Kiai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (1 Agustus 1868 – 23 Februari 1923) adalah seorang Ulama Besar bergelar Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Muhammadiyah.
Beliau adalah putra keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar.
KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu.
Sementara ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.
Suami dari Siti Walidah yang juga termasuk Pahlawan Nasional.
K.H. Ahmad Dahlan memperoleh pendidikan agama di pesantren dan kemudian memperdalam ilmu lainnya di Mekah.
K.H. Ahmad Dahlan juga gemar membaca buku.
Nama K.H. Ahmad Dahlan menjadi bahan pembicaraan masyarakat ketika tahun 1896 beliau membetulkan arah kiblat di langgar dan masjid-masjid di Yogyakarta.
Peristiwa lain yang membuatnya semakin dikenal ialah dengan penentuan Hari Raya Id.
Tetapi nama beliau lebih dikenal sebagai pendiri dan pemimpin Muhammadiyah, organisasi sosial yang menitikberatkan usahanya di bidang pendidikan serta kemajuan hidup beragama di kalangan umat Islam.
Sebelum mendirikan Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan sudah memasuki organisasi lain, baik yang berdasarkan nasionalisme ataupun keagamaan, seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam.
K.H. Ahmad Dahlan memilih lapangan sosial dan pendidikan sebagai medan baktinya.
Selain Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Aisiyah untuk anak perempuan dan organisasi pramuka Hizbul Wathan.

Sumber dan Kontributor
- direktoratk2krs.kemsos.go.id
- id.wikipedia.org
- Penyunting: elibrary.id