Al-Zahrawi adalah seorang fisikawan dan ahli bedah yang lahir pada 936 M di Andalusia.
Salah satu karyanya yang terkenal adalah Al-Tasrif, yang berisi kumpulan praktik kedokteran, termasuk di antaranya tentang gigi dan kelahiran anak.
Atas perannya dalam penemuan jarum suntik, forcep, jarum bedah, pisau bedah, Al-Zahrawi dijuluki sebagai Bapak Ahli Bedah.
Kehebatan serta profesionalitas beliau sebagai ahli bedah diakui oleh para dokter di Eropa.
Kitab Al – Tafsir yang ditulis oleh beliau kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Geard of Cremona pada abad ke – 12 M.
Kitab tersebut juga dilengkapi dengan ilustrasi.
Kitab tersebut juga menjadi rujukan dan buku resmi sekolah kedokteran dan para dokter serta ahli bedah di Eropa selama lima abad lamanya dalam periode abad pertengahan.
Sosok serta pemikiran Al Zahrawi sangat dikagumi oleh para dokter dan juga mahasiswa kedokteran di Eropa, di abad ke – 14 , seorang ahli bedah Prancis yang bernama Guy de Chauliac mengutip Al –Tafsir hampir lebih dari 200 kali.
Kitab Al – Tafsir terus dijadikan pegangan para dokter di Eropa hingga terciptanya era Renaissance, sampai pada abad ke – 16 , ahli bedah berkebangsaan Prancis , Jaques Delechamps (1513 M – 1588 M) masih menjadikan Al – Tafsir sebagai rujukan. ***

Sumber dan Kontributor
- Penyunting: elibrary.id
- kompas.com
- profil.promofirstmedia.id