Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
/
100 Tanya Jawab tentang Malaikat dalam Islam untuk Anak [LENGKAP + MUDAH DIPAHAMI]
/
Page 8
Anak Muslim mengenal arti kata Muslim.

100 Tanya Jawab tentang Malaikat dalam Islam untuk Anak [LENGKAP + MUDAH DIPAHAMI]

Table of Contents

tridaya bimbel_300x200

071. Apakah malaikat hadir saat hari Jumat?

Ya, pada hari Jumat malaikat memiliki tugas khusus. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat berdiri di pintu-pintu masjid mencatat siapa saja yang datang lebih awal untuk shalat Jumat. Mereka menulis nama-nama orang itu sesuai urutan kedatangannya, lalu menutup buku catatan ketika imam naik ke mimbar.

Selain itu, malaikat juga memenuhi bumi dengan rahmat pada hari Jumat. Mereka mendengarkan zikir, doa, dan shalawat yang diucapkan manusia. Hari Jumat adalah hari penuh cahaya, dan malaikat menyebarkan ketenangan bagi siapa saja yang beribadah pada hari itu.

Karena itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, bershalawat, dan berdoa di hari Jumat. Malaikat akan menjadi saksi atas amal ibadahmu dan mendoakanmu dengan rahmat Allah hingga hari berikutnya.


072. Apakah malaikat hadir saat kita membaca doa?

Ya, setiap kali kita berdoa, malaikat hadir dan mengaminkan doa tersebut. Jika doa itu berisi kebaikan dan keikhlasan, malaikat akan berkata, “Amin, semoga Allah mengabulkan.” Bahkan, jika kita mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya, malaikat juga mendoakan hal yang sama untuk kita.

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang beriman. Malaikat senang mengiringi doa-doa yang tulus, terutama doa yang diucapkan dengan hati yang bersih. Mereka membawa doa itu ke langit untuk disampaikan kepada Allah.

Karena itu, jangan bosan berdoa. Setiap kalimat baik yang keluar dari mulut kita tidak akan hilang, karena malaikat mencatat dan mengantarkannya kepada Allah Yang Maha Pengasih.

073. Apakah malaikat mencatat niat kita sebelum berbuat?

Ya, malaikat mencatat niat baik seseorang bahkan sebelum perbuatannya dilakukan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah menulis kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskannya. Barang siapa berniat melakukan kebaikan tetapi belum melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan penuh.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya, jika seorang anak Muslim berniat membantu teman, belajar Al-Qur’an, atau bersedekah, maka malaikat sudah mencatat niat itu sebagai pahala — walaupun belum sempat dilakukan. Ini menunjukkan betapa Maha Pemurahnya Allah dan betapa berharganya niat dalam Islam.

Namun, jika seseorang berniat jahat tetapi menahannya karena takut kepada Allah, malaikat juga mencatatnya sebagai kebaikan. Jadi, menjaga hati agar selalu berniat baik sangat penting, karena malaikat tidak hanya mencatat tindakan kita, tetapi juga isi hati yang tulus karena Allah.


074. Apakah malaikat membantu orang yang berdoa di malam hari?

Ya, malaikat turun ke bumi pada malam hari untuk menyaksikan orang yang berdoa, shalat malam, atau membaca Al-Qur’an dengan khusyuk. Dalam hadis disebutkan bahwa malaikat turun setiap malam pada sepertiga malam terakhir dan berkata, “Adakah orang yang berdoa, maka akan Aku kabulkan? Adakah yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni?”

Saat seseorang bangun dari tidurnya untuk berdoa, malaikat mengelilinginya dengan rahmat. Mereka ikut mengaminkan doa-doa yang dipanjatkan dalam kesunyian malam. Doa yang tulus di waktu itu sangat dicintai oleh Allah dan lebih cepat dikabulkan.

Karena itu, anak Muslim yang ingin dekat dengan Allah bisa mulai dengan doa singkat di malam hari, walau hanya sebentar. Malaikat akan mencatatnya sebagai ibadah besar, dan hati pun terasa tenang karena disertai oleh malaikat penjaga malam.


075. Apakah malaikat ikut menjaga Al-Qur’an dari perubahan?

Ya, malaikat memiliki peran besar dalam menjaga Al-Qur’an agar tetap suci dan tidak berubah. Ketika wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui malaikat Jibril, Allah juga menugaskan para malaikat untuk menjaga isi Al-Qur’an di langit dan di hati para penghafalnya.

Al-Qur’an dijaga bukan hanya secara tulisan, tetapi juga dalam hafalan dan bacaan. Malaikat menguatkan hati para penghafal agar tidak lupa, dan melindungi isi Al-Qur’an dari tangan-tangan yang ingin merusaknya. Ini sesuai dengan janji Allah dalam QS. Al-Hijr: 9 — “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami pula yang menjaganya.”

Jadi, ketika kita membaca atau menghafal Al-Qur’an, sebenarnya kita sedang berinteraksi dengan malaikat penjaga wahyu. Setiap huruf yang keluar dari lisan kita akan dijaga dan dicatat sebagai pahala yang besar.


076. Apakah malaikat juga berdoa untuk orang tua kita?

Ya, malaikat sangat mencintai keluarga yang beriman dan saling menyayangi. Mereka berdoa kepada Allah agar mengampuni dan merahmati orang tua yang mendidik anak-anaknya dalam iman. Dalam Al-Qur’an, Allah menceritakan doa malaikat: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman sebelum kami…” (QS. Al-Hasyr: 10).

Ketika seorang anak berdoa untuk kedua orang tuanya, malaikat juga ikut mengaminkan doa itu dan menambahkan doa agar keluarga tersebut diberi keberkahan. Malaikat sangat mencintai rumah yang di dalamnya ada doa, saling menghormati, dan penuh kasih sayang.

Jadi, setiap kali kita berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosa ayah dan ibuku,” ketahuilah bahwa malaikat ikut mengucap “Amin.” Itulah sebabnya anak yang mendoakan orang tuanya selalu mendapat cinta Allah dan penjagaan malaikat.


077. Apakah malaikat mencatat amal kecil seperti tersenyum atau membantu teman?

Tentu saja! Malaikat mencatat setiap amal, sekecil apa pun. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa siapa pun yang melakukan kebaikan seberat biji zarrah (sekecil debu) akan melihat balasannya. Jadi, ketika seorang anak tersenyum, menolong teman, atau mengucap salam, malaikat langsung menulisnya sebagai amal baik.

Malaikat tidak melewatkan satu pun perbuatan, karena mereka diberi tugas mencatat dengan sangat teliti. Tidak ada yang luput, baik amal besar seperti shalat dan puasa, maupun amal kecil seperti memungut sampah di jalan. Semua tercatat dan akan menjadi cahaya di hari kiamat nanti.

Inilah keindahan ajaran Islam — setiap perbuatan baik bernilai di sisi Allah. Maka, jangan remehkan kebaikan kecil, karena bisa jadi satu senyuman tulus akan menjadi sebab seseorang mendapat rahmat Allah.


078. Apakah malaikat memiliki perasaan seperti manusia?

Tidak, malaikat tidak memiliki perasaan seperti manusia. Mereka tidak marah, sedih, lapar, atau bosan. Mereka hanya mengenal rasa taat dan cinta kepada Allah. Semua yang mereka lakukan selalu berdasarkan perintah Allah tanpa membantah sedikit pun.

Namun, meskipun tidak punya perasaan seperti manusia, malaikat tetap memiliki kasih sayang dalam bentuk ketaatan. Misalnya, mereka mendoakan orang beriman dan menyambut roh orang saleh dengan kelembutan. Ini adalah bentuk cinta malaikat yang suci karena Allah.

Dengan begitu, anak Muslim bisa belajar bahwa kasih sayang sejati bukan hanya dari perasaan, tapi dari ketaatan kepada Allah. Malaikat menjadi teladan dalam hal itu — mereka mencintai kebaikan dan selalu mengajak manusia menuju jalan yang benar.


079. Apakah malaikat juga mencatat dosa yang sudah kita taubati?

Ketika seseorang bertaubat dengan sungguh-sungguh, malaikat mencatat taubat itu dan menghapus dosa lama dari catatan amal. Allah berjanji bahwa siapa pun yang menyesal, berhenti berbuat dosa, dan berjanji tidak mengulanginya, maka dosa-dosanya akan diganti dengan kebaikan.

Malaikat Rakib dan Atid yang mencatat amal akan menutup lembaran dosa itu dan menggantinya dengan catatan taubat. Ini menunjukkan kasih sayang Allah yang begitu besar kepada hamba-Nya. Taubat yang tulus membuat hati bersih kembali, seperti bayi yang baru lahir.

Karena itu, jangan takut untuk bertaubat, bahkan jika pernah berbuat salah. Malaikat akan menyambut taubat dengan penuh kebahagiaan dan mencatatnya sebagai amal saleh yang besar.


080. Apakah malaikat ikut mendoakan kita saat tidur?

Ya, malaikat mendoakan orang yang tidur dalam keadaan berzikir dan suci. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang tidur setelah berwudhu dan mengingat Allah, maka malaikat akan mendekat dan berkata, “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia tidur dalam keadaan bersih.”

Malaikat juga menjaga orang yang tidur dengan doa dan perlindungan, terutama jika ia membaca ayat Kursi atau doa tidur yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Saat seseorang mengucapkan dzikir sebelum memejamkan mata, malaikat menutupinya dengan sayap rahmat hingga ia terbangun.

Itulah sebabnya anak Muslim dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca doa singkat seperti “Bismika Allahumma ahya wa bismika amut.” Dengan begitu, tidur kita menjadi ibadah yang dijaga malaikat, penuh kedamaian dan keberkahan. 🌙

Pages ( 8 of 10 ): « Previous1 ... 67 8 910Next »

Informasi Post

Judul

:

100 Tanya Jawab tentang Malaikat dalam Islam untuk Anak [LENGKAP + MUDAH DIPAHAMI]

Penyunting

:

Kak Nurul Ihsan

Tahun Terbit

:

24 Oktober 2025

Bahasa

:

Indonesia

Tata Letak

:

Kak Nurul Ihsan
Pengunjung: 1 Hari Ini: 1
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026