elibrary.id

Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Frédéric Chopin3 (Foto hadi karimi)
Frédéric Chopin Sakit-Sakitan di Akhir Hidupnya

Frédéric Chopin Sakit-Sakitan di Akhir Hidupnya

Pada bulan Februari tahun 1832, Chopin mengadakan konser umum yang meraih sukses, namun gaya permainannya yang sangat halus dan penuh detail lebih dirasa cocok untuk dimainkan di ruangan yang kecil saja.

Selama kariernya, Chopin hanya mengadakan kira-kira 30 konser umum.

Dalam lingkungan kedai, Chopin bertemu dengan banyak komponis terkenal seperti Liszt, Schumann, Mendelssohn, Meyerbeer, Bellini, dan Berlioz.

Ia juga banyak mengenal tokoh-tokoh dalam bidang kesusastraan dan seni lukis.

Kebanyakan karya Chopin yang terkenal diciptakan selama masa-masa ini, yaitu tahun 1831 sampai tahun 1840.

Selain kegiatan musiknya selama tahun 1830-an, peristiwa yang penting dalam hidupnya adalah hubungan cinta Chopin dengan Aurore Dudevant, seorang penulis roman dengan nama pena George Sand.

Baca juga:  Abraham Lincoln: Presiden Pertama Amerika Serikat yang Berjanggut
Frédéric Chopin (Gambar Pinterest)
Selama kariernya, Chopin hanya mengadakan kira-kira 30 konser umum. (Gambar: Pinterest)

Chopin dan Sand bertemu tahun 1836 dengan perantaraan Liszt.

Pada waktu itu Sand berumur 32 tahun dan telah bercerai dengan suaminya.

Selama musim dingin tahun 1838-1839, Chopin pergi berlibur ke Pulau Majorca bersama Sand dan kedua anak Sand dari pernikahan pertama untuk mencari udara segar.

Di sana, mereka menetap di bangunan bekas biara yang lembab sehingga kesehatan Chopin, yang ketika itu telah menderita tuberkolosis, menurun.

Dalam suasana ini Chopin menciptakan kumpulan prelude Op. 28.

Kemudian Chopin dan Sand pergi ke rumah keluarga Sand di Nohant, dekat kota Paris, di mana Sand merawat Chopin hingga kesehatannya kembali.

Baca juga:  Cut Nyak Dhien

Mereka lalu kembali ke Paris dan tinggal berdekatan pada bulan Oktober 1839.

Frédéric Chopin sedang konser (Foto Pinterest)
Frédéric Chopin sedang mengadakan sebuah pertunjukan musik. (Foto: Pinterest)

Selama musim panas tahun 1841-1846, Chopin dan Sand selalu menghabiskan waktu di Nohant.

Hubungan mereka ini menjadi sumber inspirasi Chopin, di mana banyak karya-karya pentingnya diciptakan selama hubungannya dengan Sand.

Mereka berpisah tahun 1847 karena Chopin banyak ikut campur dalam perselisihan-perselisihan yang terjadi dalam keluarga Sand.

Setelah berpisah dengan Sand, Chopin tidak lagi menciptakan lagu dan kesehatannya terus menurun.

Hal ini diperburuk dengan terjadinya Revolusi Perancis tahun 1848 yang mengakibatkan Chopin kehilangan murid dan sumber penghasilan.

Ia hanya tampil dalam beberapa konser di London, Manchester, dan Skotlandia, serta menetap sementara di rumah salah satu muridnya di Edinburgh.

Baca juga:  Albert Einstein: Ilmuwan Terbesar Abad 20

Chopin kembali ke Paris pada akhir 1848 dengan kondisi yang sangat lemah sehingga saudara perempuannya harus datang dari Polandia untuk merawatnya.

Chopin kemudian meninggal pada tanggal 17 Oktober 1849.

 

Frédéric Chopin (Foto hadikarimi
Selama masa kanak-kanaknya, Frédéric Chopin sering tampil di rumah para bangsawan dan tampil di konser umum. (Foto: hadikarimi.com)

Sumber dan Kontributor

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0

Pencarian

Bagikan Info

Facebook
WhatsApp
Pinterest
Twitter
Telegram
LinkedIn

Bahasan Terpopuler

Informasi Lainnya

Jelajah E-Library

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Gerakan Indonesia Pintar

Dukung Gerakan Indonesia Pintar untuk membantu jutaan anak Indonesia mendapatkan akses bacaan gratis berkualitas.

Logo Gerakan Indonesia Pintar