101 Cerita Nusantara
Pohon Berbuah Pahit
(Cerita Rakyat Jawa Timur)
Raden Wijaya adalah putra Dewi Naramurti dari Kerajaan Singasari dan Pangeran Jayadarma dari Pajajaran.
Namun setelah Pangeran Jayadarma wafat, Putri Dewi Naramurti mengajak Wijaya kembali ke Singasari yang dipimpin oleh Raja Kertanegara.
Setelah ibunya wafat, Raden Wijaya dinikahkan pada dua putri Kertanegara, Dyah Sri Tribuwaneswari dan Dewi Gayatri.
Selanjutnya, ia pun diangkat menjadi Patih Singasari bersama Ardaraja, putra penguasa Kerajaan Kediri, Prabu Jayakatwang.
Namun Singasari terancam pemberontakan dari dalam yang dipimpin Ardaraja.
Tak lama setelah itu, datanglah serangan dari Kediri yang dipimpin oleh Prabu Jayakatwang, ayah Ardaraja.
Akhirnya Prabu Kertanegara dan patihnya gugur.
Singasari pun jatuh ke tangan Kediri.
Raden Wijaya mengatur siasat.
Ia pura-pura menyerah pada Kediri.
Raden Wijaya mengasingkan diri di sebuah daerah yang sepi di sekitar Hutan Tarik.
Di sana, ia membangun pemukiman bagi keluarga dan para pengikutnya.
Ternyata hutan itu banyak ditumbuhi pohon maja yang berbuah sangat pahit.
Saking banyaknya pohon maja yang tumbuh, Raden Wijaya dan pengikutnya memberi nama daerah itu Majapahit.
Suatu hari, pasukan Tartar dari Cina menyerbu Singasari yang masih menjadi daerah kekuasaan kerajaan Kediri.
Singasari dan Kediri pun hancur, Prabu Jayakatwang dan Ardaraja menyerah, dan dibawa ke negeri Cina sebagai tawanan.
Raden Wijaya dan pasukannya akhirnya berhasil mengusir orang-orang yang telah menghancurkan Singasari.
Mereka pun menggunakan puing-puing Singasari untuk membangun sebuah kerajaan baru bernama Majapahit.
Raden Wijaya diangkat sebagai rajanya dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. ***
Pesan Moral
Musuh selimut lebih berbahaya dibanding musuh yang nyata.
Sumber dan Kontributor
- Judul:Â 101 Cerita Nusantara
- Naskah:Â Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Rachman
- Penerbit:Â Transmedia Pustaka
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak/dishare/didownload/dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.