Suatu ketika Asma binti Abu Bakar pernah memotong selendang ikat pinggangnya menjadi dua bagian.
Potongan pertama ia pakai untuk bungkus bekal makanan Rasulullah.
Saat itu Rasul ditemani Abu Bakar, ayahanda Asma, akan pergi hijrah ke Madinah.
Sementara potongan ikat pinggang kedua dipakai untuk dirinya sendiri.
Sejak kejadian itu, Asma pun dijuluki “Dzaatun nithaaqain”, perempuan pemilik dua selendang.
Asma terkenal dengan kedermawanannya.
Ia tidak pernah menyimpan makanan atau benda berharga lainnya untuk keperluan esok hari.
Saat ia sakit, ia bebaskan semua hamba sahayanya.
Asma juga seorang pemberani, Asma pernah bertugas mengantarkan makanan kepada Rasul.
Padahal saat itu kaum kafir Quraisy akan menganiaya dan membunuh siapa saja yang berani membantu kesulitan Rasulullah.
Ia juga pernah ikut dalam Perang Yarmuk bersama suaminya, Zubair bin Awwam.
Selain sebagai seorang penyair, Asma sempat pula meriwayatkan langsung 58 hadits dari Rasulullah Saw.
Asma termasuk generasi pertama yang memeluk Islam (asabiqun awwalun) dan menikah dengan Zubair bin Awwam, salah seorang sahabat calon penghuni surga.
Asma wafat pada usia lanjut, 100 tahun.
Namun hebatnya, giginya tetap utuh.
Tidak ada yang tanggal.
Sementara akalnya juga masih sempurna, tidak mengalami kepikunan.
Ia hanya mengalami kebutaan saja. ***
Pesan Hikmah untuk Ananda
Untuk menegakkan kebenaran diperlukan keberanian dan pengorbanan.

Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Kisah 33 Sahabat Utama Nabi
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Gambar: Aep Saepudin/ebookanak.com
- Penerbit: Cahaya Ilmu