elibrary.id

Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Berapakah Luas Neraka (Gambar palembang.tribunnews.com)
Quiz Malaikat Malik: 20 Soal Pilihan Berganda Lengkap dengan Pembahasan

Pendahuluan

Malaikat Malik merupakan salah satu malaikat yang memiliki kedudukan khusus dalam hierarki malaikat Allah SWT. Sebagai penjaga neraka atau jahannam, Malaikat Malik memiliki tugas yang sangat penting dalam pelaksanaan keadilan ilahi di akhirat nanti. Pemahaman tentang Malaikat Malik tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang rukun iman kepada malaikat, tetapi juga memberikan gambaran yang jelas tentang konsep akhirat dalam Islam.

Dalam Al-Quran, Allah SWT menyebutkan Malaikat Malik secara eksplisit dalam Surah Az-Zukhruf, di mana para penghuni neraka memohon kepadanya untuk mengakhiri siksaan mereka. Kisah ini memberikan pemahaman mendalam tentang peran Malaikat Malik sebagai pelaksana kehendak Allah dalam menjalankan hukuman bagi orang-orang yang durhaka.

Konsep tentang Malaikat Malik juga erat kaitannya dengan pemahaman tentang keadilan Allah, dimana setiap perbuatan akan mendapat balasan yang setimpal. Keberadaan Malaikat Malik sebagai penjaga neraka menunjukkan bahwa sistem keadilan ilahi telah diatur dengan sempurna, dimana tidak ada yang dapat menghindar dari pertanggungjawaban atas perbuatannya di dunia.

Para ulama salaf dan khalaf telah memberikan penjelasan komprehensif tentang Malaikat Malik berdasarkan nash-nash Al-Quran dan hadis sahih. Mereka menjelaskan berbagai aspek tentang sosok, tugas, dan kedudukan Malaikat Malik dalam konteks eskatologi Islam. Penjelasan para ulama ini menjadi rujukan penting dalam memahami konsep ini secara utuh dan benar.

Quiz ini disusun untuk menguji dan memperdalam pemahaman tentang Malaikat Malik dari berbagai aspek, mulai dari dasar-dasar yang disebutkan dalam Al-Quran, penjelasan hadis-hadis sahih, hingga pandangan para ulama terpercaya. Setiap soal dilengkapi dengan pembahasan yang merujuk pada sumber-sumber otentik untuk memastikan keakuratan informasi.

Mari kita mulai perjalanan pembelajaran ini untuk memperkuat iman dan meningkatkan kesadaran kita tentang hari akhir, serta mendorong diri untuk senantiasa berbuat kebaikan di dunia ini.

QUIZ MALAIKAT MALIK

Soal 1

Siapa nama malaikat yang bertugas sebagai penjaga neraka menurut Al-Quran?

A. Ridwan
B. Malik
C. Mikail
D. Israfil

Jawaban: B. Malik

Pembahasan: Malaikat Malik adalah malaikat yang bertugas sebagai penjaga neraka atau jahannam. Nama beliau disebutkan secara eksplisit dalam Al-Quran Surah Az-Zukhruf ayat 77: “Dan mereka berseru: ‘Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.’ Malik menjawab: ‘Sesungguhnya kamu akan kekal di dalamnya.'” Dalam ayat ini, para penghuni neraka memohon kepada Malaikat Malik untuk mengakhiri siksaan mereka, namun Malik memberitahu bahwa mereka akan kekal di dalamnya. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Malik adalah pemimpin para malaikat penjaga neraka yang jumlahnya sembilan belas sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Muddatstsir.

Soal 2

Dalam surah mana nama Malaikat Malik disebutkan secara langsung dalam Al-Quran?

A. Surah Al-Muddatstsir
B. Surah Az-Zukhruf
C. Surah At-Tahrim
D. Surah Al-Infitar

Jawaban: B. Surah Az-Zukhruf

Pembahasan: Nama Malaikat Malik disebutkan secara langsung dalam Surah Az-Zukhruf ayat 77. Surah ini turun di Makkah dan merupakan bagian dari surah-surah Makkiyyah yang banyak membahas tentang akhirat dan balasan perbuatan manusia. Dalam konteks ayat tersebut, Allah SWT menggambarkan keadaan penghuni neraka yang sudah putus asa dan memohon kepada Malaikat Malik untuk mengakhiri hidup mereka. Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa penyebutan nama Malik secara langsung menunjukkan kedudukan khusus malaikat ini dalam hierarki malaikat dan pentingnya perannya dalam pelaksanaan keadilan ilahi.

Soal 3

Berapa jumlah malaikat penjaga neraka yang dipimpin oleh Malaikat Malik?

A. 7 malaikat
B. 12 malaikat
C. 19 malaikat
D. 21 malaikat

Jawaban: C. 19 malaikat

Pembahasan: Jumlah malaikat penjaga neraka yang dipimpin oleh Malaikat Malik adalah 19 malaikat, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Muddatstsir ayat 30: “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).” Para ulama tafsir sepakat bahwa Malaikat Malik adalah pemimpin dari kesembilan belas malaikat penjaga neraka ini. Imam At-Tabari menjelaskan bahwa jumlah sembilan belas ini bukanlah kebetulan, melainkan merupakan penetapan Allah yang memiliki hikmah tersendiri. Setiap malaikat memiliki kekuatan yang luar biasa, sehingga tidak ada makhluk yang dapat melawan atau mengalahkan mereka dalam menjalankan tugas menjaga neraka.

Soal 4

Apa gelar atau sebutan lain untuk Malaikat Malik dalam literatur Islam?

A. Khazin an-Nar (Penjaga Neraka)
B. Sayyid al-Mala’ikah (Pemimpin Malaikat)
C. Qahir al-Munafiqin (Penunduk Orang Munafik)
D. Semua jawaban benar

Jawaban: A. Khazin an-Nar (Penjaga Neraka)

Pembahasan: Malaikat Malik dikenal dengan gelar “Khazin an-Nar” yang berarti “Penjaga Neraka” atau “Bendahara Neraka”. Gelar ini menunjukkan fungsi utamanya sebagai malaikat yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan penjagaan neraka. Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab “Hadi Al-Arwah” menjelaskan bahwa gelar ini mencerminkan otoritas penuh yang diberikan Allah kepada Malik dalam mengelola segala aspek yang berkaitan dengan neraka, mulai dari penjagaan, pelaksanaan hukuman, hingga pengaturan tingkatan-tingkatan dalam neraka sesuai dengan kadar dosa masing-masing penghuninya.

Soal 5

Menurut hadis, bagaimana sifat wajah Malaikat Malik?

A. Sangat bercahaya dan indah
B. Cemberut dan tidak pernah tersenyum
C. Selalu tersenyum kepada semua makhluk
D. Berubah-ubah sesuai situasi

Baca juga:  Siapakah yang Pertama Kali Berpuasa Ramadhan?

Jawaban: B. Cemberut dan tidak pernah tersenyum

Pembahasan: Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh beberapa ulama, disebutkan bahwa Malaikat Malik memiliki wajah yang cemberut dan tidak pernah tersenyum sejak diciptakan karena tugas beratnya sebagai penjaga neraka. Rasulullah SAW bersabda: “Malik tidak pernah tersenyum sejak diciptakan, dan seandainya dia tersenyum kepada seseorang, maka dia akan tersenyum kepada Muhammad.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan) Sifat ini mencerminkan keseriusan dan beratnya tugas yang diemban Malaikat Malik dalam menjalankan hukuman Allah kepada para pendosa. Imam As-Suyuti menjelaskan bahwa wajah cemberut Malik bukanlah karena sifat jahat, melainkan karena kesedihan yang mendalam melihat nasib para penghuni neraka.

Soal 6

Apa yang terjadi ketika penghuni neraka memohon kepada Malaikat Malik untuk mematikan mereka?

A. Malik langsung mengabulkan permohonan mereka
B. Malik mengabaikan permohonan mereka
C. Malik mengatakan mereka akan kekal di neraka
D. Malik meminta izin kepada Allah terlebih dahulu

Jawaban: C. Malik mengatakan mereka akan kekal di neraka

Pembahasan: Ketika penghuni neraka memohon kepada Malaikat Malik untuk mematikan mereka karena tidak tahan dengan siksaan, Malik menjawab sebagaimana disebutkan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 77: “Sesungguhnya kamu akan kekal di dalamnya.” Jawaban ini menunjukkan bahwa bagi penghuni neraka yang kafir, siksaan mereka adalah kekal dan tidak akan berakhir. Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa jawaban Malik ini merupakan penegasan terhadap ketetapan Allah yang tidak dapat diubah. Bagi orang-orang yang mati dalam keadaan kufur, tempat mereka adalah neraka untuk selamanya, dan tidak ada yang dapat mengeluarkan mereka darinya kecuali rahmat Allah yang khusus bagi orang-orang beriman yang berdosa.

Soal 7

Menurut Imam Ibnu Katsir, kapan Allah menciptakan Malaikat Malik?

A. Bersamaan dengan penciptaan Adam
B. Sebelum penciptaan langit dan bumi
C. Bersamaan dengan penciptaan neraka
D. Tidak disebutkan waktu yang spesifik

Jawaban: C. Bersamaan dengan penciptaan neraka

Pembahasan: Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menciptakan Malaikat Malik bersamaan dengan penciptaan neraka, karena setiap yang diciptakan Allah pasti memiliki penjaga dan pengaturnya. Neraka sebagai tempat balasan bagi orang-orang durhaka tentunya memerlukan malaikat khusus yang bertugas menjaga dan mengelolanya. Penciptaan Malik bersamaan dengan neraka menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi dan tugasnya. Hal ini sejalan dengan prinsip dalam Islam bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu secara sia-sia, setiap ciptaan memiliki fungsi dan tujuan yang jelas dalam keseluruhan sistem ciptaan-Nya.

Soal 8

Apa hikmah utama dari keberadaan Malaikat Malik sebagai penjaga neraka?

A. Untuk menakut-nakuti manusia
B. Untuk menjalankan keadilan Allah dengan sempurna
C. Untuk menyiksa penghuni neraka tanpa belas kasihan
D. Untuk menunjukkan kekuasaan Allah saja

Jawaban: B. Untuk menjalankan keadilan Allah dengan sempurna

Pembahasan: Hikmah utama dari keberadaan Malaikat Malik adalah untuk menjalankan keadilan Allah SWT dengan sempurna. Allah adalah Maha Adil, dan setiap perbuatan pasti mendapat balasan yang setimpal. Keberadaan Malik memastikan bahwa sistem keadilan ilahi berjalan sesuai dengan ketetapan Allah. Imam Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” menjelaskan bahwa konsep keadilan dalam Islam tidak hanya meliputi pemberian balasan, tetapi juga pelaksanaan balasan tersebut dengan cara yang tepat dan proporsional. Malaikat Malik bertugas memastikan bahwa setiap penghuni neraka mendapat hukuman sesuai dengan kadar dosanya, tidak lebih dan tidak kurang, sesuai dengan firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 61: “Dan jika Allah menyiksa manusia karena kezalimannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di muka bumi suatu binatang melata pun.”

Soal 9

Bagaimana cara Malaikat Malik berkomunikasi dengan penghuni neraka menurut para ulama?

A. Dengan bahasa Arab
B. Dengan bahasa yang dipahami masing-masing penghuni
C. Tanpa menggunakan bahasa verbal
D. Melalui isyarat saja

Jawaban: B. Dengan bahasa yang dipahami masing-masing penghuni

Pembahasan: Para ulama menjelaskan bahwa Malaikat Malik berkomunikasi dengan penghuni neraka menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh masing-masing penghuni neraka, terlepas dari latar belakang bahasa mereka di dunia. Hal ini karena di akhirat nanti, komunikasi tidak terbatas oleh bahasa duniawi. Imam As-Suyuti dalam “Al-Durr Al-Mantsur” menjelaskan bahwa Allah memberikan kemampuan khusus kepada malaikat-malaikat-Nya untuk berkomunikasi dengan makhluk lain dalam bahasa yang paling tepat dan mudah dipahami. Ini merupakan bagian dari kesempurnaan sistem keadilan Allah, dimana setiap makhluk dapat memahami dengan jelas alasan dan konsekuensi dari perbuatan mereka.

Soal 10

Menurut hadis, apakah Malaikat Malik pernah meninggalkan tugasnya?

A. Ya, untuk menghadap Allah pada waktu-waktu tertentu
B. Tidak, dia selalu berada di neraka
C. Ya, ketika ada perintah khusus dari Allah
D. Kadang-kadang, untuk istirahat

Jawaban: B. Tidak, dia selalu berada di neraka

Pembahasan: Menurut hadis dan penjelasan para ulama, Malaikat Malik tidak pernah meninggalkan tugasnya sebagai penjaga neraka. Dia selalu berada di sana untuk menjalankan perintah Allah dalam menjaga dan mengatur neraka. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa konsistensi keberadaan Malik di neraka menunjukkan sifat malaikat yang tidak pernah lelah dan tidak memerlukan istirahat dalam menjalankan tugas yang diberikan Allah. Hal ini berbeda dengan sifat manusia yang memerlukan istirahat. Kehadiran Malik yang konstan juga memberikan jaminan bahwa sistem keadilan Allah berjalan tanpa terputus dan tidak ada celah bagi siapapun untuk melarikan diri dari hukuman yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Bagaimana Cara Nabi Zulkifli Menjadi Raja?

Soal 11

Dalam hadis tentang Isra Mi’raj, apa yang dilihat Rasulullah tentang Malaikat Malik?

A. Malik sedang berdoa untuk penghuni neraka
B. Malik memiliki wajah yang sangat menakutkan
C. Malik tidak pernah tersenyum dan selalu cemberut
D. Malik sedang mengatur tingkatan-tingkatan neraka

Jawaban: C. Malik tidak pernah tersenyum dan selalu cemberut

Pembahasan: Dalam hadis tentang Isra Mi’raj yang diriwayatkan oleh beberapa perawi, disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW bertemu dengan Malaikat Malik, beliau melihat bahwa Malik memiliki wajah yang cemberut dan tidak pernah tersenyum. Hal ini berbeda dengan malaikat-malaikat lain yang pernah ditemui Rasulullah. Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa wajah cemberut Malik bukan karena sifat keras hati, melainkan karena tugas beratnya dan kesedihan yang mendalam melihat akibat dari kemaksiatan manusia. Ketika Jibril meminta Malik untuk tersenyum kepada Rasulullah, Malik mengatakan bahwa dia tidak pernah tersenyum sejak diciptakan, dan seandainya dia tersenyum kepada seseorang, maka itu adalah kepada Muhammad SAW.

Soal 12

Apa yang dimaksud dengan “Zabaniyah” dalam konteks Malaikat Malik?

A. Nama lain dari Malaikat Malik
B. Malaikat-malaikat yang berada di bawah komando Malik
C. Tempat khusus di neraka yang dijaga Malik
D. Senjata yang digunakan Malik

Jawaban: B. Malaikat-malaikat yang berada di bawah komando Malik

Pembahasan: Zabaniyah adalah sebutan untuk malaikat-malaikat penjaga neraka yang berada di bawah komando Malaikat Malik. Kata “Zabaniyah” disebutkan dalam Al-Quran Surah Al-Alaq ayat 18: “Kelak Kami akan panggil malaikat-malaikat Zabaniyah (malaikat penyiksa).” Imam At-Tabari menjelaskan bahwa Zabaniyah adalah malaikat-malaikat yang bertugas melaksanakan hukuman di neraka di bawah pengawasan dan komando Malaikat Malik. Mereka berjumlah sembilan belas sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Muddatstsir, dan masing-masing memiliki kekuatan yang luar biasa. Imam Ibn Katsir menambahkan bahwa setiap satu malaikat Zabaniyah memiliki kekuatan yang dapat mengalahkan seluruh jin dan manusia sekaligus.

Soal 13

Menurut Imam Al-Ghazali, apa perbedaan antara tugas Malaikat Malik dengan malaikat lainnya?

A. Malik bertugas khusus untuk hukuman, malaikat lain untuk rahmat
B. Tidak ada perbedaan, semua malaikat sama
C. Malik lebih tinggi derajatnya dari malaikat lain
D. Malik bertugas di akhirat, malaikat lain di dunia

Jawaban: A. Malik bertugas khusus untuk hukuman, malaikat lain untuk rahmat

Pembahasan: Imam Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” menjelaskan bahwa Malaikat Malik memiliki tugas khusus yang berkaitan dengan pelaksanaan hukuman Allah, berbeda dengan malaikat-malaikat lain yang kebanyakan bertugas membawa rahmat dan kebaikan. Misalnya, Malaikat Jibril bertugas membawa wahyu, Malaikat Mikail mengatur rezeki, dan Ridwan menjaga surga. Sementara Malik bertugas menjaga neraka dan melaksanakan hukuman. Namun, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa tugas Malik tetap merupakan manifestasi dari keadilan dan rahmat Allah, karena hukuman yang adil juga merupakan bentuk rahmat bagi orang-orang yang bertakwa sebagai pelajaran dan peringatan.

Soal 14

Dalam kondisi apa saja Malaikat Malik menjalankan tugasnya?

A. Hanya setelah hari kiamat
B. Mulai dari sekarang hingga selamanya
C. Hanya ketika ada perintah khusus
D. Bergantian dengan malaikat lain

Jawaban: B. Mulai dari sekarang hingga selamanya

Pembahasan: Malaikat Malik menjalankan tugasnya sebagai penjaga neraka mulai dari saat diciptakan hingga selamanya. Meskipun neraka belum diisi oleh manusia sebelum hari kiamat, Malik tetap bertugas menjaga dan mempersiapkan neraka untuk para penghuninya kelak. Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa neraka dan surga telah diciptakan dan sudah ada saat ini, bukan baru akan diciptakan di hari kiamat. Oleh karena itu, Malik sudah menjalankan tugasnya dari sekarang. Setelah hari kiamat, tugasnya akan berlanjut dengan mengawasi dan mengatur para penghuni neraka. Tugas ini bersifat kekal karena bagi penghuni neraka yang kafir, siksaan mereka adalah abadi.

Soal 15

Apa yang dilakukan Malaikat Malik ketika ada roh orang mukmin yang berdosa masuk neraka?

A. Menolak masuknya roh tersebut
B. Memberikan siksaan yang lebih ringan
C. Melaksanakan hukuman sesuai perintah Allah
D. Meminta keringanan kepada Allah

Jawaban: C. Melaksanakan hukuman sesuai perintah Allah

Pembahasan: Malaikat Malik menjalankan tugasnya sesuai dengan perintah Allah tanpa pandang bulu. Ketika ada roh orang mukmin yang berdosa dan harus masuk neraka untuk dibersihkan dari dosanya, Malik tetap melaksanakan hukuman sesuai dengan kadar dosa yang dilakukan. Imam An-Nawawi dalam “Syarh Sahih Muslim” menjelaskan bahwa orang mukmin yang berdosa akan dikeluarkan dari neraka setelah dosanya terbayar lunas, berbeda dengan orang kafir yang kekal di dalamnya. Malik bertugas memastikan bahwa setiap jiwa mendapat balasan yang tepat sesuai dengan amalnya, baik itu orang mukmin maupun kafir. Keadilan Allah berlaku universal tanpa memandang status seseorang.

Baca juga:  Negara Manakah yang Memiliki Penduduk Paling Sedikit di Dunia?

Soal 16

Menurut hadis, bagaimana reaksi Malaikat Malik ketika diminta tersenyum oleh Jibril?

A. Langsung tersenyum dengan gembira
B. Menolak dengan keras
C. Mengatakan tidak pernah tersenyum sejak diciptakan
D. Meminta izin kepada Allah terlebih dahulu

Jawaban: C. Mengatakan tidak pernah tersenyum sejak diciptakan

Pembahasan: Dalam hadis yang diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis, ketika Malaikat Jibril meminta Malaikat Malik untuk tersenyum kepada Rasulullah SAW saat peristiwa Isra Mi’raj, Malik menjawab bahwa dia tidak pernah tersenyum sejak diciptakan Allah. Namun, Malik menambahkan bahwa seandainya dia tersenyum kepada seseorang, maka itu adalah kepada Muhammad SAW. Imam As-Suyuti menjelaskan bahwa jawaban Malik ini menunjukkan penghormatan yang luar biasa kepada Rasulullah, sekaligus menggambarkan konsistensi karakter Malik yang selalu serius dalam menjalankan tugasnya. Ketidakmampuan Malik untuk tersenyum bukan karena sifat jahat, melainkan karena beban psikologis yang berat dalam menyaksikan akibat dari dosa-dosa manusia.

Soal 17

Apa yang terjadi dengan Malaikat Malik di hari pembalasan (Yaumul Jaza)?

A. Dia akan dihisab seperti makhluk lain
B. Dia akan melanjutkan tugasnya seperti biasa
C. Dia akan dipindahkan ke surga
D. Dia akan beristirahat dari tugasnya

Jawaban: B. Dia akan melanjutkan tugasnya seperti biasa

Pembahasan: Di hari pembalasan (Yaumul Jaza), Malaikat Malik akan melanjutkan tugasnya seperti biasa bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi karena neraka akan mulai diisi oleh para penghuninya. Malaikat tidak dihisab seperti manusia dan jin karena mereka tidak memiliki kehendak bebas untuk bermaksiat kepada Allah. Imam Al-Baghawi menjelaskan bahwa malaikat diciptakan dari nur (cahaya) dan sifat mereka adalah selalu taat kepada Allah, tidak pernah mendurhakai perintah-Nya. Oleh karena itu, Malik akan terus menjalankan tugasnya menjaga neraka dan mengatur para penghuninya sesuai dengan tingkat dosa masing-masing. Tugasnya bahkan akan menjadi lebih kompleks karena harus mengatur jutaan bahkan milyaran penghuni neraka yang memiliki tingkat dosa yang berbeda-beda.

Soal 18

Bagaimana cara Malaikat Malik mengetahui tingkat hukuman yang tepat untuk setiap penghuni neraka?

A. Berdasarkan catatan amal dari malaikat pencatat
B. Berdasarkan perintah langsung dari Allah
C. Berdasarkan pengakuan penghuni neraka sendiri
D. Semua jawaban benar

Jawaban: D. Semua jawaban benar

Pembahasan: Malaikat Malik mengetahui tingkat hukuman yang tepat untuk setiap penghuni neraka melalui berbagai cara. Pertama, berdasarkan catatan amal dari Malaikat Raqib dan Atid yang telah mencatat seluruh perbuatan manusia di dunia. Kedua, berdasarkan perintah langsung dari Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ketiga, di hari kiamat nanti, setiap manusia akan mengakui perbuatannya sendiri sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran bahwa anggota tubuh mereka akan bersaksi. Imam Ibn Qayyim menjelaskan bahwa sistem keadilan Allah sangat sempurna, dimana berbagai sumber informasi saling melengkapi untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penetapan hukuman. Hal ini menunjukkan keadilan mutlak Allah yang tidak mungkin berbuat zalim kepada hamba-Nya.

Soal 19

Menurut para ulama, apakah Malaikat Malik memiliki perasaan kasihan kepada penghuni neraka?

A. Tidak, karena dia tidak memiliki perasaan
B. Ya, tetapi dia tetap menjalankan tugas
C. Kasihan hanya kepada orang mukmin yang berdosa
D. Tergantung jenis dosanya

Jawaban: B. Ya, tetapi dia tetap menjalankan tugas

Pembahasan: Para ulama menjelaskan bahwa Malaikat Malik memiliki perasaan kasihan kepada penghuni neraka, namun dia tetap menjalankan tugasnya sesuai perintah Allah. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa wajah cemberut Malik yang tidak pernah tersenyum justru menunjukkan kesedihan dan rasa kasihan yang mendalam terhadap nasib para penghuni neraka. Namun, kasihan Malik tidak membuatnya melanggar perintah Allah atau mengurangi hukuman yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, perasaan kasihan tidak boleh mengalahkan keadilan. Malik memahami bahwa hukuman yang diberikan adalah konsekuensi logis dari perbuatan yang dilakukan di dunia, dan pelaksanaan hukuman yang adil justru merupakan bentuk kasih sayang kepada orang-orang yang bertakwa sebagai pelajaran.

Soal 20

Apa pelajaran utama yang dapat diambil dari kisah Malaikat Malik bagi kehidupan manusia?

A. Pentingnya berbuat baik untuk menghindari neraka
B. Keadilan Allah pasti akan ditegakkan
C. Setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban
D. Semua jawaban benar

Jawaban: D. Semua jawaban benar

Pembahasan: Kisah Malaikat Malik memberikan banyak pelajaran penting bagi kehidupan manusia. Pertama, pentingnya berbuat baik dan menjauhi kemaksiatan untuk menghindari siksaan neraka. Kedua, keyakinan bahwa keadilan Allah pasti akan ditegakkan di akhirat nanti, tidak ada yang dapat menghindar dari pertanggungjawaban. Ketiga, kesadaran bahwa setiap perbuatan, baik besar maupun kecil, akan dimintai pertanggungjawaban. Imam Ibn Katsir menjelaskan bahwa tujuan Allah menceritakan tentang Malik dan neraka bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan peringatan dan motivasi kepada manusia agar senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah selama hidupnya.

 

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0

Pencarian

Bagikan Info

Facebook
WhatsApp
Pinterest
Twitter
Telegram
LinkedIn

Bahasan Terpopuler

Informasi Lainnya

Jelajah E-Library

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Gerakan Indonesia Pintar

Dukung Gerakan Indonesia Pintar untuk membantu jutaan anak Indonesia mendapatkan akses bacaan gratis berkualitas.

Logo Gerakan Indonesia Pintar