



100+ Tanya Jawab Interaktif Kisah Nabi Adam AS Lengkap – Dari Penciptaan hingga Wafat | Edukasi Islami Anak

25 Kuis Kartu Tanya Jawab Nabi Adam AS
🕌 Kartu Tanya Jawab Nabi Adam AS
Belajar tentang Bapak Manusia dari Al-Quran dan Hadis
❓
PERTANYAAN 1
✅
JAWABAN
PEMBAHASAN
Sumber: Al-Quran, Hadis Sahih, dan Kitab Nabawiyah Ulama Terpercaya


25 Kuis Benar atau Salah Nabi Adam AS
Kuis Nabi Adam AS
Mari belajar sejarah Bapak Umat Manusia
Memuat soal…
Alhamdulillah, Selesai!

25 Kuis Pilihan Ganda Nabi Adam AS
Kuis Interaktif Kisah Nabi Adam AS
25 Kuis Esai Nabi Adam AS
Kuis Interaktif: Kisah Nabi Adam AS
Kuis ini berisi 25 pertanyaan esai tentang kehidupan Nabi Adam AS dari penciptaan hingga wafat, dilengkapi jawaban dan pembahasan berdasarkan Al-Quran, hadis sahih, dan kitab-kitab ulama terpercaya.
1
Bagaimana proses penciptaan Nabi Adam AS menurut Al-Quran?
Jawaban:
Nabi Adam AS diciptakan Allah SWT dari tanah (turab). Allah menyempurnakan penciptaannya, lalu meniupkan ruh ke dalamnya. Proses penciptaan Adam dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Quran, antara lain dari tanah, tanah liat kering, dan lumpur hitam.
Pembahasan:
Proses penciptaan Adam AS disebutkan dalam beberapa ayat Al-Quran. Surah Al-Hijr ayat 26: “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” Surah As-Sajdah ayat 7: “Dia (Allah) yang memulai penciptaan manusia dari tanah.” Juga dalam Surah Shad ayat 71: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.'”
Sumber: QS. Al-Hijr: 26, QS. As-Sajdah: 7, QS. Shad: 71
2
Apa perintah Allah kepada para malaikat terkait penciptaan Adam AS?
Jawaban:
Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam AS sebagai bentuk penghormatan, bukan penyembahan.
Pembahasan:
Setelah menciptakan Adam, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya. Semua malaikat bersujud kecuali Iblis (yang saat itu termasuk golongan jin). Iblis menolak karena merasa lebih mulia daripada Adam, dengan alasan diciptakan dari api sedangkan Adam dari tanah. Peristiwa ini diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 34: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.”
Sumber: QS. Al-Baqarah: 34, QS. Al-A’raf: 11-12
3
Dimana Adam AS dan Hawa pertama kali ditempatkan oleh Allah?
Jawaban:
Adam AS dan istrinya, Hawa, pertama kali ditempatkan oleh Allah di Surga (Jannah).
Pembahasan:
Setelah menciptakan Adam, Allah menempatkannya di Surga. Kemudian Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam untuk menjadi pasangannya. Mereka berdua tinggal di Surga dengan segala kenikmatan dan kebebasan, kecuali satu larangan. Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 35: “Dan Kami berfirman, ‘Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di Surga ini, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di dalamnya dimana saja kamu berdua kehendaki. Dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, nanti kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.'”
Sumber: QS. Al-Baqarah: 35, QS. Al-A’raf: 19
4
Apa larangan Allah kepada Adam dan Hawa saat di Surga?
Jawaban:
Allah melarang Adam dan Hawa mendekati dan memakan buah dari satu pohon tertentu di Surga.
Pembahasan:
Allah memberikan kebebasan penuh kepada Adam dan Hawa untuk menikmati segala sesuatu di Surga, kecuali satu pohon tertentu. Larangan ini disebutkan dalam beberapa ayat Al-Quran. Dalam Surah Al-A’raf ayat 19: “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di Surga, dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai, tetapi janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, nanti kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” Jenis pohon ini tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Quran, dan para ulama berbeda pendapat tentang hakikatnya.
Sumber: QS. Al-Baqarah: 35, QS. Al-A’raf: 19
5
Bagaimana tipu daya Iblis terhadap Adam dan Hawa?
Jawaban:
Iblis menipu Adam dan Hawa dengan mengatakan bahwa pohon yang dilarang itu akan membuat mereka kekal dan menjadi malaikat atau raja.
Pembahasan:
Iblis bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam. Ia mendatangi Adam dan Hawa dengan tipu daya, membisikkan bahwa Allah melarang mereka mendekati pohon itu agar mereka tidak menjadi malaikat atau tidak kekal. Dalam Surah Al-A’raf ayat 20-21: “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya. Setan berkata, ‘Tuhan kamu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (di Surga).’ Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya aku adalah termasuk dari penasihat kamu berdua.'”
Sumber: QS. Al-A’raf: 20-21, QS. Thaha: 120
6
Apa konsekuensi dari pelanggaran Adam dan Hawa terhadap larangan Allah?
Jawaban:
Adam dan Hawa diturunkan dari Surga ke bumi, dan mereka serta keturunannya akan mengalami kehidupan dunia dengan segala kesulitannya.
Pembahasan:
Setelah melanggar larangan Allah, Adam dan Hawa menyadari kesalahan mereka dan merasa malu karena aurat mereka terbuka. Allah kemudian menurunkan mereka dari Surga ke bumi. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 36: “Lalu setan memperdayakan mereka berdua dari Surga sehingga dikeluarkan dari (segala) kenikmatan ketika mereka berada di (Surga). Dan Kami berfirman, ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.'” Di bumi, mereka harus bekerja, berusaha, dan menghadapi berbagai tantangan.
Sumber: QS. Al-Baqarah: 36-38, QS. Al-A’raf: 24-25
7
Bagaimana respon Adam dan Hawa setelah melanggar larangan Allah?
Jawaban:
Adam dan Hawa segera bertaubat, mengakui kesalahan mereka, dan memohon ampun kepada Allah.
Pembahasan:
Setelah melanggar larangan, Adam dan Hawa menyadari kesalahan mereka dan segera bertaubat. Mereka berdoa memohon ampunan Allah. Doa mereka diabadikan dalam Surah Al-A’raf ayat 23: “Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.'” Allah menerima taubat mereka karena Dia Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Sumber: QS. Al-A’raf: 23, QS. Al-Baqarah: 37
8
Apa yang diajarkan Allah kepada Adam setelah diturunkan ke bumi?
Jawaban:
Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu, dan Adam mengajarkannya kepada anak-anaknya.
Pembahasan:
Sebelum diturunkan ke bumi, Allah telah mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu. Ilmu ini kemudian diwariskan kepada anak keturunannya. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 31: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman, ‘Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda-benda) itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!'” Kemampuan Adam dalam menamai segala benda menunjukkan kelebihan ilmu yang diberikan Allah kepadanya.
Sumber: QS. Al-Baqarah: 31-33
9
Dimana Nabi Adam AS pertama kali diturunkan ke bumi menurut riwayat?
Jawaban:
Menurut beberapa riwayat, Adam diturunkan di India (atau Sri Lanka) sedangkan Hawa di Jeddah, kemudian mereka bertemu di Jabal Rahmah, Arafah.
Pembahasan:
Berdasarkan beberapa riwayat dari sahabat dan tabi’in, Adam diturunkan di India (ada yang mengatakan di Ceylon/Sri Lanka), sedangkan Hawa diturunkan di Jeddah. Mereka kemudian saling mencari dan bertemu di Jabal Rahmah di padang Arafah. Tempat pertemuan ini menjadi salah satu alasan mengapa Arafah menjadi bagian penting dalam ibadah haji. Riwayat ini disebutkan dalam kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Ath-Thabari.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, hadis-hadis tentang Adam
10
Berapa banyak anak yang dimiliki Nabi Adam AS menurut riwayat yang sahih?
Jawaban:
Nabi Adam AS memiliki banyak anak. Riwayat yang paling masyhur menyebutkan 40 anak, 20 pasang laki-laki dan perempuan.
Pembahasan:
Menurut riwayat yang disebutkan dalam beberapa kitab, Nabi Adam AS memiliki 40 anak, terdiri dari 20 pasang laki-laki dan perempuan. Anak-anak Adam lahir secara kembar (laki-laki dan perempuan). Pernikahan antar saudara kala itu diperbolehkan karena belum ada manusia lain, dengan ketentuan anak laki-laki dari satu pasangan menikah dengan anak perempuan dari pasangan lain. Riwayat ini disebutkan dalam kitab-kitab seperti Qashash al-Anbiya’ karya Ibnu Katsir.
Sumber: Qashash al-Anbiya’ Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir
11
Siapa anak pertama Nabi Adam AS yang disebutkan dalam riwayat?
Jawaban:
Menurut riwayat, anak pertama Adam dan Hawa adalah Qabil (Kain) dan saudara perempuannya yang bernama Iqlima (menurut beberapa riwayat).
Pembahasan:
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa anak pertama Adam adalah Qabil (Kain) dan saudara perempuannya. Kemudian lahir Habil (Abel) dan saudara perempuannya. Allah mengilhamkan kepada Adam untuk menikahkan Qabil dengan saudara perempuan Habil, dan Habil dengan saudara perempuan Qabil. Namun Qabil menolak karena menganggap saudara perempuannya sendiri lebih cantik. Perselisihan inilah yang berujung pada pembunuhan pertama dalam sejarah manusia.
Sumber: Qashash al-Anbiya’ Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari
12
Apa pelajaran dari kisah Qabil dan Habil?
Jawaban:
Kisah Qabil dan Habil mengajarkan tentang bahaya iri hati, pentingnya menerima ketetapan Allah, dan bahwa pembunuhan adalah dosa besar.
Pembahasan:
Kisah Qabil dan Habil diabadikan dalam Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 27-31. Allah menerima kurban Habil (seorang penggembala) dan menolak kurban Qabil (seorang petani) karena ketulusan Habil. Qabil kemudian membunuh Habil karena iri. Dari kisah ini kita belajar: (1) Allah hanya menerima amal yang dilandasi ketakwaan, (2) iri hati dapat menyebabkan kejahatan besar, (3) pembunuhan adalah dosa besar, (4) pentingnya menerima ketetapan Allah dengan ikhlas.
Sumber: QS. Al-Maidah: 27-31
13
Apa yang terjadi setelah Qabil membunuh Habil menurut Al-Quran?
Jawaban:
Allah mengutus seekor burung gagak untuk mengajarkan Qabil bagaimana menguburkan jenazah saudaranya. Qabil kemudian menyesal.
Pembahasan:
Setelah membunuh Habil, Qabil kebingungan apa yang harus dilakukan dengan jenazah saudaranya. Allah kemudian mengutus seekor burung gagak yang menggaruk-garuk tanah untuk menunjukkan cara menguburkan jenazah. Qabil pun menyesal atas perbuatannya, namun penyesalan itu sudah terlambat. Peristiwa ini dijelaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 31: “Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak yang menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan jenazah saudaranya. Dia (Qabil) berkata, ‘Celaka aku! Apa aku tidak mampu seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan jenazah saudaraku?’ Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.”
Sumber: QS. Al-Maidah: 31
14
Bagaimana Nabi Adam AS mengajarkan tauhid kepada anak-anaknya?
Jawaban:
Nabi Adam AS mengajarkan anak-anaknya untuk hanya menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.
Pembahasan:
Sebagai nabi pertama, Adam bertugas menyampaikan ajaran tauhid kepada keturunannya. Ia mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Ajaran ini diteruskan oleh nabi-nabi berikutnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis qudsi riwayat Bukhari, Adam disebutkan sebagai nabi pertama yang menerima wahyu dari Allah.
Sumber: Hadis riwayat Bukhari, QS. Al-Baqarah: 37-38
15
Berapa lama Nabi Adam AS hidup menurut riwayat yang sahih?
Jawaban:
Menurut hadis sahih, Nabi Adam AS hidup selama 1000 tahun.
Pembahasan:
Dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah menciptakan Adam tingginya 60 hasta… Adam hidup selama 1000 tahun.” Namun ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa usia Adam adalah 930 tahun berdasarkan penafsiran ayat Al-Quran. Perbedaan ini dijelaskan oleh para ulama sebagai perhitungan yang berbeda (tahun langit vs tahun bumi).
Sumber: Hadis riwayat Bukhari, QS. Al-Ankabut: 14
16
Siapakah anak Adam yang menjadi nabi menurut keyakinan Islam?
Jawaban:
Syits (Seth) adalah anak Adam yang diangkat menjadi nabi setelah kematian Habil, menurut keyakinan Islam.
Pembahasan:
Setelah kematian Habil dan pengusiran Qabil, Allah menganugerahkan kepada Adam seorang anak bernama Syits (dalam bahasa Ibrani berarti “anugerah Allah”). Syits diangkat menjadi nabi dan penerus ajaran tauhid dari Adam. Ia dikenal sebagai manusia pertama yang belajar menulis dan mengembangkan peradaban. Keturunan Syits inilah yang melahirkan nabi-nabi berikutnya, termasuk Idris, Nuh, Ibrahim, sampai Muhammad SAW.
Sumber: Qashash al-Anbiya’ Ibnu Katsir, Ath-Thabari
17
Apa pekerjaan atau mata pencaharian Nabi Adam AS di bumi?
Jawaban:
Nabi Adam AS bekerja sebagai petani yang mengolah tanah untuk bercocok tanam.
Pembahasan:
Setelah diturunkan ke bumi, Adam harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan riwayat, Adam bekerja mengolah tanah, bercocok tanam, dan bertani. Hal ini sesuai dengan kondisi manusia yang harus berusaha di bumi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Adam adalah manusia pertama yang membajak tanah dan menanam gandum.
Sumber: Qashash al-Anbiya’, berbagai riwayat tentang Adam
18
Bagaimana bentuk fisik Nabi Adam AS menurut hadis sahih?
Jawaban:
Menurut hadis sahih, Nabi Adam AS diciptakan dengan tinggi 60 hasta (sekitar 27-30 meter).
Pembahasan:
Dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta. Kemudian Allah berfirman: ‘Pergilah, beri salam kepada para malaikat itu, dan dengarkan salam mereka kepadamu. Itulah salammu dan salam keturunanmu.’ Adam berkata: ‘Assalamu’alaikum.’ Mereka menjawab: ‘Assalamu’alaika wa rahmatullah.’ Mereka menambahkan ‘wa rahmatullah’.” Tinggi 60 hasta diperkirakan sekitar 27-30 meter. Manusia kemudian semakin menurun tingginya sampai seperti sekarang.
Sumber: Hadis riwayat Bukhari no. 6227
19
Dimana Nabi Adam AS dimakamkan menurut riwayat?
Jawaban:
Menurut riwayat, Nabi Adam AS dimakamkan di gua di Jabal Qubais, Mekah, atau menurut riwayat lain, bersama dengan Nuh di Masjid Al-Khalil (Hebron).
Pembahasan:
Ada beberapa riwayat tentang tempat pemakaman Adam. Riwayat yang kuat menyebutkan bahwa Adam dimakamkan di gua di Jabal Qubais dekat Mekah. Riwayat lain mengatakan bahwa jasad Adam dibawa oleh Nuh ke dalam bahtera saat banjir besar, kemudian dimakamkan bersama Nuh di Masjid Al-Khalil (Hebron) di Palestina. Namun riwayat-riwayat ini memiliki derajat yang berbeda-beda, dan yang paling penting adalah mengambil pelajaran dari kehidupan Adam, bukan terfokus pada tempat makamnya.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Qashash al-Anbiya’
20
Apa mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Adam AS?
Jawaban:
Mukjizat Nabi Adam AS antara lain: diajari nama-nama segala sesuatu, diberikan ilmu yang luas, dan kemampuan untuk mengajarkannya kepada anak-anaknya.
Pembahasan:
Sebagai nabi pertama, Adam diberi mukjizat oleh Allah berupa: (1) Diajari nama-nama segala sesuatu (QS. Al-Baqarah: 31), (2) Ditiupkan ruh langsung oleh Allah, (3) Ditempatkan di Surga, (4) Dijadikan khalifah di bumi, (5) Diterima taubatnya secara langsung. Kelebihan Adam atas malaikat dalam hal ilmu menunjukkan kemuliaannya di sisi Allah.
Sumber: QS. Al-Baqarah: 30-34, QS. Al-A’raf: 11-25
21
Apa keutamaan Nabi Adam AS atas malaikat menurut Al-Quran?
Jawaban:
Keutamaan Adam atas malaikat adalah ilmunya tentang nama-nama benda, yang tidak dimiliki oleh malaikat.
Pembahasan:
Ketika Allah mengajarkan nama-nama segala sesuatu kepada Adam, kemudian memerintahkan Adam menyebutkannya di hadapan malaikat, malaikat mengakui ketidaktahuan mereka. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 32-33: “Mereka (malaikat) menjawab, ‘Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.’ Allah berfirman, ‘Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!’ Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Allah berfirman, ‘Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?'”
Sumber: QS. Al-Baqarah: 31-34
22
Bagaimana Nabi Adam AS menerima wahyu dari Allah?
Jawaban:
Nabi Adam AS menerima wahyu melalui ilham (bisikan langsung ke dalam hati) dan kalam (perkataan langsung) dari Allah.
Pembahasan:
Sebagai nabi pertama, Adam menerima wahyu langsung dari Allah. Dalam hadis qudsi riwayat Bukhari, Allah berfirman langsung kepada Adam. Juga dalam Al-Quran disebutkan bahwa Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu. Para ulama menjelaskan bahwa cara penerimaan wahyu para nabi berbeda-beda, dan Adam termasuk nabi yang menerima wahyu secara langsung dari Allah.
Sumber: Hadis qudsi riwayat Bukhari, QS. Al-Baqarah: 37
23
Apa wasiat Nabi Adam AS kepada anak-anaknya sebelum wafat?
Jawaban:
Nabi Adam AS berwasiat kepada anak-anaknya untuk tetap bertauhid, menyembah Allah semata, dan menjauhi syirik.
Pembahasan:
Sebelum wafat, Adam mengumpulkan anak-anaknya dan berwasiat agar mereka tetap beriman kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Ia juga berpesan agar mereka taat kepada nabi-nabi yang akan datang dari keturunannya. Wasiat tauhid ini menjadi ajaran utama yang diteruskan oleh seluruh nabi sampai Nabi Muhammad SAW.
Sumber: Qashash al-Anbiya’, berbagai kitab sirah nabawiyah
24
Bagaimana proses kematian Nabi Adam AS menurut riwayat?
Jawaban:
Malaikat maut datang kepada Adam dengan menyamar sebagai manusia. Adam kaget dan lari, tetapi malaikat maut tetap bisa mencabut nyawanya.
Pembahasan:
Dalam riwayat yang disebutkan dalam beberapa kitab, ketika ajal Adam telah dekat, Allah mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawanya. Malaikat maut datang dengan menyamar sebagai manusia. Adam yang tidak mengenalnya merasa takut dan lari. Namun malaikat maut tetap bisa menangkapnya. Adam bertanya, “Apakah engkau malaikat maut?” Ia menjawab, “Ya.” Adam pun berserah diri kepada ketetapan Allah. Riwayat ini mengajarkan bahwa kematian pasti datang kepada setiap makhluk hidup.
Sumber: Qashash al-Anbiya’ Ibnu Katsir
25
Apa pelajaran utama dari kisah Nabi Adam AS bagi kita?
Jawaban:
Pelajaran utama dari kisah Nabi Adam AS adalah: taat kepada Allah, segera bertaubat jika berbuat salah, waspada terhadap tipu daya setan, dan menerima ketetapan Allah dengan ikhlas.
Pembahasan:
Kisah Nabi Adam AS mengandung banyak pelajaran berharga: (1) Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, (2) Setan adalah musuh nyata yang selalu berusaha menyesatkan, (3) Ketaatan kepada Allah membawa kebahagiaan, sementara maksiat membawa kesengsaraan, (4) Taubat nasuha akan diterima Allah, (5) Kehidupan dunia adalah ujian sementara, (6) Ilmu lebih utama dari sekadar ibadah ritual tanpa pemahaman, (7) Manusia harus rendah hati dan tidak sombong seperti Iblis. Kisah Adam mengajarkan kita tentang asal-usul manusia dan tujuan penciptaannya.
Sumber: Berbagai ayat Al-Quran tentang Adam, hadis-hadis sahih



