
Soal Nomor 07 – Pilihan Ganda (PG) Sederhana
- Kompetensi:
Memahami ide pokok dalam teks exposition. - Subkompetensi:
Menentukan thesis statement dalam teks exposition. - Bentuk soal:
Pilihan Ganda (satu jawaban benar).
#1. Teks Bacaan (Exposition Text): Many students believe that using smartphones in the classroom can help them access information quickly. With the internet, students can find examples, definitions, and supporting ideas. However, some teachers argue that smartphones are more distracting than helpful. Soal: What is the thesis statement of the text?
Kunci Jawaban: B
Students believe smartphones are useful in class.
Pada soal 07, thesis statement adalah pendapat utama yang dikemukakan penulis, yaitu students believe smartphones are useful in class (B).
Pilihan A, C, D hanya bagian dari argumen, bukan thesis.
Pilihan E tidak ada dalam teks.
Pembahasan Teori:
Teks exposition bertujuan meyakinkan pembaca dengan menyajikan pendapat (thesis) dan alasan pendukung (arguments), diakhiri dengan penegasan ulang (reiteration).
Sesuai dengan Kurikulum Merdeka, siswa perlu menganalisis ide utama, argumen, serta menilai kelogisan argumen dalam teks.
Dalam soal ini, siswa dilatih membedakan antara thesis statement, supporting arguments, dan counter-arguments.
Studi Kasus/Kontekstualisasi:
Dalam kehidupan nyata, penggunaan smartphone di kelas adalah isu aktual.
Ada sekolah yang melarang karena dianggap mengganggu konsentrasi, tetapi ada pula yang memperbolehkan sebagai sarana belajar digital.
Siswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis: memilah argumen yang logis, sesuai fakta, dan mendukung klaim, dibandingkan yang hanya opini tanpa dasar.
Kesimpulan:
Set soal ke-3 ini melatih:
- Identifikasi thesis statement (soal 07).
- Pemahaman argumen pendukung lebih dari satu jawaban (soal 08).
- Evaluasi kelogisan pernyataan (soal 09).
Dengan demikian, siswa bukan hanya membaca teks secara literal, tetapi juga mengevaluasi argumen secara kritis dan logis, sesuai tuntutan kompetensi literasi kritis Kurikulum Merdeka.
Daftar Referensi
- Kemendikbud RI. Buku Bahasa Inggris SMA/MA Kelas XI–XII (Kurikulum Merdeka). 2022.
- Kemendikbud RI. Buku Bahasa Inggris SMA K13 Revisi 2018.
- Permendikbudristek No. 56 Tahun 2022 tentang Kurikulum Merdeka.
- Brown, H.D. (2014). Principles of Language Learning and Teaching. Pearson.
- Harmer, J. (2015). The Practice of English Language Teaching. Pearson.
- Richards, J.C. & Rodgers, T.S. (2014). Approaches and Methods in Language Teaching. Cambridge UP.
- Nation, I.S.P. (2013). Learning Vocabulary in Another Language. Cambridge UP.
- Anderson, N. (2008). Exploring Second Language Reading. Heinle.
- Grabe, W. & Stoller, F. (2019). Teaching and Researching Reading. Routledge.
- British Council. (2021). Teaching English – Exposition Texts. https://www.britishcouncil.org


- Tema: TKA (Tes Kemampuan Akademik)
- Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
- Jenjang: SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat
- Alokasi Waktu: 120 menit
- Jumlah Soal: 60 butir
- Bentuk Soal: PG/PGK MCMA/PGK Kategori
- Sumber video:
- Download Latihan Soal: klik di sini
- Supported by: BIMBEL TRIDAYA
TKA Bahasa Inggris – Set 1 (Narrative Text)
Soal Nomor 01 – Pilihan Ganda (PG)
Kompetensi:
Memahami makna teks naratif sederhana.
Subkompetensi:
Menentukan ide pokok dari sebuah cerita.
Bentuk soal:
Pilihan Ganda (satu jawaban benar).
Teks Bacaan (Narrative Text):
Once upon a time, in a small village, there lived a poor woodcutter. One day, while cutting trees in the forest, he found a golden axe. Surprised by the treasure, he decided to keep it. However, a spirit of the forest appeared and asked him to return the axe. The woodcutter, though poor, was honest and gave it back. The spirit was pleased and rewarded him with wealth and happiness.
Soal:
What is the main idea of the story?
A. The woodcutter became rich by stealing the axe.
B. Honesty brings reward and happiness.
C. The spirit of the forest punished the woodcutter.
D. The woodcutter sold the golden axe to the villagers.
E. The forest was dangerous for the woodcutter.
✅ Kunci Jawaban: B. Honesty brings reward and happiness.
Soal Nomor 02 – PGK MCMA (Multiple Correct Multiple Answer)
Kompetensi:
Menganalisis detail dalam teks naratif.
Subkompetensi:
Mengidentifikasi lebih dari satu informasi benar dalam cerita.
Bentuk soal:
PGK MCMA (lebih dari satu jawaban benar).
Soal:
Based on the text, which statements are correct?
A. The woodcutter was poor.
B. He kept the golden axe secretly.
C. The spirit rewarded him for honesty.
D. The woodcutter refused to return the axe.
E. Wealth and happiness were given as a reward.
✅ Jawaban Benar: A, C, E
Soal Nomor 03 – PGK Kategori
Kompetensi:
Menganalisis informasi eksplisit dan implisit dari teks naratif.
Subkompetensi:
Menentukan kategori benar/salah dari pernyataan teks.
Bentuk soal:
PGK Kategori (Benar/Salah).
Soal:
Decide whether the following statements are True (T) or False (F) based on the text:

- The woodcutter was a rich man.
- The spirit asked the woodcutter to return the axe.
- The woodcutter honestly returned the golden axe.
- Honesty was rewarded by the spirit.
✅ Jawaban:
- F (False)
- T (True)
- T (True)
- T (True)
Pembahasan Lengkap
Analisis Pilihan Jawaban:
- Pada soal 01, pilihan A salah karena woodcutter tidak mencuri.
- Pilihan C salah karena tidak ada hukuman dari spirit.
- Pilihan D salah karena tidak disebutkan ia menjual axe.
- Pilihan E salah karena tidak ada ancaman hutan.
- Pilihan B benar karena inti cerita adalah honesty brings reward.
Untuk soal 02 (MCMA), pernyataan A benar (woodcutter digambarkan miskin), C benar (spirit memberi hadiah karena kejujuran), dan E benar (wealth & happiness diberikan). Pernyataan B salah karena ia tidak menyimpan rahasia, ia malah mengembalikan. Pernyataan D salah karena ia tidak menolak.
Untuk soal 03 (True/False), pernyataan 1 salah (ia miskin, bukan kaya), 2 benar (spirit meminta kembali), 3 benar (ia jujur), 4 benar (honesty rewarded).
Pembahasan Teori:
Dalam teks naratif, struktur biasanya terdiri dari orientation (pengenalan tokoh), complication (masalah/konflik), dan resolution (penyelesaian). Cerita di atas menekankan nilai moral (moral value), yaitu kejujuran akan mendapat balasan. Hal ini sejalan dengan capaian pembelajaran Bahasa Inggris SMA pada Kurikulum Merdeka, yang menuntut siswa untuk tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga menemukan nilai kehidupan di dalamnya.
Studi Kasus/Kontekstualisasi:
Cerita woodcutter relevan untuk membangun karakter peserta didik. Banyak cerita rakyat internasional (misalnya The Honest Woodcutter dari Aesop’s Fables) mengajarkan nilai serupa. Pembelajaran teks naratif tidak hanya melatih keterampilan bahasa Inggris, tetapi juga pendidikan karakter, yang memang menjadi tujuan integratif dalam kurikulum nasional.
Kesimpulan:
Set soal ini melatih siswa dalam tiga aspek utama:
- Menentukan main idea (Soal PG).
- Mengidentifikasi lebih dari satu detail benar (Soal MCMA).
- Menganalisis kebenaran pernyataan (Soal Kategori).
Dengan demikian, siswa tidak hanya menguasai keterampilan membaca literal, tetapi juga inferensial dan evaluatif, sesuai prinsip Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam Kurikulum Merdeka.
Referensi
- Kemendikbud RI. Buku Bahasa Inggris SMA/MA Kelas X–XII (Kurikulum Merdeka). 2022–2024.
- Kemendikbud RI. Permendikbudristek No. 56 Tahun 2022 tentang Kurikulum Merdeka.
- Kemendikbud RI. Buku Bahasa Inggris SMA K13 Revisi 2018.
- Brown, H.D. Teaching by Principles: An Interactive Approach to Language Pedagogy. Pearson, 2014.
- Harmer, J. The Practice of English Language Teaching. Pearson, 2015.
- Nation, I.S.P. Learning Vocabulary in Another Language. Cambridge University Press, 2013.
- Grabe, W. & Stoller, F. Teaching and Researching Reading. Routledge, 2019.
- Anderson, N. Exploring Second Language Reading. Heinle, 2008.
- Richards, J.C. & Rodgers, T.S. Approaches and Methods in Language Teaching. Cambridge University Press, 2014.
- British Council. Assessing Reading Skills in ESL/EFL. https://www.britishcouncil.org








