Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam adalah contoh sempurna dari seorang 'abidah (wanita yang sangat rajin beribadah)

Siti Maryam Mengandung

Nabi Zakaria pun sadar, bahwa Allah SWT memberikan perhatian khusus kepada Maryam.

Saat Maryam sedang sendirian, datang Malaikat Jibril menemuinya.

Jibril menyerupai seorang manusia sempurna.

“Siapakah engkau?” tanya Maryam kaget melihat tiba-tiba ada manusia lain di kamarnya.

“Sesungguhnya, aku adalah utusan Allah yang akan memberimu anak yang suci,” Malaikat Jibril berkata sambil menatap Maryam.

“Bagaimana aku akan memperoleh seorang anak, sedangkan tidak ada seorang manusia pun yang menyentuh tubuhku? Dan aku pun tidak akan berbuat dosa?”

Maryam bertanya dengan wajah penuh keheranan.

“Perkara itu sangat mudah bagi Allah, sebagai tanda kekuasaan Allah,” jawab Jibril.

Tidak lama setelah kedatangan Malaikat Jibril, Maryam pun mengandung.

Kandungannya makin lama makin besar.

Penduduk kampungnya menjadi gempar melihat seorang gadis telah hamil, tanpa seorang suami.

Mereka menghina Maryam.

Mereka menganggap Maryam perempuan yang telah berbuat dosa.

“Hai Maryam, bukankah kedua orangtuamu orang yang saleh? Mengapa engkau menjadi seperti ini?” tanya mereka benar-benar tak percaya.

Maryam hanya diam mendengar pertanyaan yang disertai ejekan tersebut.

Maryam yakin, kebenaran Tuhan akan datang kepadanya. ***

Pesan kisah:

Segala perkara amat sangat mudah bagi Allah SWT.

Sumber dan Kontributor

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak/dishare/didownload/dikomersialkan/dicetak/dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Putar suaraPopup promosi ELibrary Stories Plus dengan pilihan paket Premium 24 jam, 30 hari, dan 365 hari untuk membuka akses ke lebih banyak cerita anak berkualitas.