
041. Apakah malaikat bisa mendengar doa kita?
Ya, malaikat bisa mendengar doa yang kita ucapkan, terutama malaikat yang bertugas mencatat amal dan doa manusia. Namun, malaikat tidak memiliki kuasa untuk mengabulkannya, karena hanya Allah-lah yang berhak mengabulkan setiap doa. Malaikat bertugas menyampaikan doa hamba-hamba Allah yang saleh kepada-Nya, terutama ketika doa itu diucapkan dengan penuh keikhlasan dan hati yang bersih.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat akan mendoakan orang yang berdoa kebaikan bagi saudaranya tanpa sepengetahuannya. Artinya, malaikat bisa menjadi perantara doa kebaikan. Misalnya, ketika kita mendoakan teman agar sukses atau sehat, malaikat juga ikut berdoa, “Amin, dan semoga engkau mendapatkan hal yang sama.” Itulah sebabnya Islam menganjurkan agar kita sering berdoa untuk orang lain.
Dengan begitu, malaikat bukan hanya saksi atas doa kita, tapi juga sahabat yang ikut mengiringinya menuju langit. Maka, perbanyaklah berdoa dan berbicara kepada Allah dengan hati yang tulus. Malaikat akan mencatatnya sebagai amal saleh dan membawa doa itu kepada Allah Yang Maha Mendengar.
042. Apa yang dilakukan malaikat ketika kita sedang tidur?
Ketika kita tidur, malaikat tetap bekerja menjaga dan mencatat amal perbuatan kita. Ada malaikat yang menjaga tubuh kita agar tetap aman selama tidur, disebut malaikat penjaga (hafazah). Mereka melindungi kita dari gangguan jin, mimpi buruk, atau bahaya yang bisa mencelakakan, atas izin Allah.
Selain itu, malaikat juga mencatat amalan sebelum kita tidur. Misalnya, jika sebelum tidur kita membaca doa, berzikir, atau memaafkan orang lain, semua itu dicatat sebagai amal kebaikan. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita berzikir dan membaca ayat Kursi sebelum tidur, karena malaikat akan menjaga kita sepanjang malam.
Tidur yang disertai doa dan zikir membuat malaikat mengiringi kita dengan rahmat Allah. Tetapi jika seseorang tidur tanpa ingat Allah, malaikat tidak mendekat. Maka, biasakanlah menutup hari dengan dzikir dan doa agar tidur kita menjadi ibadah yang dijaga oleh malaikat.
043. Apakah malaikat mencatat setiap kata yang kita ucapkan?
Ya, benar. Malaikat mencatat setiap kata yang kita ucapkan, baik yang baik maupun buruk. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Tidak ada satu kata pun yang diucapkan melainkan di dekatnya ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat” (QS. Qaf: 18). Ini berarti setiap kalimat, ucapan, bahkan bisikan yang keluar dari mulut kita tidak luput dari catatan malaikat.
Malaikat Raqib bertugas mencatat ucapan dan amal baik, sedangkan malaikat Atid mencatat ucapan dan amal buruk. Jadi, ketika kita berkata jujur, sopan, dan mengucapkan salam, malaikat mencatat pahala. Sebaliknya, jika kita berkata kasar atau dusta, maka malaikat juga menulisnya sebagai dosa.
Oleh karena itu, Islam mengajarkan kita untuk menjaga lisan. Kata-kata adalah cerminan hati. Bila hati bersih, ucapan kita pun baik dan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Malaikat selalu menjadi saksi atas setiap kata, jadi berhati-hatilah saat berbicara.
044. Mengapa malaikat sangat taat kepada Allah?
Malaikat diciptakan dengan fitrah untuk selalu taat dan patuh kepada Allah tanpa pernah membangkang. Mereka tidak memiliki nafsu seperti manusia, sehingga tidak tergoda oleh hal-hal duniawi. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa mereka “tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At-Tahrim: 6).
Ketaatan malaikat adalah bentuk kesempurnaan ibadah. Mereka terus bertasbih siang dan malam tanpa henti. Malaikat tidak pernah lelah memuji Allah, dan tidak pernah merasa bosan menjalankan tugas-tugasnya. Karena itulah, mereka menjadi contoh ketaatan yang sempurna bagi makhluk lain.
Bagi manusia, malaikat menjadi teladan bahwa ketaatan tanpa pamrih adalah bentuk cinta sejati kepada Allah. Semakin kita ikhlas dalam menaati perintah-Nya, semakin dekat pula kita kepada derajat para malaikat di sisi Allah.
045. Apakah malaikat bisa mengetahui isi hati manusia?
Tidak. Malaikat tidak mengetahui isi hati manusia, karena hanya Allah yang Maha Mengetahui isi hati dan pikiran setiap makhluk. Malaikat hanya mencatat apa yang tampak, seperti ucapan, perbuatan, dan niat yang diungkapkan secara jelas. Namun, mereka tidak bisa membaca rahasia hati seseorang kecuali jika Allah memberi izin.
Walaupun demikian, malaikat mencatat niat baik yang disertai kesungguhan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika seseorang berniat melakukan kebaikan tetapi belum sempat melakukannya, maka Allah sudah mencatatnya sebagai satu kebaikan. Ini menunjukkan bahwa malaikat pun mencatat berdasarkan perintah Allah, bukan berdasarkan pengetahuan mereka sendiri.
Maka, penting bagi manusia untuk memperbaiki niat sebelum beramal. Meskipun malaikat tidak tahu isi hati, Allah tahu segalanya. Ketulusan dalam berbuat baik akan tetap sampai kepada-Nya dan dibalas dengan pahala yang besar.
046. Apakah malaikat bisa berbicara dengan manusia?
Ya, malaikat bisa berbicara dengan manusia, tetapi hanya dengan izin Allah. Dalam sejarah Islam, banyak contoh ketika malaikat menyampaikan pesan kepada manusia. Misalnya, malaikat Jibril sering berbicara kepada para nabi untuk menyampaikan wahyu. Bahkan, ada juga kisah malaikat berbicara dengan orang saleh yang sedang diuji imannya.
Namun, manusia biasa tidak dapat melihat atau berbicara dengan malaikat kecuali dalam keadaan tertentu yang sangat jarang. Kadang malaikat menampakkan diri dalam bentuk manusia, seperti saat malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam rupa seorang laki-laki untuk mengajarkan tentang iman, Islam, dan ihsan.
Jika kita berbuat baik dan menjaga hati, bisa jadi malaikat mendoakan kita tanpa kita sadari. Mereka adalah sahabat tak kasat mata yang mendampingi manusia menuju kebaikan dan menjaga dari keburukan.
047. Apakah malaikat pernah beristirahat?
Tidak, malaikat tidak pernah beristirahat seperti manusia. Mereka tidak tidur, makan, atau merasa lelah. Allah memberi mereka kekuatan untuk terus beribadah dan melaksanakan tugasnya tanpa henti. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malaikat “tidak merasa bosan dan tidak berhenti bertasbih siang dan malam” (QS. Al-Anbiya: 20).
Karena tidak memiliki kebutuhan jasmani seperti manusia, malaikat dapat terus bekerja dan memuji Allah sepanjang waktu. Mereka tidak mengenal waktu istirahat atau tidur karena diciptakan dari cahaya yang suci dan kuat.
Kita dapat belajar dari semangat malaikat untuk terus berbuat baik dan mengingat Allah. Walau manusia memerlukan istirahat, kita bisa meniru semangat mereka dengan terus istiqamah dalam beribadah dan beramal saleh setiap hari.
048. Apakah malaikat ikut bersedih jika manusia berbuat dosa?
Ya, malaikat bersedih ketika melihat manusia berbuat dosa. Mereka mencintai hamba-hamba Allah yang taat dan selalu berharap manusia berjalan di jalan yang benar. Saat manusia berbuat maksiat, malaikat merasa sedih karena harus mencatat perbuatan buruk itu sesuai tugasnya.
Namun, jika manusia segera bertaubat, malaikat ikut bergembira. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika seorang hamba bertaubat, Allah bergembira, begitu pula makhluk-makhluk-Nya yang taat, termasuk para malaikat. Mereka menyambut kembalinya manusia ke jalan kebaikan dengan doa dan pujian kepada Allah.
Maka, jangan biarkan malaikat bersedih karena dosa kita. Perbanyaklah istighfar dan kebaikan agar malaikat selalu mencatat hal-hal yang membuat mereka senang, yaitu amal saleh dan ibadah kepada Allah.
049. Apakah malaikat bisa melihat masa depan?
Tidak, malaikat tidak mengetahui masa depan. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala yang akan terjadi. Malaikat hanya tahu apa yang diperintahkan dan diberitahukan oleh Allah. Mereka tidak memiliki kekuasaan untuk menebak, meramal, atau menentukan masa depan manusia.
Tugas malaikat adalah melaksanakan perintah Allah sesuai takdir yang sudah ditetapkan. Misalnya, malaikat maut mengetahui waktu kematian seseorang bukan karena ia meramalkan, tapi karena Allah sudah memberitahukannya saat tugas itu diberikan.
Jadi, tidak ada makhluk yang bisa mengetahui masa depan kecuali Allah. Malaikat pun tunduk sepenuhnya pada ilmu dan kehendak-Nya. Hal ini mengajarkan kita agar tidak percaya pada ramalan dan hanya bersandar kepada Allah dalam menghadapi masa depan.
050. Apakah malaikat ikut hadir di majelis ilmu?
Ya, malaikat sangat menyukai majelis ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat membentangkan sayapnya menaungi para penuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Mereka berkumpul di tempat-tempat di mana nama Allah disebut dan ilmu bermanfaat diajarkan.
Malaikat juga mencatat pahala bagi setiap orang yang duduk di majelis ilmu, bahkan bagi orang yang hanya datang karena ingin mendengarkan. Tempat-tempat seperti masjid, sekolah, dan rumah yang digunakan untuk belajar agama menjadi tempat yang dicintai malaikat.
Oleh karena itu, menuntut ilmu bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengundang kehadiran malaikat dan rahmat Allah. Setiap kali kita belajar sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah, malaikat hadir untuk mendoakan dan melindungi kita.



