

🕌 Qur’an Quiz Series 📖
Al-Baqarah Ayat 6-10 – Mari Belajar Bersama!
Skor: 0/10
1Siapakah yang dimaksud dengan “orang-orang kafir” dalam ayat 6?
💡 Pembahasan:
Orang kafir adalah mereka yang mengetahui kebenaran, tetapi memilih menolaknya dengan sombong. (Tafsir Ibnu Katsir)
2Apa yang terjadi pada hati dan pendengaran orang kafir menurut ayat 7?
💡 Pembahasan:
Allah mengunci hati dan pendengaran mereka, artinya mereka tidak lagi bisa menerima hidayah. (Tafsir As-Sa’di)
3Apa maksud “penglihatan mereka tertutup”?
💡 Pembahasan:
Penutupan penglihatan bermakna bahwa mereka tidak mau melihat tanda-tanda kebenaran yang nyata. (Tafsir Al-Muyassar)
4Siapa yang dimaksud pada ayat 8 dengan orang yang berkata “Kami beriman” tetapi tidak beriman?
💡 Pembahasan:
Mereka adalah orang munafik yang pura-pura beriman untuk menipu kaum Muslimin. (Tafsir Ibnu Katsir)
5Apa yang dilakukan orang munafik terhadap Allah dan orang beriman?
💡 Pembahasan:
Mereka menipu Allah dan kaum beriman dengan berpura-pura beriman padahal tidak. (Tafsir Al-Muyassar)
6Apa akibat dari menipu Allah dan kaum beriman?
💡 Pembahasan:
Sesungguhnya tipu daya mereka kembali pada diri sendiri. Mereka hanya menipu diri sendiri tanpa sadar. (Tafsir Ibnu Katsir)
7Apa yang terdapat dalam hati orang munafik?
💡 Pembahasan:
Penyakit hati di sini bermakna keraguan, kebohongan, dan kedengkian terhadap kebenaran. (Tafsir As-Sa’di)
8Apa balasan bagi orang yang berdusta menurut ayat 10?
💡 Pembahasan:
Orang yang berdusta tentang iman akan mendapat azab yang sangat pedih. (Tafsir Ibnu Katsir)
9Mengapa Allah menambah penyakit dalam hati orang munafik?
💡 Pembahasan:
Setiap kali mereka berdusta, penyakit hati mereka semakin parah. (Tafsir Al-Muyassar)
10Apa pelajaran utama dari ayat 6–10 ini?
💡 Pembahasan:
Menolak dan membohongi kebenaran menyebabkan hati tertutup dari petunjuk Allah. (Tafsir As-Sa’di)
Qur’an Quiz Series: Surah Al-Baqarah Ayat 6–10
#1. Siapakah yang dimaksud dengan “orang-orang kafir” dalam ayat 6?
✅ Jawaban: B
Pembahasan:
Orang kafir adalah mereka yang mengetahui kebenaran, tetapi memilih menolaknya dengan sombong. (Tafsir Ibnu Katsir)
#2. Apa yang terjadi pada hati dan pendengaran orang kafir menurut ayat 7?
✅ Jawaban: C
Pembahasan:
Allah mengunci hati dan pendengaran mereka, artinya mereka tidak lagi bisa menerima hidayah. (Tafsir As-Sa’di)
#3. Apa maksud “penglihatan mereka tertutup”?
✅ Jawaban: B
Pembahasan:
Penutupan penglihatan bermakna bahwa mereka tidak mau melihat tanda-tanda kebenaran yang nyata. (Tafsir Al-Muyassar)
#4. Siapa yang dimaksud pada ayat 8 dengan orang yang berkata “Kami beriman” tetapi tidak beriman?
✅ Jawaban: B
Pembahasan:
Mereka adalah orang munafik yang pura-pura beriman untuk menipu kaum Muslimin. (Tafsir Ibnu Katsir)
#5. Apa yang dilakukan orang munafik terhadap Allah dan orang beriman?
✅ Jawaban: A
Pembahasan:
Mereka menipu Allah dan kaum beriman dengan berpura-pura beriman padahal tidak. (Tafsir Al-Muyassar)
Qur’an Quiz Series: Surah Al-Baqarah Ayat 6–10
Ayat ke-6
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Inna alladzīna kafarū sawā’un ‘alayhim a’anżartahum am lam tunżirhum lā yu’minūn.
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
Ayat ke-7
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Khatamallāhu ‘alā qulūbihim wa ‘alā sam‘ihim wa ‘alā abṣārihim ghisyāwah, wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm.
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutup. Bagi mereka azab yang besar.
Ayat ke-8
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
Wa mina-n-nāsi man yaqūlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bi-mu’minīn.
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu bukan orang-orang yang beriman.
Ayat ke-9
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Yukhādi‘ūnallāha wa alladzīna āmanū wa mā yakhda‘ūna illā anfusahum wa mā yash‘urūn.
Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri tanpa mereka sadari.
Ayat ke-10
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Fī qulūbihim maraḍun fazādahumullāhu maraḍā, wa lahum ‘ażābun alīmun bimā kānū yakżibūn.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan bagi mereka azab yang pedih disebabkan mereka berdusta.
Qur’an Stories: Surah Al-Baqarah Ayat 6–10
Cerita & Tafsir Anak — Hati yang tertutup cahaya iman 🌙
🌱 Jangan pura-pura beriman hanya agar disukai orang.
💖 Jadilah anak yang jujur, mendengar nasihat, dan menjaga hati agar selalu lembut oleh cahaya iman.
🟩 Penjelasan Ayat (6–10)
Ayat-ayat ini menjelaskan dua golongan manusia yang tidak mendapat petunjuk dari Allah:
- Orang kafir, yang menolak kebenaran setelah mengetahuinya.
- Orang munafik, yang berpura-pura beriman padahal hatinya tidak beriman.
Allah menjelaskan bahwa orang kafir tidak akan beriman meskipun sudah diberi peringatan, karena hati mereka telah dikunci akibat kesombongan dan keburukan niat mereka.
Sedangkan orang munafik berpura-pura beriman hanya untuk menipu kaum Muslimin. Namun Allah mengetahui isi hati mereka.
Dalam hati mereka ada penyakit kemunafikan, dan Allah menambah penyakit itu karena kebohongan mereka.
Mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak.
🟨 Materi Ayat (6–10)
Ayat 6
Arabic:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Latin:
Inna alladzīna kafarū sawā’un ‘alaihim a’anżartahum am lam tunżirhum lā yu’minūn
Arti:
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
Ayat 7
Arabic:
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Latin:
Khatamallāhu ‘alā qulūbihim wa ‘alā sam‘ihim wa ‘alā abṣārihim gisyāwah, wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm
Arti:
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, serta penglihatan mereka tertutup. Bagi mereka azab yang berat.
Ayat 8
Arabic:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
Latin:
Wa mina an-nāsi man yaqūlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bimu’minīn
Arti:
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal mereka sebenarnya tidak beriman.
Ayat 9
Arabic:
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Latin:
Yukhādi‘ūnallāha walladzīna āmanū wa mā yakhda‘ūna illā anfusahum wa mā yash‘urūn
Arti:
Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
Ayat 10
Arabic:
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًۭا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Latin:
Fī qulūbihim maraḍun fazādahumullāhu maraḍā, wa lahum ‘ażābun alīmun bimā kānū yakżibūn
Arti:
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu, dan bagi mereka azab yang pedih karena mereka berdusta.
🟪 Kesimpulan & Pesan Ayat
🌸 Dari Surah Al-Baqarah ayat 6–10 kita belajar bahwa:
- Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang menolak kebenaran.
- Orang munafik hanya menipu dirinya sendiri.
- Kejujuran dan iman adalah cahaya dalam hati, sedangkan dusta dan kemunafikan adalah penyakit yang berbahaya.
✨ Pesan moral:
Jadilah anak yang jujur, beriman sungguh-sungguh, dan tidak berpura-pura.
Mintalah selalu kepada Allah agar hati kita tidak tertutup dari cahaya petunjuk-Nya.








