elibrary.id

Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Mereka sangat kaget melihat mayat orang tua tergeletak di perbatasan dua kampung. Bisik-bisik segera terdengar di antara mereka. Mayat orang yang meninggal itu semasa hidupnya orang yang kaya dan terpandang. (Naskah & Ilustrasi: Kak Nurul Ihsan & Uci Ahmad Sanusi/Smartbook/elibrary.id)
Pembunuhan Pada Zaman Nabi Musa

Terdengar teriakan dari arah perbatasan kampung, “Ada mayat! Ada mayat!”

Orang-orang yang mendengar teriakan tersebut segera datang ke arah sumber suara.

Mereka sangat kaget melihat mayat orang tua tergeletak di perbatasan dua kampung.

Bisik-bisik segera terdengar di antara mereka.

Mayat orang yang meninggal itu semasa hidupnya orang yang kaya dan terpandang.

Mereka pun penasaran ingin tahu siapa yang telah membunuh orangtua tersebut.

Terjadi keributan di antara orang-orang kampung.

Mereka saling menuduh satu sama lain.

Kemudian, salah seorang dari mereka mengusulkan untuk menemui Nabi Musa agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

Mereka pun mendatangi Nabi Musa. ***

Pesan kisah:

Selidiki sesuatu hal dengan hati-hati dan teliti, jangan asal menuduh tanpa bukti.

Sumber dan Kontributor

Baca juga:  Kolibri dan Bangau (Cerita Binatang dari Amerika Serikat)

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak/dishare/didownload/dikomersialkan/dicetak/dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0

Pencarian

Bagikan Info

Facebook
WhatsApp
Pinterest
Twitter
Telegram
LinkedIn

Bahasan Terpopuler

Informasi Lainnya

Jelajah E-Library

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Gerakan Indonesia Pintar

Dukung Gerakan Indonesia Pintar untuk membantu jutaan anak Indonesia mendapatkan akses bacaan gratis berkualitas.

Logo Gerakan Indonesia Pintar