Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
Jin Menyerupai Ular, Anjing, dan Binatang Lainnya
Jin Berbentuk Ular (pexels, @koprivakart via portalsulut.pikiran-rakyat.com)

Jin Menyerupai Ular, Anjing, dan Binatang Lainnya

Table of Contents

Menurut sebuah riwayat, tidak sedikit ular yang sejatinya adalah jin dan tidak sedikit pula yang merupakan penjelmaan dari jin.

Menurut hadis, ada 2 jenis ular yang harus dibunuh karena dapat mengubah bentuk dirinya ke dalam bentuk yang lain.

Jin jenis ular dan anjing serta berbagai jenis binatang jelmaan jin yang lainnya, menurut kitab Wiqoyatul Insan karya Syekh Wahid Abdus Salam Bali, itu adalah bentuk aslinya.

“Yakni bentuk nyata dari penjelmaan (bisa dilihat dan disentuh) bukan bentuk pencitraan, yaitu jenis jin ular yang berwarna hitam dan anjing yang berwarna hitam. Karena pada hakikatnya manusia tidak bisa melihat bentuk asli jin yang sebenarnya,” katanya.

Dapat dijelaskan dalam manaqibusy Sayafi’i dengan sanadnya dari ar Rabi’ yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Al Hafizh menyatakan, “Aku mendengar Syafi’i berkata: ‘Barangsiapa yang mengaku melihat jin maka kami batalkan syahadatnya kecuali Nabi.”

Ibnu Hajar Asqolani mengatakan, hal ini berlaku bagi mereka yang mengaku melihat jin dalam bentuk aslinya.

Sedangkan orang yang mengaku melihat jin setelah menyerupai beberapa bentuk binatang maka tidak dapat dibantah karena berita-berita tentang penyerupaan mereka sudah mutawatir (banyak).

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Ular adalah jadian jin sebagaimana kera dan babi adalah jadian dari Bani Israil” (HR Ibnu Hibban,Thabrani dalam Al Kabir dan Ibnu Abi Hatim di dalam Al’llal. Dishahihkan oleh al Hakim di dalam ash shohihah, 4/439 nomor 1824)

Ada juga hadist yang diriwayatkan dari Abu Qilabah ra dari Nabi ﷺ, ia berkata: “Sekiranya anjing itu bukan satu ummat niscaya aku memerintahkan pembunuhannya tetapi aku takut memusnahkan satu ummat, karena itu bunuhlah setiap binatang hitam di antaranya sebab dia adalah jinnya atau dari jinnya.” (HR Muslim dalam Kitabul Musaqat Hadits nomor 48)

Terdapat juga di dalam shahih Muslim hadist dari Abu Dzar, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berdiri sholat maka (hendaklah) dia membatasinya dengan sutrah (pembatas) jika di hadapannya ada seperti ekor binatang, jika tidak ada di hadapannya seperti ekor binatang maka sesungguhnya sholatnya bisa batal karena keledai, wanita dan anjing hitam.”

Saya bertanya, “Wahai Abu Dzar, mengapalah anjing hitam dibedakan dari anjing merah atau anjing kuning segala?”

la menjawab, ”Wahai anak saudaraku, saya bertanya kepada Rasulullah ﷺ sebagaimana kamu bertanya kepadaku lalu beliau bersabda: “Anjing hitam adalah setan”. (HR Muslim No. 4/228)

Ibnu Taimiyyah dalam Risalatul Jinni menyatakan bahwa anjing hitam dalam hadis di atas adalah setan anjing dan jin, dia menyerupai warna beberapa bentuk.

Demikian juga dengan bentuk kucing hitam karena warna hitam lebih bisa menghimpun kekuatan-kekuatan setan daripada warna lainnya, di samping karena warna hitam menyimpan daya panas.

Selanjutnya Ibnu Taimiyyah juga menyatakan jin bisa menyerupai bentuk manusia dan binatang, seperti ular, kalajengking, unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai, burung, dan anak keturunan Adam. ***

Jin Berbentuk Ular, Anjing, dan Binatang Lainnya (Foto wallpaperflare.com)
Anjing warna hitam bisa menjadi jelmaan jin. (Foto: wallpaperflare.com)

Sumber dan Kontributor

Informasi Post

Bahasa

:

field_6213439005972
Pengunjung: 0 Hari Ini: 0
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026