Suatu waktu, Nabi Musa bertemu dengan Nabi Khidir.
“Bolehkah aku mengikutimu supaya engkau dapat mengajarkan ilmumu kepadaku,” ucap Nabi Musa kepada Nabi Khidir.
“Sesunguhnya engkau tidak akan sabar pergi bersamaku,” ucap Nabi Khidir.
“Insya Allah aku akan sabar mengikutimu. Aku tidak akan menentang semua perbuatanmu,” ucap Nabi Musa lagi.
“Baiklah, engkau boleh ikut,” kata Nabi Khidir akhirnya mengizinkan.
“Namun engkau tidak boleh bertanya apapun yang aku lakukan sampai aku menerangkannya kepadamu,” ucap Nabi Khidir lagi.
“Ikuti aku,” sambung Nabi Khidir.
Mereka pun berjalan sampai mereka menemukan sebuah perahu.
Nabi Khidir mengajak Nabi Musa menaiki perahu tersebut.
Ketika mereka sudah menaiki perahu itu, Nabi Khidir malah melubanginya.
Hal itu membuat Nabi Musa heran.
“Mengapa engkau melubangi perahu ini, akibatnya kita akan tenggelam?” tanya Nabi Musa benar-benar keheranan.
“Bukankah aku sudah bilang engkau tidak akan sabar pergi denganku,” ucap Nabi Khidir tenang.
“Maaf, aku lupa, aku mohon izinkan aku tetap pergi bersamamu.” ***
Pesan kisah:
Tanpa sikap sabar, akan banyak masalah buruk terjadi.
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: 52 Kisah Teladan dalam Alquran
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Penerbit: Smartbook
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak/dishare/didownload/dikomersialkan/dicetak/dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.