Nabi Zakaria AS dan istrinya tak pernah berputus asa.
Keduanya terus-menerus berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk diberikan keturunan.
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Hunālika da‘ā zakariyyā rabbahū qāla rabbi hab lī mil ladunka żurriyyatan ṭayyibah(tan), innaka samī‘ud-du‘ā'(i).
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
(QS. Ali ‘Imran: 38)
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ}.
Nabi saw. bersabda, “Doa adalah murninya (otak atau pangkalnya) ibadah.”
Hadis shahih ini diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari Anas bin Malik.
Doa itu wujud dari menjalankan perintah Allah yang menyuruh hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya.
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Kisah Teladan Nabi Zakaria Pengasuh Wanita Suci
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Dini Tresnadewi
- Penerbit: Zikrul Kids
- https://litequran.net
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak, dishare, didownload, dikomersialkan, dicetak, dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.