
061. Apakah malaikat dapat masuk ke rumah yang kotor atau najis?
Malaikat tidak menyukai tempat yang kotor, berbau najis, atau dipenuhi maksiat. Rumah yang kotor dan dipenuhi dosa akan membuat malaikat menjauh, karena mereka adalah makhluk yang suci. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar makhluk bernyawa yang diagungkan. Ini menunjukkan bahwa kebersihan dan kesucian sangat penting agar malaikat betah tinggal di rumah kita.
Jika rumah kita bersih, digunakan untuk shalat, zikir, dan membaca Al-Qur’an, maka malaikat akan datang membawa rahmat dan ketenangan. Mereka menjaga rumah itu dari gangguan setan dan keburukan. Sebaliknya, jika rumah dibiarkan kotor, penuh amarah dan maksiat, maka setan akan lebih mudah masuk, sementara malaikat pergi.
Karena itu, menjaga kebersihan rumah bukan hanya soal kesehatan jasmani, tapi juga rohani. Rumah yang bersih, harum, dan penuh dzikir adalah tempat yang disukai malaikat dan diberkahi oleh Allah.
062. Apakah malaikat ikut menghadiri shalat berjamaah di masjid?
Ya, malaikat sangat mencintai shalat berjamaah di masjid. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat ikut mencatat orang-orang yang datang lebih awal ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Mereka mendoakan rahmat dan ampunan bagi jamaah yang duduk menunggu waktu shalat.
Ketika imam mengucapkan takbir, malaikat pun ikut berbaris bersama para jamaah di langit. Mereka ikut mendoakan orang-orang yang khusyuk dalam shalat dan tetap duduk berzikir setelah shalat selesai. Malaikat juga mencatat pahala besar bagi orang yang menjaga shalat lima waktu secara berjamaah.
Jadi, ketika kita pergi ke masjid dengan hati yang bersih, sebenarnya kita tidak hanya bersama manusia, tetapi juga bersama para malaikat yang ikut beribadah kepada Allah. Masjid adalah rumah Allah dan tempat malaikat berkumpul membawa berkah.
063. Apakah malaikat mencintai anak-anak?
Ya, malaikat mencintai anak-anak karena mereka masih suci dan belum berdosa. Anak-anak yang berzikir, belajar Al-Qur’an, atau berdoa dengan hati tulus sangat disukai malaikat. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa malaikat turut hadir di majelis anak-anak yang belajar agama, dan mereka melindungi anak-anak yang selalu mengingat Allah.
Ketika seorang anak berbuat baik kepada orang tua, berbagi dengan teman, atau menolong sesama, malaikat mencatat amal itu dengan penuh kasih. Bahkan, malaikat ikut mendoakan anak yang selalu mengucapkan doa sebelum tidur, makan, atau belajar.
Itulah sebabnya anak-anak yang rajin beribadah, sopan, dan berkata lembut selalu dikelilingi oleh malaikat penjaga. Allah menjadikan mereka istimewa dan penuh keberkahan karena ketulusan hati yang masih bersih.
064. Apakah malaikat ikut mengantarkan roh orang yang meninggal?
Benar, malaikat memiliki tugas penting saat seseorang meninggal dunia. Malaikat maut datang untuk mencabut nyawa dengan lembut bagi orang saleh, atau dengan tegas bagi orang yang durhaka. Malaikat lain ikut mengiringi ruh itu menuju langit, sambil membawa wangi surga bagi orang beriman.
Dalam hadis disebutkan, ruh orang saleh dibungkus kain dari surga, lalu malaikat membawanya ke hadapan Allah untuk ditulis dalam catatan amal baik. Sedangkan ruh orang kafir atau durhaka dibungkus dengan kain dari neraka, dan malaikat memalingkan wajah darinya karena bau yang tidak sedap.
Kisah ini mengajarkan bahwa amal kita di dunia menentukan bagaimana malaikat menyambut kematian kita. Jika hidup dipenuhi ibadah dan kasih sayang, maka malaikat akan menjemput kita dengan wajah cerah dan membawa kabar gembira dari Allah.
065. Apakah malaikat mencatat perasaan sedih atau bahagia manusia?
Malaikat tidak mencatat perasaan secara langsung, tetapi mereka mencatat apa yang muncul dari perasaan itu dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Misalnya, jika seseorang sedang sedih lalu bersabar dan berdoa, maka malaikat mencatat kesabarannya sebagai amal baik. Namun jika ia mengeluh berlebihan atau berkata buruk karena marah, malaikat mencatatnya sebagai dosa.
Allah Maha Mengetahui isi hati manusia, dan malaikat mencatat wujud nyata dari isi hati itu. Karena itu, Islam mengajarkan untuk menyalurkan perasaan dengan cara yang baik: ketika bahagia bersyukur, ketika sedih bersabar. Semua sikap itu akan menjadi pahala yang besar di sisi Allah.
Dengan begitu, malaikat mengajarkan kita agar selalu mengubah setiap perasaan menjadi ibadah. Bahkan air mata karena cinta kepada Allah dan kesedihan karena dosa akan dicatat malaikat sebagai amalan yang bernilai tinggi.
066. Apakah malaikat dapat menyamar menjadi manusia?
Ya, malaikat bisa menyamar menjadi manusia dengan izin Allah. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah ketika malaikat Jibril datang dalam rupa seorang lelaki berpakaian putih dan berambut hitam untuk mengajarkan Islam kepada para sahabat Nabi. Ia duduk di depan Rasulullah ﷺ dan bertanya tentang iman, Islam, dan ihsan.
Malaikat juga pernah datang dalam bentuk manusia untuk menyampaikan pesan kepada para nabi, seperti ketika malaikat Jibril datang kepada Maryam membawa kabar kelahiran Nabi Isa. Semua perubahan bentuk ini hanya terjadi atas izin Allah dan untuk tujuan mulia.
Namun, manusia biasa tidak akan tahu bahwa yang dihadapinya adalah malaikat kecuali jika Allah berkehendak. Ini mengajarkan kita agar memperlakukan setiap orang dengan baik, karena bisa jadi Allah sedang menguji kita melalui malaikat yang menyamar.
067. Apakah malaikat ikut menyambut orang yang berbuat kebaikan?
Ya, malaikat sangat mencintai kebaikan dan ikut menyambut serta mencatatnya. Setiap kali seseorang berbuat baik — seperti bersedekah, menolong orang lain, atau mengucapkan kata lembut — malaikat langsung menuliskannya sebagai pahala. Bahkan sebelum perbuatan itu selesai, catatan kebaikan sudah naik ke langit.
Malaikat juga mengucapkan doa untuk orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat berdoa, “Ya Allah, berikan ganti kepada orang yang bersedekah, dan musnahkan harta orang yang menahan sedekah.” Ini menunjukkan betapa dekatnya malaikat dengan manusia yang suka berbuat baik.
Karena itu, setiap kebaikan kecil yang kita lakukan — bahkan sekadar senyum tulus — tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah. Malaikat menjadi saksi dan penjaga agar amal itu tetap tersimpan untuk kita kelak di akhirat.
068. Apakah malaikat menjaga orang yang sedang sakit?
Ya, malaikat menjaga dan mendoakan orang yang sedang sakit, terutama jika ia sabar dan terus mengingat Allah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika seseorang sakit, Allah mengutus malaikat untuk mencatat setiap kesabarannya sebagai pahala besar, bahkan meski ia hanya mengeluh dalam hati tapi tetap berharap kepada Allah.
Malaikat juga memohonkan ampun bagi orang yang sakit dan tetap bertawakal. Ketika seseorang menderita, Allah tidak membiarkannya sendirian — malaikat mendampingi dan menguatkan hatinya agar tetap tegar. Bahkan, sakit yang dijalani dengan sabar akan menghapus dosa-dosa kecilnya.
Jadi, ketika kita atau teman kita sakit, ingatlah bahwa malaikat sedang mendekat, membawa doa dan rahmat. Ucapkan “Alhamdulillah” dan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”, karena setiap sabar adalah ibadah yang dicatat malaikat dengan tinta surga.
069. Apakah malaikat ikut bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ?
Ya, malaikat juga bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi…” (QS. Al-Ahzab: 56). Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan Rasulullah ﷺ di sisi Allah.
Ketika malaikat bershalawat, mereka memohon kepada Allah agar menambah kemuliaan dan rahmat bagi Nabi Muhammad ﷺ. Dan ketika kita ikut bershalawat, malaikat pun turut mendoakan kita sebagai balasan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
Jadi, setiap kali kita mengucapkan “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”, kita tidak hanya mengingat Nabi, tetapi juga ikut dalam zikir para malaikat. Shalawat membuat hati tenang, dosa dihapus, dan doa lebih mudah diterima Allah.
070. Apakah malaikat dapat mendengarkan bacaan Al-Qur’an kita?
Ya, malaikat sangat senang mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Mereka mendekat ketika seseorang membaca Al-Qur’an dengan suara lembut dan hati yang khusyuk. Dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat turun ke bumi mendengarkan bacaan Al-Qur’an Ubay bin Ka’ab, hingga rumahnya dipenuhi cahaya.
Ketika kita membaca Al-Qur’an, malaikat menghadirkan ketenangan dan cahaya dalam ruangan itu. Bacaan yang tartil dan ikhlas membuat malaikat berkerumun, sementara setan lari menjauh. Karena itu, sebaiknya membaca Al-Qur’an setiap hari agar rumah selalu dijaga oleh malaikat.
Bagi anak-anak, kebiasaan membaca Al-Qur’an sejak kecil akan membuat malaikat cinta dan mendoakan mereka menjadi anak saleh. Setiap huruf yang dibaca akan dilipatgandakan pahalanya, dan malaikat menjadi saksi di hari akhir.



