Pesta dansa di istana begitu meriah.
Bunga-bunga indah menghiasi istana.
Makanan yang lezat disajikan di piring-piring yang berkilauan.
Semua tamu memakai baju yang sangat indah.
Oh, betapa senangnya Armelia.
Ia bisa ikut berdansa di istana yang megah ini.
Apalagi, Sang Pangeran mengajaknya berdansa.
Teng, teng, teng…

Oh, lonceng istana berdentang dua belas kali.
Sekarang sudah tengah malam.
Armelia terkejut.
Ia masih senang berdansa dan mengobrol dengan Pangeran.
Tapi, Armelia sudah berjanji kepada ibunya.
Ia akan pulang pada tengah malam.
Dengan berat hati, Armelia pamit dan berlari keluar istana.
“Tunggu… siapa namamu, Putri?” teriak Pangeran sambil mengejar Armelia.
Karena terburu-buru, Armelia terjatuh.
Salah satu anting panjang di telinga kirinya lepas dan tertinggal di tangga istana.
Armelia sedih.
Ia merasa tidak akan bertemu lagi dengan Pangeran.
Bagaimana mungkin Pangeran mau berteman dengan orang yang tidak sopan meninggalkannya di tengah dansa?
“Lagipula, Pangeran pasti tidak mau berteman dengan orang miskin seperti aku,” pikir Armelia.
Tok, tok, tok.
Pintu rumah Armelia diketuk.

Betapa terkejutnya Armelia ketika membukanya.
Di depannya, Pangeran tersenyum sambil membawa kotak berisi antingnya yang terlepas di tangga istana dulu.
Armelia lebih terkejut lagi karena Pangeran mengundangnya ke istana.
“Kau putri yang baik, Armelia. Aku suka dengan orang yang menepati janjinya,” jelas Pangeran.
Oh, bahagianya Armelia.
Ternyata, Pangeran senang berteman dengannya.
Semua itu karena Armelia menepati janjinya kepada sang Ibu. ***
Pesan Cerita
Tepatilah janji sesuai kesepakatan karena menepati janji bagian dari budi pekerti mulia.

Sumber dan Kontributor
- Judul: Dongeng Indah Prince dan Princess
- Naskah: Kak Nurul Ihsan dan Kak Mitha Yanuarti
- Gambar: Nonoy/ebookanak.com
- Penerbit: Transmedia Pustaka