Allah mendengarkan doa Hannah dan mengabulkan doanya.
Tanda-tanda kehamilan pun muncul pada diri Hannah.
Hari berganti hari, bulan terus bertambah, kandungan Hannah pun semakin membesar.
Setelah sembilan bulan mengandung, Hannah pun melahirkan seorang anak perempuan.
Hannah menyangka dia akan memperoleh seorang anak laki-laki yang akan dia serahkan kepada rumah Tuhan.
Ketika dia melahirkan seorang anak perempuan, Hannah agak kebingungan.
Namun, Allah lebih mengetahui apa yang terjadi pada manusia.
Hal itu juga yang Hannah percayai.
Dia yakin dengan ketentuan dari Allah.
Hannah pun berdoa kepada Allah.
“Ya Allah, Engkau telah memberiku seorang anak perempuan. Kuberi dia nama Maryam. Dia akan kuserahkan ke rumah-Mu. Semoga Engkau melindunginya dari godaan setan.”
Hannah pun menyerahkan Maryam, putrinya kepada Nabi Zakaria.
Pada saat itu Nabi Zakria memimpin Bailtulmaqdis.
Nabi Zakaria sangat hati-hati merawat dan menjaga Maryam.
Ketika Maryam beranjak dewasa, Nabi Zakaria membuatkan sebuah kamar dekat mihrab.
Jika Nabi Zakaria bepergian, dia mengunci kamar Maryam dari luar sehingga Maryam tidak bisa keluar.
Hal itu dilakukan untuk menjaga kesucian Maryam.
Ketika pulang, Nabi Zakaria sering menemukan makanan di kamar tersebut.
“Maryam, dari mana engkau memperoleh makanan ini?” Nabi Zakaria bertanya heran melihat makanan itu.
“Saya memperoleh makanan itu dari Allah,” jawab Maryam. ***
Pesan kisah:
Allah SWT lebih mengetahui setiap kejadian karena Allah SWT pemilik ketentuan.
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: 52 Kisah Teladan dalam Alquran
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Penerbit: Smartbook
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak/dishare/didownload/dikomersialkan/dicetak/dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.