jelajahi Kisah Pahlawan Lainnya
Setelah mengenal Bung Hatta, ajak anak menjelajahi kisah 99 pahlawan Nusantara lainnya lewat ebook interaktif “100 Pahlawan Indonesia”.
🎯 Dapatkan Versi LengkapUji Pemahamanmu Tentang Mohammad Hatta
Yuk, coba jawab 8 pertanyaan berikut untuk menguji seberapa baik kamu mengenal Bung Hatta!

Jadikan Anak Cinta Sejarah Bangsa
100 kisah pahlawan, ilustrasi menarik, dan bahasa yang mudah dipahami anak — semua ada dalam satu ebook.
🎯 Dapatkan Versi LengkapTanya Jawab Seputar Mohammad Hatta
Mohammad Hatta adalah proklamator kemerdekaan dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, yang juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Nama lengkapnya saat lahir adalah Mohammad Athar.
Karena pemikiran dan perannya menggerakkan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, ia dianugerahi gelar tersebut pada Kongres Koperasi di Bandung tahun 1953.
Ia menempuh pendidikan ekonomi di Handels Hoogeschool Rotterdam, Belanda, mulai tahun 1921.
Karena aktivitas politiknya dalam memperjuangkan kemerdekaan, ia diasingkan ke Boven Digoel dan kemudian Banda Neira.
Hatta mendampingi Soekarno membacakan dan menandatangani teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Hatta mengundurkan diri pada 1 Desember 1956 karena perbedaan pandangan politik, meski persahabatannya dengan Soekarno tetap terjaga.
Mohammad Hatta wafat pada 14 Maret 1980 di Jakarta.
Ketekunan belajar, kejujuran, kesederhanaan, dan kemampuan menjaga persahabatan meski berbeda pendapat adalah nilai-nilai utama dari kisah hidupnya.
Warisannya meliputi kemerdekaan Indonesia, gerakan koperasi yang membantu ekonomi rakyat, dan teladan integritas dalam memimpin.
Jelajahi Topik Terkait
Satu Kisah, Banyak Pelajaran
Kisah Mohammad Hatta mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak selalu tampil menyala-nyala — kadang ia hadir dalam ketenangan, ketekunan, dan kejujuran. Semoga teladan Bung Hatta terus menginspirasi generasi muda Indonesia.






