1
Apa tujuan utama Allah memerintahkan manusia beribadah dalam ayat 21?
A. Supaya manusia tidak bosan hidup
B. Agar manusia menjadi orang yang bertakwa
C. Supaya manusia dikenal sebagai hamba
D. Untuk membedakan antara kaya dan miskin
✅ Jawaban: B
Pembahasan: Allah berfirman “…agar kamu bertakwa.” Artinya, ibadah adalah jalan untuk mencapai ketakwaan, yaitu tunduk kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. (Tafsir Ibnu Katsir & As-Sa’di)
2
Dalam ayat 21, mengapa seruan Allah ditujukan kepada seluruh manusia, bukan hanya orang beriman?
A. Karena manusia adalah makhluk paling lemah
B. Karena Allah ingin menunjukkan kasih sayang-Nya kepada semua
C. Karena perintah ibadah bersifat universal untuk semua manusia
D. Karena orang kafir lebih dulu diciptakan
✅ Jawaban: C
Pembahasan: Kata “يَا أَيُّهَا النَّاسُ” (Hai manusia) menunjukkan bahwa kewajiban beribadah mencakup seluruh manusia, baik mukmin maupun kafir, sebagai bentuk pengakuan terhadap keesaan Allah. (Tafsir Ibnu Katsir)
3
Apa bukti kekuasaan Allah yang disebut dalam ayat 22?
A. Allah menciptakan bumi dan langit serta menurunkan hujan
B. Allah menundukkan matahari dan bulan
C. Allah menurunkan kitab Taurat
D. Allah menciptakan malaikat
✅ Jawaban: A
Pembahasan: Ayat ini menegaskan bukti nyata kekuasaan Allah: bumi dijadikan hamparan, langit sebagai atap, dan hujan diturunkan untuk menghasilkan rezeki berupa buah-buahan. (Tafsir Al-Muyassar)
4
Apa pesan penting di akhir ayat 22: “…maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah”?
A. Manusia bebas menentukan Tuhan masing-masing
B. Dilarang berbuat syirik setelah mengetahui kekuasaan Allah
C. Syirik hanya berlaku bagi umat terdahulu
D. Manusia boleh menyembah selain Allah asal niatnya baik
✅ Jawaban: B
Pembahasan: Larangan ini menegaskan tauhid uluhiyyah — bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Setelah mengenal kekuasaan-Nya, tidak pantas bagi manusia menyekutukan-Nya. (Tafsir Ibnu Katsir)
5
Apa makna “فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ” dalam ayat 23?
A. Tantangan untuk membuat surah yang meniru Al-Qur’an
B. Perintah untuk menghafal surah
C. Larangan menulis surah palsu
D. Doa agar mengingat surah Al-Qur’an
✅ Jawaban: A
Pembahasan: Ayat ini adalah tantangan terbuka dari Allah kepada orang yang ragu terhadap Al-Qur’an, agar mencoba membuat satu surah semisalnya — dan mereka tidak akan mampu. (Tafsir Ibnu Katsir)
6
Apa maksud dari “…dan kamu sekali-kali tidak akan mampu” pada ayat 24?
A. Tidak mungkin manusia meniru Al-Qur’an karena berasal dari kalam Allah
B. Karena bahasa Arab terlalu sulit
C. Karena hanya para nabi yang bisa membuat surah
D. Karena manusia tidak diizinkan menulis wahyu
✅ Jawaban: A
Pembahasan: Allah menegaskan kelemahan manusia untuk menandingi Al-Qur’an karena ia adalah kalam Allah yang sempurna, bukan ciptaan makhluk. (Tafsir As-Sa’di)
7
Apa bahan bakar neraka yang disebut dalam ayat 24?
A. Api dan asap
B. Manusia dan batu
C. Kayu dan belerang
D. Jin dan syaitan
✅ Jawaban: B
Pembahasan: Allah berfirman bahwa bahan bakar neraka adalah manusia dan batu — maksudnya orang kafir dan berhala-berhala yang mereka sembah. (Tafsir Ibnu Katsir)
8
Apa kabar gembira yang diberikan kepada orang beriman dalam ayat 25?
A. Mereka akan hidup kekal di dunia
B. Mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai
C. Mereka akan menjadi malaikat
D. Mereka akan diberi kekuasaan di bumi
✅ Jawaban: B
Pembahasan: Allah menjanjikan surga dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya bagi orang yang beriman dan beramal saleh. Ini adalah balasan terbaik atas ketaatan. (Tafsir Ibnu Katsir & Al-Muyassar)
9
Bagaimana tafsir “istri-istri yang disucikan” dalam ayat 25 dijelaskan oleh ulama?
A. Perempuan biasa yang baik
B. Istri-istri dunia yang berhijrah
C. Wanita-wanita surga yang bersih dari kotoran, najis, dan akhlak buruk
D. Simbol dari kebaikan
✅ Jawaban: C
Pembahasan: Tafsir Ibnu Katsir menyebut “azwājun mutahharah” yaitu wanita-wanita suci dari segala kekurangan dan penyakit duniawi, disiapkan bagi penduduk surga. (Tafsir Ibnu Katsir)
10
Apa pesan moral utama dari rangkaian ayat 21–25?
A. Manusia harus hidup bebas tanpa aturan
B. Keajaiban Al-Qur’an adalah bukti kebenaran wahyu
C. Ibadah dan amal saleh adalah jalan menuju surga
D. Manusia tidak wajib menyembah Allah
✅ Jawaban: C
Pembahasan: Rangkaian ayat 21–25 menggambarkan tiga hal pokok: (1) Seruan tauhid dan ibadah, (2) Tantangan terhadap orang yang ragu dengan Al-Qur’an, (3) Balasan bagi orang beriman berupa surga. Semua ini menuntun manusia kepada ketaatan dan amal saleh. (Tafsir As-Sa’di)
Tema: Ibadah Hanya Kepada Allah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yā ayyuhan-nāsu‘budū rabbakumu alladhī khalaqakum walladhīna min qablikum la‘allakum tattaqūn
“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)
Tema: Kekuasaan Allah & Alam Semesta
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Alladhī ja‘ala lakumu al-arḍa firāshan was-samā’a binā’an wa anzala mina as-samā’i mā’an fa akhraja bihi mina ath-thamarāti rizqan lakum fa lā taj‘alū lillāhi andādan wa antum ta‘lamūn
“(Dialah) yang menjadikan bumi bagi kamu sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan menurunkan air dari langit, lalu dengan air itu Dia mengeluarkan buah-buahan sebagai rezeki bagimu. Maka janganlah kamu mempersekutukan Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)
Tema: Mukjizat Al-Qur’an
وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Wa in kuntum fī raybin mimmā nazzalnā ‘alā ‘abdinā fa’tū bisūrati mimmithlih wad‘ū syuhadā’akum min dūnillāhi in kuntum ṣādiqīn
“Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat semisal dengannya, dan panggillah saksi-saksi kalian selain Allah jika kamu orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah: 23)
Tema: Tantangan kepada Orang yang Ragu
فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا وَلَن تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
Fa in lam taf‘alū wa lan taf‘alū fattaqū an-nāra allatī waqūduhā an-nāsu wal-ḥijāratu u‘iddat lil-kāfirīn
“Jika kamu tidak mampu membuat yang semisal dengannya, dan pasti kamu tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)
Tema: Janji Surga bagi Orang Beriman
وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا قَالُوا هَـٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Wa basyshiril-ladhīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihā al-anhāru kullamā ruziqū minhā min ṯamaratin rizqan qālū hādhā alladhī ruziqnā min qablu wa utū bihi mutasyābihan walahum fīhā azwājun muṭahharatun wahum fīhā khālidūn
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu,’ dan mereka diberi buah-buahan yang serupa. Di dalamnya mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci, dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 25)
🌾 Seruan untuk Semua Manusia (Ayat 21)
Suatu hari, Allah menyeru seluruh manusia di bumi:
“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu, juga orang-orang sebelum kamu.”
Seakan-akan kita semua diajak bicara lembut oleh Allah.
“Aku yang menciptakanmu dari tiada, memberi makan dan tempat tinggal. Maka sembahlah Aku agar kamu menjadi orang bertakwa.”
☁️ Tanda-Tanda Kekuasaan Allah (Ayat 22)
Allah menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya: bumi dijadikan tempat tinggal yang luas dan nyaman,
langit bagaikan atap biru yang indah, hujan turun membawa kehidupan,
dan tumbuh-tumbuhan hijau pun bermunculan sebagai rezeki kita semua.
Allah berkata: “Jika kamu benar-benar tahu, janganlah menyekutukan-Ku dengan apa pun.”
🔥 Tantangan bagi Orang yang Ragu (Ayat 23)
Allah berfirman kepada orang-orang yang masih ragu terhadap Al-Qur’an:
“Jika kamu sangsi terhadap apa yang Aku turunkan kepada hamba-Ku, cobalah buat satu surat yang semisalnya.”
Namun, tak seorang pun bisa melakukannya!
Inilah bukti bahwa Al-Qur’an bukan buatan manusia, melainkan firman Allah yang penuh hikmah.
⚡ Azab bagi Penentang (Ayat 24)
Bagi mereka yang tetap menolak dan mendustakan, Allah mengingatkan adanya api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Api itu disiapkan bagi orang-orang kafir.
Pesan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menyelamatkan manusia agar tidak tersesat.
🌸 Kabar Gembira untuk Orang Beriman (Ayat 25)
Sebaliknya, bagi orang-orang beriman dan beramal saleh,
Allah memberi kabar gembira tentang taman-taman surga yang indah,
di bawahnya mengalir sungai-sungai jernih, penuh buah-buahan dan kedamaian.
Setiap kali mereka menikmati nikmat surga, mereka berkata bahagia:
“Inilah yang dahulu dijanjikan Allah kepada kita!”
🌷 Pesan Moral:
Allah mengajarkan kita untuk mengenal-Nya lewat ciptaan di sekitar kita,
agar kita bersyukur, beribadah dengan ikhlas, dan menjauhi kesombongan.
Orang yang beriman akan mendapat ketenangan di dunia dan surga di akhirat.
Jadi, mari kita jadi anak yang cinta Allah, rajin berdoa, dan gemar berbuat baik. 💖