Pendahuluan
Malaikat Ridwan merupakan salah satu malaikat mulia yang memiliki tugas khusus dalam kehidupan akhirat. Sebagai penjaga pintu-pintu surga, Malaikat Ridwan memegang peranan penting dalam menyambut para penghuni surga yang telah meraih ridha Allah SWT. Pemahaman mendalam tentang Malaikat Ridwan tidak hanya memperkaya wawasan keislaman, tetapi juga memotivasi umat Muslim untuk senantiasa berbuat kebaikan agar kelak bisa disambut dengan baik oleh malaikat yang mulia ini.
Quiz ini disusun berdasarkan sumber-sumber otentik seperti Al-Quran, hadis-hadis sahih, dan karya-karya ulama terkemuka dari Timur Tengah. Setiap soal dilengkapi dengan pembahasan komprehensif yang merujuk pada dalil-dalil syar’i yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui 20 soal pilihan berganda ini, diharapkan pembaca dapat menguji sekaligus memperdalam pengetahuan tentang sosok Malaikat Ridwan dan perannya dalam kehidupan akhirat.
Quiz Malaikat Ridwan
Soal 1
Siapakah nama malaikat yang bertugas sebagai penjaga surga?
A. Malaikat Jibril
B. Malaikat Ridwan
C. Malaikat Mikail
D. Malaikat Izrail
Jawaban: B. Malaikat Ridwan
Pembahasan: Malaikat Ridwan adalah malaikat yang ditugaskan Allah SWT untuk menjaga pintu-pintu surga. Nama Ridwan berasal dari kata Arab yang bermakna “keridhaan” atau “kesenangan”, yang sangat sesuai dengan tugasnya menyambut para penghuni surga yang telah meraih ridha Allah. Berbeda dengan Malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu, Malaikat Mikail yang mengatur rezeki dan alam, serta Malaikat Izrail yang mencabut nyawa, Malaikat Ridwan memiliki spesialisasi khusus dalam urusan surga. Hal ini disebutkan dalam berbagai riwayat hadis dan dijelaskan oleh para ulama seperti Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya.
Soal 2
Dalam Al-Quran, konsep malaikat penjaga surga disebutkan dengan istilah:
A. Khazanah al-Jannah
B. Khazanah al-Arham
C. Khazanah as-Samawat
D. Khazanah al-Ard
Jawaban: A. Khazanah al-Jannah
Pembahasan: Istilah “Khazanah al-Jannah” yang berarti “penjaga surga” atau “perbendaharaan surga” merupakan terminologi yang digunakan Al-Quran untuk menggambarkan malaikat-malaikat yang bertugas menjaga surga. Dalam Surah Az-Zumar ayat 73, Allah berfirman tentang orang-orang bertakwa yang dibawa ke surga dalam rombongan-rombongan hingga ketika mereka sampai di sana dan pintu-pintunya telah dibuka, para penjaganya berkata kepada mereka dengan ucapan selamat. Para penjaga inilah yang dipimpin oleh Malaikat Ridwan. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa khazanah al-jannah merujuk pada malaikat-malaikat mulia yang menjaga dan mengatur surga.
Soal 3
Berapa jumlah pintu surga yang dijaga oleh Malaikat Ridwan dan para malaikat bawahannya?
A. 7 pintu
B. 8 pintu
C. 9 pintu
D. 10 pintu
Jawaban: B. 8 pintu
Pembahasan: Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membelanjakan dua hal di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Sesungguhnya surga memiliki delapan pintu.” Hadis ini menunjukkan bahwa surga memiliki delapan pintu yang masing-masing memiliki nama dan karakteristik khusus. Malaikat Ridwan sebagai pemimpin penjaga surga mengawasi seluruh pintu tersebut bersama malaikat-malaikat bawahannya. Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan bahwa setiap pintu surga memiliki nama sesuai dengan amal kebaikan tertentu, seperti Bab as-Sholah untuk ahli sholat, Bab al-Jihad untuk para mujahid, dan seterusnya.
Soal 4
Nama “Ridwan” memiliki makna dalam bahasa Arab, yaitu:
A. Kemuliaan
B. Keridhaan
C. Keadilan
D. Kebijaksanaan
Jawaban: B. Keridhaan
Pembahasan: Nama Ridwan (رضوان) berasal dari akar kata radiya-yardha yang bermakna ridha, rela, atau senang. Dalam konteks nama malaikat ini, Ridwan mengandung makna “keridhaan” yang menunjukkan bahwa malaikat ini adalah perwujudan ridha Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya yang akan masuk surga. Imam Ar-Raghib Al-Asfahani dalam kitab Mufradat Alfaz Al-Quran menjelaskan bahwa ridwan merupakan bentuk masdar (kata benda) dari kata ridha yang bermakna kesenangan dan keridhaan yang sempurna. Pemilihan nama ini sangat tepat karena tugas Malaikat Ridwan adalah menyambut para penghuni surga yang telah meraih ridha Allah SWT.
Soal 5
Dalam hadis sahih, disebutkan bahwa Malaikat Ridwan akan menyambut penghuni surga dengan ucapan:
A. Ahlan wa sahlan
B. Salamun alaikum
C. Marhaban bikum
D. Salamun alaikum thibtu fa-dhulu khalidun
Jawaban: D. Salamun alaikum thibtu fa-dhulu khalidun
Pembahasan: Berdasarkan Surah Az-Zumar ayat 73, para penjaga surga yang dipimpin Malaikat Ridwan akan menyambut penghuni surga dengan ucapan “Salamun alaikum thibtu fa-dhulu khalidun” yang artinya “Kesejahteraan atas kalian, kalian telah berbuat baik, maka masuklah kalian untuk kekal di dalamnya.” Ucapan ini merupakan bentuk penghormatan dan pengakuan atas amal shaleh yang telah dilakukan oleh para penghuni surga semasa hidup di dunia. Imam At-Tabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ucapan ini mengandung dua unsur: salam sebagai bentuk penghormatan dan pujian atas kebaikan yang telah dilakukan, serta izin untuk masuk surga secara kekal.
Soal 6
Malaikat Ridwan termasuk dalam kategori malaikat:
A. Malaikat Muqarrabun
B. Malaikat Kiraman Katibin
C. Malaikat Hafazah
D. Malaikat Munkar Nakir
Jawaban: A. Malaikat Muqarrabun
Pembahasan: Malaikat Ridwan termasuk dalam kategori Malaikat Muqarrabun, yaitu malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah SWT dan memiliki kedudukan tinggi di sisi-Nya. Kategori ini disebutkan dalam Al-Quran Surah As-Saffat ayat 164 dan Surah Al-Anbiya ayat 26-27. Para ulama seperti Imam Al-Baghawi menjelaskan bahwa Malaikat Muqarrabun adalah malaikat-malaikat pilihan yang diberi tugas-tugas khusus dan mulia, termasuk menjaga surga. Kedudukan tinggi Malaikat Ridwan ini juga tercermin dari tugasnya yang sangat mulia, yaitu menyambut para wali Allah yang akan masuk surga. Berbeda dengan Kiraman Katibin yang mencatat amal, Hafazah yang menjaga manusia, atau Munkar Nakir yang menginterogasi di alam kubur.
Soal 7
Menurut riwayat, bentuk fisik Malaikat Ridwan digambarkan sebagai:
A. Memiliki sayap emas
B. Berwajah sangat tampan dan bercahaya
C. Berpakaian putih bersih
D. Semua jawaban benar
Jawaban: D. Semua jawaban benar
Pembahasan: Berdasarkan berbagai riwayat yang dikompilasi oleh para ulama seperti Imam As-Suyuti dalam kitab La’ali al-Masnu’ah dan Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya, Malaikat Ridwan digambarkan memiliki penampilan yang sangat mulia dan menakjubkan. Ia memiliki sayap emas yang berkilauan, wajah yang tampan dan bercahaya memancarkan nur Allah, serta mengenakan pakaian putih yang sangat bersih sebagai simbol kesucian. Deskripsi ini menunjukkan kemuliaan dan kesucian Malaikat Ridwan sesuai dengan tugasnya yang mulia. Namun perlu dicatat bahwa gambaran fisik malaikat dalam Islam lebih bersifat simbolis untuk menunjukkan sifat-sifat spiritual mereka, bukan deskripsi literal seperti makhluk fisik.
Soal 8
Kapan pertama kali Malaikat Ridwan akan membuka pintu surga?
A. Saat hari kiamat
B. Saat hari pembalasan
C. Saat Nabi Muhammad SAW masuk surga
D. Saat orang beriman pertama masuk surga
Jawaban: C. Saat Nabi Muhammad SAW masuk surga
Pembahasan: Berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda: “Aku adalah orang pertama yang akan mengetuk pintu surga pada hari kiamat.” Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW akan menjadi orang pertama yang masuk surga dan Malaikat Ridwan akan membukakan pintu untuknya. Hal ini menunjukkan keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai Sayyid al-Mursalin dan pemimpin seluruh umat manusia. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa kehormatan ini diberikan kepada Nabi Muhammad SAW karena beliaulah yang akan memberikan syafaat kubra untuk seluruh umat manusia pada hari kiamat.
Soal 9
Dalil Al-Quran yang secara eksplisit menyebutkan tentang penjaga surga terdapat dalam surah:
A. Al-Baqarah
B. Az-Zumar
C. Al-Mulk
D. At-Tahrim
Jawaban: B. Az-Zumar
Pembahasan: Surah Az-Zumar ayat 73 secara eksplisit menyebutkan tentang penjaga surga: “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah dibuka dan berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka: ‘Kesejahteraan atas kamu, kamu telah berbuat baik, maka masuklah ke dalamnya, sedang kamu kekal di dalamnya.'” Ayat ini merupakan referensi utama tentang keberadaan malaikat penjaga surga yang dipimpin oleh Malaikat Ridwan. Imam Al-Jalalayn dalam tafsirnya menjelaskan bahwa “penjaga-penjaganya” (khazanatuha) merujuk pada malaikat-malaikat mulia yang ditugaskan menjaga surga, dengan Malaikat Ridwan sebagai pemimpinnya.
Soal 10
Selain menjaga surga, Malaikat Ridwan juga bertugas:
A. Mencatat amal baik penghuni surga
B. Mengatur tingkatan surga
C. Menyambut dan membimbing penghuni surga
D. Semua jawaban benar
Jawaban: D. Semua jawaban benar
Pembahasan: Tugas Malaikat Ridwan tidak hanya terbatas pada menjaga pintu surga, tetapi juga mencakup berbagai aspek pelayanan kepada penghuni surga. Berdasarkan berbagai riwayat dan penjelasan para ulama, Malaikat Ridwan juga bertugas mencatat amal baik yang menjadi sebab seseorang masuk surga, mengatur tingkatan surga sesuai dengan derajat amal masing-masing penghuni, serta menyambut dan membimbing mereka untuk menempati tempat yang telah disiapkan Allah. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulum ad-Din menjelaskan bahwa malaikat penjaga surga memiliki tugas komprehensif dalam melayani penghuni surga, tidak hanya sebagai penjaga tetapi juga sebagai pelayan yang membantu mereka menikmati kenikmatan surga yang telah dijanjikan Allah.
Soal 11
Dalam hierarki malaikat, kedudukan Malaikat Ridwan setara dengan:
A. Malaikat Jibril
B. Malaikat pembawa arsy
C. Malaikat penjaga neraka
D. Malaikat tingkat menengah
Jawaban: A. Malaikat Jibril
Pembahasan: Malaikat Ridwan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam hierarki malaikat, setara dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan Izrail sebagai malaikat-malaikat besar (al-mala’ikat al-kibar). Hal ini berdasarkan kemuliaan tugas yang diembannya sebagai penjaga surga, tempat kediaman para wali Allah. Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa menjelaskan bahwa Malaikat Ridwan termasuk dalam kategori malaikat-malaikat utama yang memiliki kedudukan khusus di sisi Allah SWT. Kesetaraan ini bukan berarti identik dalam tugas, tetapi dalam hal kemuliaan dan kedekatan dengan Allah. Setiap malaikat besar memiliki spesialisasi: Jibril dalam wahyu, Mikail dalam rezeki dan alam, Izrail dalam kematian, dan Ridwan dalam surga.
Soal 12
Jumlah malaikat yang menjadi bawahan Malaikat Ridwan dalam menjaga surga adalah:
A. 7 malaikat
B. 19 malaikat
C. Tidak disebutkan secara pasti
D. 40 malaikat
Jawaban: C. Tidak disebutkan secara pasti
Pembahasan: Jumlah malaikat yang menjadi bawahan Malaikat Ridwan dalam menjaga surga tidak disebutkan secara pasti dalam Al-Quran maupun hadis sahih. Yang jelas disebutkan adalah bahwa surga memiliki delapan pintu dan setiap pintu dijaga oleh malaikat-malaikat yang berada di bawah komando Malaikat Ridwan. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa Allah tidak memberitahu jumlah pasti malaikat penjaga surga, sebagaimana Dia juga tidak memberitahu jumlah pasti banyak hal ghaib lainnya. Yang terpenting bagi umat Islam adalah memahami bahwa surga dijaga dengan baik oleh malaikat-malaikat pilihan Allah dan bersiap untuk bisa disambut oleh mereka dengan amal shaleh.
Soal 13
Kunci utama pintu surga yang dipegang Malaikat Ridwan simbolnya adalah:
A. La ilaha illa Allah
B. Amal shaleh
C. Iman dan takwa
D. Ridha Allah
Jawaban: A. La ilaha illa Allah
Pembahasan: Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Wa’tsalah bin Al-Asqa’, Rasulullah SAW bersabda: “Kunci surga adalah La ilaha illa Allah.” Hadis ini menunjukkan bahwa kalimat tauhid merupakan kunci utama untuk masuk surga. Malaikat Ridwan, sebagai penjaga surga, tidak akan membuka pintu surga kecuali bagi mereka yang memiliki “kunci” ini. Namun, para ulama seperti Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kalimat Al-Ikhlas menjelaskan bahwa La ilaha illa Allah harus disertai dengan pemahaman yang benar, pengamalan yang konsisten, dan amal shaleh sebagai bukti keimanan. Jadi, meskipun La ilaha illa Allah adalah kuncinya, ia harus didukung oleh iman yang sempurna dan amal yang sejalan.
Soal 14
Menurut para ulama, Malaikat Ridwan diciptakan dari:
A. Api
B. Cahaya (nur)
C. Tanah
D. Angin
Jawaban: B. Cahaya (nur)
Pembahasan: Seperti semua malaikat, Malaikat Ridwan diciptakan dari cahaya (nur). Hal ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan manusia diciptakan dari tanah.” Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan bahwa cahaya yang dimaksud adalah cahaya spiritual yang berbeda dengan cahaya fisik yang kita kenal. Cahaya ini memberikan sifat-sifat kesucian, kecepatan, dan kemampuan untuk beribadah kepada Allah tanpa lelah. Khusus untuk Malaikat Ridwan, para ulama menambahkan bahwa cahayanya memiliki keistimewaan yang sesuai dengan tugasnya menjaga tempat yang penuh dengan cahaya dan kebahagiaan, yaitu surga.
Soal 15
Dalam tradisi tafsir, disebutkan bahwa Malaikat Ridwan memiliki karakteristik:
A. Selalu tersenyum
B. Tidak pernah tidur
C. Sangat penyayang
D. Semua jawaban benar
Jawaban: D. Semua jawaban benar
Pembahasan: Berdasarkan berbagai kitab tafsir dan hadis, Malaikat Ridwan memiliki karakteristik yang sangat mulia. Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Malaikat Ridwan selalu tersenyum karena ia senantiasa melihat kenikmatan surga dan kebahagiaan penghuninya. Seperti semua malaikat, ia tidak pernah tidur dan senantiasa dalam keadaan ibadah kepada Allah. Sifat penyayangnya tercermin dari tugasnya menyambut penghuni surga dengan lemah lembut dan memberikan kenyamanan. Imam As-Suyuti dalam Al-Khasais Al-Kubra menambahkan bahwa sifat-sifat ini diberikan Allah kepada Malaikat Ridwan agar para penghuni surga merasa disambut dengan baik dan merasakan kasih sayang Allah melalui pelayanan malaikat-Nya.
Soal 16
Waktu yang tepat untuk berdoa agar mendapat syafaat Malaikat Ridwan adalah:
A. Setelah shalat Maghrib
B. Sepertiga malam terakhir
C. Setiap waktu dengan khusyuk
D. Hari Jumat
Jawaban: C. Setiap waktu dengan khusyuk
Pembahasan: Meskipun ada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat, namun untuk memohon agar bisa disambut dengan baik oleh Malaikat Ridwan, yang terpenting adalah kekhusyukan dan kesungguhan dalam berdoa, bukan waktunya. Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa doa yang paling penting adalah doa yang disertai dengan amal shaleh dan ketulusan hati. Untuk bisa disambut Malaikat Ridwan, seseorang harus mempersiapkan diri dengan iman yang kuat, amal shaleh yang konsisten, dan akhlak yang baik. Doa hanyalah salah satu bentuk ikhtiar, sementara yang menentukan adalah taufik dari Allah SWT berdasarkan kualitas iman dan amal seseorang.
Soal 17
Dalam konteks eskatologi Islam, Malaikat Ridwan berperan penting dalam:
A. Proses hisab (perhitungan amal)
B. Penyeberangan shirat
C. Penerimaan di surga
D. Pemberian mahkota surga
Jawaban: C. Penerimaan di surga
Pembahasan: Dalam eskatologi (ilmu tentang akhir zaman) Islam, Malaikat Ridwan memiliki peran khusus dalam tahap penerimaan di surga, setelah seluruh proses pengadilan akhirat selesai. Berbeda dengan Malaikat Raqib dan Atid yang mencatat amal, atau malaikat-malaikat lain yang terlibat dalam proses hisab dan penyeberangan shirat, tugas Malaikat Ridwan dimulai ketika para mukmin yang telah lolos dari seluruh ujian akhirat tiba di pintu surga. Imam Al-Baydawi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa peran Malaikat Ridwan ini sangat penting karena ia adalah “penerima resmi” yang mewakili Allah dalam menyambut para wali-Nya. Momen penerimaan ini merupakan puncak kebahagiaan bagi penghuni surga, di mana mereka akhirnya merasakan keamanan dan kebahagiaan yang kekal.
Soal 18
Doa yang dianjurkan untuk dibaca agar bisa disambut Malaikat Ridwan adalah:
A. Rabbana atina fi’d-dunya hasanatan
B. Rabbana aghfirlana zunubana
C. Rabbana la tuzigh qulubana
D. Rabbij’alni min ahli jannatika
Jawaban: D. Rabbij’alni min ahli jannatika
Pembahasan: Doa “Rabbij’alni min ahli jannatika” yang artinya “Ya Rabbku, jadikanlah aku termasuk penghuni surga-Mu” merupakan doa yang paling relevan untuk memohon agar bisa disambut oleh Malaikat Ridwan. Doa ini secara langsung memohon kepada Allah agar dimasukkan ke dalam golongan ahli surga. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa para salaf sering menggunakan doa-doa yang langsung memohon surga karena surga adalah tujuan utama setiap mukmin. Meskipun demikian, doa-doa lain seperti memohon kebaikan dunia akhirat, ampunan, dan istiqamah juga penting karena semuanya adalah bekal untuk masuk surga. Yang terpenting adalah doa harus disertai dengan usaha nyata untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Soal 19
Menurut Imam Al-Ghazali, cara terbaik mempersiapkan diri untuk disambut Malaikat Ridwan adalah:
A. Memperbanyak shalat sunnah
B. Membersihkan hati dari sifat tercela
C. Memperbanyak sedekah
D. Semua jawaban benar
Jawaban: D. Semua jawaban benar
Pembahasan: Imam Al-Ghazali dalam kitab monumentalnya “Ihya Ulum ad-Din” menjelaskan bahwa persiapan untuk masuk surga dan disambut oleh Malaikat Ridwan memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ritual. Memperbanyak shalat sunnah menunjukkan kecintaan kepada Allah dan keinginan untuk dekat dengan-Nya. Membersihkan hati dari sifat tercela seperti takabur, hasad, dan dengki merupakan syarat utama karena surga hanya untuk jiwa-jiwa yang suci. Memperbanyak sedekah menunjukkan kepedulian sosial dan kesiapan untuk berkorban demi sesama. Imam Al-Ghazali menekankan bahwa ketiga aspek ini saling mendukung dan tidak bisa dipisahkan dalam persiapan menghadapi akhirat.
Soal 20
Hikmah utama dari mempelajari tentang Malaikat Ridwan adalah:
A. Menambah pengetahuan tentang ghaib
B. Memotivasi untuk berbuat kebaikan
C. Mempersiapkan mental menghadapi akhirat
D. Semua jawaban benar
Jawaban: D. Semua jawaban benar
Pembahasan: Mempelajari tentang Malaikat Ridwan memberikan hikmah yang komprehensif bagi kehidupan seorang Muslim. Pertama, menambah pengetahuan tentang alam ghaib yang merupakan bagian dari iman kepada malaikat, rukun iman yang keenam. Kedua, memberikan motivasi kuat untuk berbuat kebaikan karena setiap Muslim akan berkeinginan untuk disambut dengan baik oleh Malaikat Ridwan di surga. Ketiga, mempersiapkan mental menghadapi akhirat dengan memahami proses dan tahapan yang akan dilalui. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyah dalam Hadi Al-Arwah menjelaskan bahwa pengetahuan tentang akhirat dan para malaikatnya berfungsi sebagai motivator spiritual yang mendorong seseorang untuk senantiasa berada di jalan yang benar. Kombinasi ketiga hikmah ini menjadikan pembelajaran tentang Malaikat Ridwan sangat penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas seorang Muslim.
Kesimpulan
Quiz tentang Malaikat Ridwan ini telah menghadirkan 20 soal pilihan berganda yang komprehensif, mencakup berbagai aspek mulai dari identitas, tugas, karakteristik, hingga hikmah mempelajari tentang malaikat mulia ini. Setiap pembahasan disusun berdasarkan dalil-dalil yang kuat dari Al-Quran, hadis sahih, dan penjelasan para ulama terpercaya.
Malaikat Ridwan, sebagai penjaga surga, memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan akhirat setiap Muslim. Pemahaman tentang sosoknya tidak hanya memperkaya wawasan keislaman, tetapi juga memberikan motivasi spiritual untuk senantiasa berbuat kebaikan agar kelak bisa disambut dengan penuh kehormatan di pintu surga.
Melalui quiz ini, diharapkan pembaca dapat lebih memahami kemuliaan Malaikat Ridwan dan termotivasi untuk mempersiapkan diri dengan iman yang kuat, amal shaleh yang konsisten, dan akhlak yang terpuji. Semoga Allah SWT berkenan menjadikan kita semua termasuk golongan yang akan disambut oleh Malaikat Ridwan dengan ucapan “Salamun alaikum thibtu fa-dhulu khalidun.”