elibrary.id

Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Esoknya, ia kembali bersedekah kepada seseorang. Lagi-lagi orang-orang menyalahkannya karena orang yang diberi sedekah itu adalah orang kaya. (Gambar: Rahman/elibrary.id)
Bersedekah kepada Pencuri, Pelacur, dan Orang Kaya

Rasulullah bercerita tentang Fulan yang senang bersedekah.

Suatu hari, ia bersedekah kepada seseorang.

Tapi, orang-orang menyalahkannya karena orang yang diberi sedekah itu seorang pencuri.

Besoknya, ia bersedekah lagi kepada seorang wanita.

Orang-orang kembali menyalahkannya karena wanita yang diberi sedekah itu seorang wanita nakal.

Esoknya, ia kembali bersedekah kepada seseorang.

Lagi-lagi orang-orang menyalahkannya karena orang yang diberi sedekah orang kaya.

Namun Fulan tetap yakin pada pendiriannya dan berkata, ”Alhamdulillah, aku sudah bisa bersedekah, meski pada seorang pencuri, wanita nakal, dan orang kaya.”

Pada suatu malam, orang itu bermimpi mendengar suara yang mengatakan kepadanya, “Adapun sedekahmu kepada si pencuri, telah membuatnya sadar dari perbuatan suka mencuri. Sedekahmu kepada wanita nakal, telah membuatnya sadar dari berbuat zina. Dan sedekahmu kepada orang kaya, telah membuatnya sadar, hingga ia pun mau bersedekah kepada orang lain.” (HR.Bukhari dan Muslim). ***

Baca juga:  Perbedaan Qada dan Qadar

Sumber dan Kontributor

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0

Pencarian

Bagikan Info

Facebook
WhatsApp
Pinterest
Twitter
Telegram
LinkedIn

Bahasan Terpopuler

Informasi Lainnya

Jelajah E-Library

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Gerakan Indonesia Pintar

Dukung Gerakan Indonesia Pintar untuk membantu jutaan anak Indonesia mendapatkan akses bacaan gratis berkualitas.

Logo Gerakan Indonesia Pintar