Pengaruh Raja Thalout semakin berkurang sejak ditinggalkan oleh Nabi Daud as.
Sementara itu, nama Nabi Daud as semakin dielu-elukan walau Nabi Daud as tidak berada dalam kota.
Banyak orang yang menggabungkan diri dengan Nabi Daud as.
Raja Thalout pun semakin marah.
Dia mencurigai setiap orang.
Dia malah membunuh orang-orang yang dianggap mencintai Nabi Daud as.
Raja Thalout berniat mencari dan membunuh Nabi Daud as.
Sementara itu, Nabi Daud as dan pasukannya segera bersembunyi begitu tahu Raja Thalout mengejarnya.
Pasukan Nabi Daud as memberi tahu Nabi Daud as bahwa pasukan Thalout sedang beristirahat di sebuah lembah.
Mereka berseru kepada Nabi Daud as supaya menyerang pasukan Raja Thalout yang sedang tidur nyenyak.
Namun, Nabi Daud as menolaknya.
Nabi Daud as diam-diam mendatangi Raja Thalout yang sedang tidur dan menggunting baju Raja Thalout yang dipakai tidur.
Itu sebagai peringatan bagi Raja Thalout.
Saat Raja Thalout terbangun dari tidurnya, Nabi Daud as mendatangi Raja Thalout.
Nabi Daud as memperlihatkan potongan baju yang sudah diguntingnya.
“Lihatlah, bagian bajumu sudah kugunting saat engkau tidur,” kata Nabi Daud as.
“Aku bisa saja dengan sangat mudah membunuhmu,” jelas Nabi Daud as.
“Namun, aku ingin engkau bertobat dan membersihkan hatimu dari iri hati dan dengki,” tambah Nabi Daud as. ***
Pesan kisah:
Jauhilah iri hati karena akan merusak hati.
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: 52 Kisah Teladan dalam Alquran
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Penerbit: Smartbook
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak/dishare/didownload/dikomersialkan/dicetak/dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.