
📖 Printable Islamic & Educational eBook for Kids
✔ Bisa di-download
✔ Bisa di-print sendiri di rumah
✔ Cocok untuk belajar & aktivitas anak
Buku Tematik Kelas 5 SD/MI Tema 1: Organ Gerak Hewan dan Manusia – Panduan Lengkap Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017
Oleh: Tim Edukasi elibrary.id
Terbit: 14 April 2026 | Diperbarui: 14 April 2026
Pendahuluan: Mengenal Sistem Gerak dalam Tubuh
Pernahkah kita bertanya-tanya, mengapa kita bisa berjalan, berlari, melompat, atau bahkan sekadar mengangkat tangan? Apa yang membuat burung bisa terbang bebas di angkasa, ikan berenang lincah di air, dan ular melata dengan gesit di tanah?
Jawaban dari semua pertanyaan itu terletak pada satu hal yang luar biasa: sistem gerak.
Buku Tematik Kelas 5 Tema 1 dengan judul “Organ Gerak Hewan dan Manusia” adalah gerbang utama bagi siswa untuk memahami keajaiban sistem gerak dalam tubuh makhluk hidup. Diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia pada tahun 2017, buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman holistik tentang bagaimana tulang dan otot bekerja sama menciptakan gerakan, serta bagaimana manusia dan hewan beradaptasi dengan lingkungannya melalui alat gerak yang dimilikinya .
Artikel ini hadir di elibrary.id untuk mengupas tuntas buku tersebut. Kami akan membedah identitas buku, struktur subtema, kedalaman materi IPA tentang sistem gerak, hingga tips mengakses versi digitalnya. Dengan pendekatan ilmiah namun tetap ramah untuk semua kalangan, materi ini dioptimalkan agar Anda temukan dengan mudah di mesin pencari dan layak menjadi rujukan “evergreen” untuk tahun-tahun mendatang.
Bab 1: Identitas dan Kredibilitas Buku
Sebelum mendalami isi, penting bagi kita untuk memahami “identitas” dari buku ini guna memastikan keabsahannya sebagai bahan ajar resmi negara.
1.1 Data Katalogisasi Resmi
Berdasarkan data dari repositori resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta sumber terpercaya lainnya, berikut adalah spesifikasi teknis buku ini:
| Aspek | Detail Informasi |
| Judul Lengkap | Organ Gerak Hewan dan Manusia (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013) |
| Jenjang | SD/MI Kelas V (5) |
| Tema | 1 (Satu) |
| Penulis Buku Siswa | Maryanto |
| Penulis Buku Guru | Maryanto |
| Penerbit | Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia |
| Edisi | Cetakan Ke-2, Edisi Revisi 2017 |
| ISBN Buku Siswa | 978-602-427-204-3 |
| ISBN Buku Guru | 978-602-427-205-0 |
| Jumlah Halaman Buku Siswa | 176 halaman (estimasi) |
| Jumlah Halaman Buku Guru | 264 halaman |
| Tahun Terbit | 2017 |
1.2 Tim Penulis dan Penelaah
Buku ini disusun oleh tim yang kompeten di bidangnya. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, tim penyusun Buku Guru Tema 1 meliputi :
- Penulis: Maryanto
- Penelaah: Mulyana, Sri Sulistyorini, Mamat Ruhimat, Filia Prima Artharina, Rahmat, Titi Tri Hartiti Retnowati, Bambang Prihadi, Yansen Marpaung, Isnarto, dan Suharsono
- Pe-review: Elah Nurelah
- Penyelia Penerbitan: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
1.3 Mengapa Edisi Revisi 2017?
Kurikulum 2013 telah mengalami beberapa kali penyempurnaan. Edisi Revisi 2017 merupakan versi yang paling stabil dan banyak digunakan hingga saat ini. Beberapa keunggulan edisi revisi ini antara lain :
- Penyempurnaan dari edisi terdahulu – Buku ini merupakan hasil revisi berdasarkan masukan dari para pendidik dan praktisi pendidikan di lapangan.
- Pendekatan saintifik yang lebih matang – Proses pembelajaran dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis melalui aktivitas mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.
- Bersifat terbuka – Kemendikbud secara resmi menyatakan bahwa buku ini terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang berdasarkan masukan dari para pembaca.
1.4 Buku Siswa vs Buku Guru: Dua Sisi Mata Uang
Dalam implementasinya, buku tematik terbagi menjadi dua jenis yang saling melengkapi:
Buku Siswa adalah “aktor utama” pembelajaran. Buku ini berisi teks bacaan, gambar ilustrasi, soal latihan, dan lembar kerja proyek yang harus dikerjakan langsung oleh siswa. Buku siswa dirancang sebagai buku aktivitas, bukan sekadar buku bacaan. Siswa didorong untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran .

📚 101 Cerita Nusantara
Cerita rakyat pilihan dari seluruh Indonesia – edukatif & menyenangkan
Buku Guru berfungsi sebagai “navigator” bagi pendidik. Buku ini berisi :
- Jaringan tema yang memberi gambaran tentang suatu tema yang melingkupi berbagai kompetensi dasar (KD) dan indikator
- Kompetensi pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir
- Strategi pembelajaran, model pembelajaran berbasis pengamatan dan percobaan
- Teknik penilaian autentik
- Kunci jawaban dari soal-soal yang ada di Buku Siswa
- Panduan pengembangan kegiatan untuk membantu guru mengajarkan organ gerak, fungsinya, dan cara merawat kesehatan organ gerak
Catatan Penting untuk elibrary.id: Saat mengunggah materi ini, sangat disarankan untuk menyediakan kedua versi (Buku Guru dan Buku Siswa) karena keduanya merupakan satu kesatuan sistem Kurikulum 2013 yang tidak terpisahkan.
Bab 2: Filosofi Pembelajaran Tematik Terpadu
Untuk mengapresiasi buku ini, kita perlu memahami mengapa pendekatan tematik digunakan, bukan pendekatan terpisah per mata pelajaran seperti di era Kurikulum 2006 (KTSP).
2.1 Konsep Integrasi Holistik
Pendekatan tematik terpadu memandang bahwa anak usia SD/MI (10-11 tahun) masih berada dalam tahap berpikir konkrit dan holistik. Mereka melihat dunia sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan potongan-potongan pelajaran yang terpisah.
Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam tiga ranah secara utuh: pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Proses pencapaiannya dilaksanakan dengan memadukan ketiga ranah tersebut melalui pendekatan pembelajaran tematik .
Contohnya, ketika seorang siswa belajar tentang “organ gerak” (IPA), ia secara alami juga belajar tentang “kerja sama seperti organ gerak” (PPKn), serta belajar menulis laporan hasil pengamatan (Bahasa Indonesia).
2.2 Muatan Pelajaran yang Terintegrasi
Buku Tema 1 “Organ Gerak Hewan dan Manusia” secara brilian memadukan berbagai muatan pelajaran ke dalam satu tema besar, antara lain:
- Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) – Fokus utama pada sistem gerak manusia dan hewan, organ-organ yang terlibat (tulang sebagai alat gerak pasif, otot sebagai alat gerak aktif), fungsi rangka, jenis-jenis sendi, serta kelainan pada sistem gerak.
- Bahasa Indonesia – Melatih siswa menemukan ide pokok dan kalimat pengembang dalam sebuah paragraf, mengembangkan ide pokok menjadi paragraf yang utuh, serta menyajikan informasi dalam bentuk tulisan yang sistematis .
- PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) – Mengajarkan tentang nilai-nilai kerja sama, gotong royong, dan tanggung jawab yang dianalogikan dengan kerja sama antara tulang dan otot dalam sistem gerak.
- IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) – Mengkaji interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya, termasuk bagaimana kondisi geografis mempengaruhi aktivitas gerak manusia.
- Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) – Siswa diajak mengapresiasi atau membuat karya seni yang berkaitan dengan tema gerak, seperti membuat gambar ilustrasi organ gerak atau gerak tari.
Dengan integrasi ini, waktu belajar menjadi lebih efisien dan pemahaman siswa menjadi lebih mendalam karena mereka melihat koneksi antar ilmu.
Bab 3: Struktur dan Komponen Buku
Buku Tema 1 “Organ Gerak Hewan dan Manusia” memiliki struktur yang sistematis dan mudah diikuti. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, buku ini terbagi menjadi 3 Subtema :
3.1 Subtema 1: Organ Gerak Hewan
Subtema ini menjadi fondasi pemahaman siswa tentang bagaimana hewan bergerak dan beradaptasi dengan lingkungannya. Materi yang dipelajari meliputi:
- Pengertian gerak – Gerak sebagai salah satu ciri makhluk hidup .
- Organ gerak pada berbagai jenis hewan – Perbandingan alat gerak pada hewan darat, air, dan udara.
- Fungsi organ gerak – Untuk berjalan, berlari, melompat, memegang, menggali, memanjat, berenang, dan sebagainya .
- Adaptasi hewan melalui alat geraknya – Bagaimana bentuk kaki burung elang berbeda dengan kaki ayam, atau bagaimana sirip ikan dirancang untuk berenang.
Contoh aktivitas pembelajaran (halaman 4-6 Buku Siswa):
Pada awal pembelajaran, siswa membaca teks berjudul “Organ Gerak Manusia dan Hewan”. Setelah membaca, siswa diminta untuk:
- Menemukan ide pokok dari setiap paragraf
- Menentukan kalimat pengembang dari setiap paragraf
- Mengembangkan ide pokok menjadi paragraf yang utuh
Ide pokok dari teks tersebut antara lain :
- Paragraf 1: Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak.
- Paragraf 2: Gerak pada manusia dan hewan menggunakan organ gerak yang tersusun dalam sistem gerak.
- Paragraf 3: Organ gerak manusia dan hewan mempunyai kesamaan, yaitu tulang dan otot.
- Paragraf 4: Tulang merupakan alat gerak pasif.
- Paragraf 5: Otot adalah alat gerak aktif.
3.2 Subtema 2: Manusia dan Lingkungan
Pada subtema ini, fokus pembelajaran bergeser pada manusia dan bagaimana sistem geraknya berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pembahasan mencakup:
- Sistem gerak manusia secara mendetail – Rangka manusia, fungsi rangka, jenis-jenis tulang, dan sendi.
- Gangguan dan kelainan pada sistem gerak – Seperti osteoporosis, fraktur (patah tulang), kifosis, lordosis, dan skoliosis.
- Cara merawat kesehatan organ gerak – Melalui pola makan bergizi (kalsium dan vitamin D), olahraga teratur, dan menjaga postur tubuh yang baik.
- Interaksi manusia dengan lingkungan – Bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya.
3.3 Subtema 3: Lingkungan dan Manfaatnya
Subtema ini adalah puncak dari pembelajaran, yaitu aksi nyata untuk menjaga kesehatan organ gerak dan lingkungan. Siswa diajak:
- Mengaplikasikan pengetahuan tentang organ gerak dalam kehidupan sehari-hari.
- Melakukan proyek sederhana yang berkaitan dengan kesehatan organ gerak.
- Membuat karya yang menunjukkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan organ gerak.
- Bersyukur atas karunia Tuhan berupa kemampuan bergerak.
3.4 Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi
Di akhir setiap subtema dan tema, terdapat kegiatan proyek yang mengintegrasikan semua kompetensi yang telah dipelajari. Siswa biasanya diminta membuat:
- Poster atau kliping tentang cara merawat kesehatan tulang dan otot.
- Model sederhana rangka manusia atau sendi dari bahan bekas.
- Laporan pengamatan tentang aktivitas gerak hewan di lingkungan sekitar.
- Cerita atau puisi tentang pentingnya menjaga kesehatan organ gerak.
Bab 4: Kedalaman Materi – Eksplorasi Ilmiah “Organ Gerak Hewan dan Manusia”
Mari kita bedah lebih dalam materi-materi kunci yang diajarkan dalam buku ini, lengkap dengan data dan fakta ilmiah.
4.1 Konsep Dasar Gerak pada Makhluk Hidup
Gerak adalah salah satu ciri paling mendasar yang membedakan makhluk hidup dengan benda mati. Secara umum, gerak dapat diartikan sebagai berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup .
Namun, perlu dipahami bahwa gerak pada tumbuhan berbeda dengan gerak pada hewan dan manusia. Tumbuhan bergerak tetapi tidak berpindah tempat (gerak pasif), sementara hewan dan manusia bergerak aktif dengan bantuan organ gerak khusus.
4.2 Dua Macam Alat Gerak pada Manusia dan Hewan
Berdasarkan penjelasan dalam buku ini, alat gerak pada manusia dan hewan terbagi menjadi dua macam :
| Jenis Alat Gerak | Contoh | Sifat | Peran |
| Alat Gerak Pasif | Tulang/Rangka | Tidak dapat bergerak sendiri | Tempat melekatnya otot, penopang tubuh, pelindung organ vital |
| Alat Gerak Aktif | Otot | Dapat berkontraksi dan berelaksasi | Menggerakkan tulang sehingga tercipta pergerakan |
Mengapa tulang disebut alat gerak pasif?
Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat bergerak dengan sendirinya. Tulang hanya bisa bergerak jika digerakkan oleh otot yang menempel padanya .
Mengapa otot disebut alat gerak aktif?
Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi (memendek) dan berelaksasi (memanjang). Pada saat otot yang menempel pada tulang bergerak, otot tersebut akan membuat tulang ikut bergerak .
Kerja sama antara tulang dan otot inilah yang menciptakan gerakan pada tubuh manusia dan hewan. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan, sehingga manusia dan hewan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berjalan, berlari, melompat, memegang, menggali, memanjat, berenang, dan sebagainya .
4.3 Rangka Manusia: Struktur dan Fungsi
Rangka manusia adalah susunan tulang-tulang yang saling berhubungan membentuk kerangka tubuh. Secara umum, rangka manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian utama:
1. Rangka Kepala (Tengkorak)
Terdiri dari tulang-tulang yang melindungi otak, mata, dan organ sensorik lainnya. Tulang tengkorak pada orang dewasa tersusun atas 22 tulang yang saling menyatu (kecuali rahang bawah).
2. Rangka Badan
Meliputi ruas-ruas tulang belakang (vertebrae), tulang rusuk, dan tulang dada. Fungsi utamanya adalah melindungi organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru.
3. Rangka Anggota Gerak
Terbagi menjadi:
- Anggota gerak atas: Tulang lengan atas, tulang pengumpil, tulang hasta, tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari-jari.
- Anggota gerak bawah: Tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, telapak kaki, dan jari-jari.
4.4 Otot: Penggerak Utama Tubuh
Otot adalah jaringan yang memiliki kemampuan khusus untuk berkontraksi. Berdasarkan jenisnya, otot dibagi menjadi tiga:
| Jenis Otot | Lokasi | Sifat Kerja | Kontrol |
| Otot Lurik | Melekat pada rangka | Cepat, mudah lelah | Sadar (volunter) |
| Otot Polos | Organ dalam (lambung, usus) | Lambat, tidak mudah lelah | Tak sadar (involunter) |
| Otot Jantung | Jantung | Khas, tidak pernah lelah | Tak sadar (involunter) |
Cara kerja otot:
Otot bekerja dengan dua mekanisme:
- Kontraksi: Otot memendek, menarik tulang yang dilekatinya.
- Relaksasi: Otot memanjang kembali ke posisi semula.
Untuk menghasilkan satu gerakan, biasanya diperlukan kerja sama antara dua otot atau lebih dengan cara antagonis (berlawanan). Contohnya, saat kita menekuk siku, otot biseps berkontraksi dan otot triseps berelaksasi. Sebaliknya, saat meluruskan siku, otot triseps berkontraksi dan otot biseps berelaksasi.
4.5 Perbandingan Organ Gerak pada Berbagai Jenis Hewan
Salah satu keunggulan buku ini adalah mengajak siswa membandingkan sistem gerak berbagai hewan dan mengaitkannya dengan adaptasi terhadap lingkungan.
| Jenis Hewan | Alat Gerak | Adaptasi terhadap Lingkungan |
| Burung | Sayap, kaki | Sayap untuk terbang; kaki untuk bertengger, berenang (bebek), atau mencengkram mangsa (elang) |
| Ikan | Sirip, ekor | Sirip untuk menjaga keseimbangan dan mengubah arah; ekor untuk mendorong tubuh maju |
| Katak | Kaki belakang panjang | Untuk melompat di darat dan berenang di air |
| Kadal | Keempat kaki dengan cakar | Untuk merayap dan memanjat |
| Ular | Tulang rusuk dan otot tubuh | Melata dengan gerakan peristaltik |
| Cacing tanah | Otot tubuh | Gerakan merayap dengan bantuan rambut-rambut halus (setae) |
| Siput | Kaki perut (muscular foot) | Merayap dengan bantuan lendir |
4.6 Kelainan dan Gangguan pada Sistem Gerak
Penting bagi siswa untuk mengetahui bahwa sistem gerak juga dapat mengalami gangguan, baik sejak lahir maupun karena kebiasaan buruk.
| Kelainan | Penjelasan | Penyebab |
| Fraktur (Patah Tulang) | Tulang retak atau patah | Cedera, kecelakaan, osteoporosis |
| Osteoporosis | Kepadatan tulang berkurang, tulang rapuh | Kekurangan kalsium, menopause, kurang gerak |
| Kifosis | Tulang belakang melengkung berlebihan ke belakang | Kebiasaan duduk membungkuk, penyakit |
| Lordosis | Tulang belakang melengkung berlebihan ke depan | Kebiasaan perut didorong ke depan |
| Skiosis | Tulang belakang melengkung ke samping | Bawaan lahir, kebiasaan duduk miring |
| Atrofi Otot | Otot mengecil karena tidak pernah digunakan | Lama tidak bergerak (misal: plester/cast terlalu lama) |
Cara merawat kesehatan organ gerak :
- Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung kalsium (susu, ikan, sayuran hijau) dan vitamin D (sinar matahari pagi)
- Berolahraga secara teratur untuk menjaga kekuatan tulang dan otot
- Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, dan berjalan
- Menghindari kebiasaan buruk seperti duduk membungkuk atau mengangkat beban terlalu berat
- Istirahat yang cukup untuk pemulihan otot
Bab 5: Keterampilan Berbahasa: Ide Pokok dan Kalimat Pengembang
Salah satu keterampilan penting yang dilatih dalam buku Tema 1 adalah kemampuan membaca pemahaman, khususnya dalam menemukan ide pokok dan kalimat pengembang dalam sebuah paragraf .
5.1 Apa Itu Ide Pokok?
Ide pokok adalah pemikiran dasar yang menjadi inti atau gagasan utama dari sebuah paragraf. Ide pokok menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf .
Ciri-ciri ide pokok:
- Bersifat umum (masih berupa gagasan besar)
- Dapat ditemukan di awal, akhir, atau awal dan akhir paragraf
- Mewakili keseluruhan isi paragraf
5.2 Apa Itu Kalimat Pengembang?
Kalimat pengembang adalah kalimat-kalimat yang menjelaskan, merinci, atau menguraikan ide pokok. Kalimat pengembang membuat ide pokok menjadi lebih jelas dan mudah dipahami .
Ciri-ciri kalimat pengembang:
- Bersifat khusus (berisi penjelasan detail)
- Berisi data, contoh, atau fakta pendukung
- Tidak dapat berdiri sendiri tanpa ide pokok
5.3 Cara Menentukan Ide Pokok Bacaan
Berdasarkan panduan dalam buku ini, berikut adalah langkah-langkah menentukan ide pokok :
- Baca paragraf dengan saksama – Pahami keseluruhan isi paragraf.
- Temukan inti paragraf – Cari tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis.
- Perhatikan kalimat pertama dan terakhir – Seringkali ide pokok terletak di posisi ini.
- Tandai kata kunci – Kata-kata yang diulang atau menjadi fokus pembahasan.
- Rumuskan dengan bahasa sendiri – Ide pokok tidak harus sama persis dengan kalimat dalam paragraf.
5.4 Contoh Penerapan dari Buku Tema 1
Berikut adalah contoh ide pokok dan kalimat pengembang dari teks “Organ Gerak Manusia dan Hewan” yang ada di halaman 4 Buku Siswa :
Paragraf 1:
- Ide Pokok: Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak.
- Kalimat Pengembang: Secara umum gerak dapat diartikan sebagai berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup.
Paragraf 2:
- Ide Pokok: Gerak pada manusia dan hewan menggunakan organ gerak yang tersusun dalam sistem gerak.
- Kalimat Pengembang: Organ gerak berguna untuk berjalan, berlari, melompat, memegang, menggali, memanjat, berenang, dan sebagainya.
Paragraf 3:
- Ide Pokok: Organ gerak manusia dan hewan mempunyai kesamaan, yaitu tulang dan otot.
- Kalimat Pengembang: Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan.
Paragraf 4:
- Ide Pokok: Tulang merupakan alat gerak pasif.
- Kalimat Pengembang: Meskipun alat gerak pasif, tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan.
Paragraf 5:
- Ide Pokok: Otot adalah alat gerak aktif.
- Kalimat Pengembang: Pada saat otot yang menempel pada tulang bergerak, otot akan membuat tulang bergerak.
5.5 Mengembangkan Ide Pokok Menjadi Paragraf
Kemampuan sebaliknya, yaitu mengembangkan ide pokok menjadi paragraf yang utuh, juga dilatih dalam buku ini. Berikut adalah contoh pengembangannya :
Ide Pokok 1: Organ gerak terdiri atas dua macam.
Paragraf: Organ gerak terdiri atas dua macam. Manusia dan hewan dapat bergerak dikarenakan adanya alat gerak, yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua organ gerak ini akan bekerja sama untuk menciptakan gerakan.
Ide Pokok 2: Organ gerak banyak sekali fungsinya.
Paragraf: Organ gerak banyak sekali fungsinya. Dengan adanya organ gerak, manusia dan hewan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berlari, melompat, berjalan, meloncat, memegang, menggali, memanjat, berenang, dan sebagainya.
Ide Pokok 3: Tanpa organ gerak, manusia tidak dapat bergerak.
Paragraf: Tanpa organ gerak, manusia tidak dapat bergerak. Organ gerak memiliki banyak manfaat bagi manusia, karena dengan organ gerak manusia dapat beraktivitas dan dapat hidup dengan baik. Manusia memiliki tulang dan otot yang bekerja sama membentuk pergerakan. Tulang disebut alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak sendiri. Tanpa otot yang menggerakkannya, tulang akan diam dan tidak dapat membentuk pergerakan.
Bab 6: Keunggulan Ebook Dibandingkan Buku Cetak Fisik
Sebagai platform digital seperti elibrary.id, penting untuk menyoroti keunggulan mengakses buku ini dalam format Ebook (PDF) dibandingkan membeli buku fisik.
6.1 Portabilitas dan Aksesibilitas
Buku cetak Tema 1 memiliki ketebalan sekitar 176 halaman untuk Buku Siswa dan 264 halaman untuk Buku Guru . Ebook mengubah bobot fisik tersebut menjadi nol gram.
- Bawa 1 Tema, Bawa Semua Tema: Dengan satu perangkat (tablet/smartphone), siswa dapat membawa buku untuk Tema 1 hingga Tema 9 sekaligus.
- Belajar Dimana Saja: Siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit atau kondisi tertentu masih dapat mengakses pelajaran dari rumah.
- Akses 24/7: Tidak terbatas oleh jam buka perpustakaan atau ketersediaan stok buku.
6.2 Fitur Interaktif Potensial
Meskipun saat ini buku tematik masih berupa PDF statis, platform seperti elibrary.id dapat mengembangkannya dengan:
- Bookmark Digital: Menandai halaman-halaman tertentu yang sering menjadi tugas rumah (misalnya halaman 4-6 tentang ide pokok).
- Pencarian Teks (Searchable): Siswa dapat langsung mengetik kata “Rangka” atau “Otot” dan langsung menuju ke halaman yang membahas topik tersebut.
- Zoom HD: Memperbesar gambar diagram sistem rangka atau otot agar lebih jelas melihat detail bagian-bagiannya.
- Highlight dan Catatan: Membuat catatan digital langsung di atas teks.
6.3 Ramah Lingkungan dan Ekonomis
Mengunduh ebook mengurangi penggunaan kertas dan tinta. Jika satu buku cetak membutuhkan sekitar 200 lembar kertas, maka dengan mengunduh ebook, kita turut menyelamatkan pohon dan mengurangi jejak karbon. Selain itu, akses digital memungkinkan banyak siswa membaca buku yang sama secara bersamaan tanpa harus menunggu antrian buku fisik di perpustakaan.
6.4 Link Download Resmi
Buku ini tersedia untuk diunduh secara gratis melalui repositori resmi Kemdikbud . Beberapa platform pendidikan juga menyediakan tautan unduh untuk memudahkan akses . Pastikan Anda mengunduh dari sumber terpercaya untuk mendapatkan file yang autentik dan bebas malware.
Bab 7: Panduan Belajar untuk Orang Tua dan Guru
Buku ini dirancang agar dapat digunakan dalam berbagai setting pembelajaran: di sekolah dengan bimbingan guru, maupun di rumah bersama orang tua.
7.1 Untuk Orang Tua: Mendampingi Belajar di Rumah
Berikut adalah tips memanfaatkan buku ini saat mendampingi anak:
- Gunakan Buku Guru sebagai Panduan: Buku Guru berisi kunci jawaban dan penjelasan materi. Orang tua dapat menggunakannya untuk mengecek kebenaran jawaban anak .
- Latih Kemampuan Menemukan Ide Pokok: Pada halaman 4-6, siswa diminta menemukan ide pokok dan kalimat pengembang . Ini adalah keterampilan membaca pemahaman yang sangat penting untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
- Ajak Diskusi, Bukan Sekadar Menjawab: Contoh pertanyaan yang bisa diajukan:
- “Menurut kamu, mengapa tulang disebut alat gerak pasif dan otot disebut alat gerak aktif?”
- “Apa persamaan dan perbedaan alat gerak burung dan ikan?”
- “Bagaimana cara kita menjaga kesehatan tulang dan otot?”
- Libatkan dalam Aktivitas Fisik: Ajak anak melakukan gerakan-gerakan sederhana sambil mengidentifikasi otot mana yang bekerja. Misalnya, saat mengangkat kursi, otot lengan mana yang berkontraksi?
7.2 Untuk Guru: Strategi Pembelajaran Efektif
Berdasarkan panduan dalam Buku Guru, berikut adalah pendekatan yang direkomendasikan :
- Pendekatan Saintifik (5M):
- Mengamati: Siswa mengamati gambar atau video tentang gerak hewan dan manusia.
- Menanya: Siswa membuat pertanyaan tentang apa yang ingin diketahui.
- Mengumpulkan Informasi: Membaca teks, mencari referensi tambahan, melakukan pengamatan langsung.
- Menalar: Menghubungkan informasi yang didapat, membandingkan alat gerak berbagai hewan.
- Mengomunikasikan: Mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
- Metode Cooperative Learning: Siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk berdiskusi dan mengerjakan proyek bersama. Ini melatih kemampuan gotong royong dan komunikasi.
- Model Example Non Example: Guru menampilkan contoh dan bukan contoh (misalnya gambar postur duduk yang benar vs salah), lalu siswa menganalisis perbedaannya.
- Kegiatan Literasi 15-20 Menit: Sebelum memulai pelajaran inti, biasakan siswa membaca buku non-pelajaran (cerita inspirasi, tokoh dunia, kesehatan) untuk menumbuhkan minat baca.
- Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL): Berikan tugas proyek seperti membuat model rangka manusia dari sedotan atau kardus bekas, atau membuat poster tentang cara merawat kesehatan tulang.
Bab 8: Relevansi dengan Kehidupan Modern dan Kurikulum Merdeka
Meskipun terbit pada tahun 2017, esensi buku “Organ Gerak Hewan dan Manusia” tetap relevan dengan kondisi kekinian dan dapat bersinergi dengan Kurikulum Merdeka.
8.1 Gaya Hidup Sedentari pada Anak Modern
Di era digital, anak-anak cenderung lebih banyak duduk diam di depan gawai (gadget) dibandingkan bermain aktif di luar ruangan. Gaya hidup sedentari ini berdampak buruk pada kesehatan organ gerak:
- Otot menjadi lemah karena jarang digunakan
- Tulang tidak mendapatkan rangsangan untuk menyerap kalsium dengan optimal
- Risiko obesitas meningkat
- Postur tubuh memburuk (membungkuk karena sering menunduk melihat layar)
Buku ini mengajarkan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan tulang dan otot, sehingga menjadi pengingat bagi siswa untuk lebih banyak bergerak.
8.2 Kesadaran Kesehatan Tulang Sejak Dini
Puncak massa tulang (peak bone mass) dicapai pada usia sekitar 30 tahun. Namun, pembentukan tulang yang kuat dimulai sejak masa kanak-kanak. Buku ini membekali siswa dengan pengetahuan bahwa:
- Asupan kalsium dan vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan tulang
- Olahraga teratur merangsang pembentukan tulang yang lebih padat
- Kebiasaan buruk seperti duduk membungkuk dapat menyebabkan kelainan tulang permanen
8.3 Profil Pelajar Pancasila
Buku Tema 1 secara kuat mendukung Profil Pelajar Pancasila yang digalakkan Kemendikbud:
- Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan alat gerak berbagai hewan dan menghubungkannya dengan adaptasi lingkungan.
- Mandiri: Mampu menjaga kesehatan organ gerak sendiri tanpa harus diingatkan.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam proyek kelompok dan diskusi.
- Kreatif: Membuat model atau karya seni yang berkaitan dengan organ gerak.
- Beriman dan Bertakwa: Mensyukuri karunia Tuhan berupa kemampuan bergerak dan kompleksitas sistem gerak dalam tubuh.
8.4 Sinergi dengan Kurikulum Merdeka
Meskipun Kurikulum Merdeka memiliki struktur yang berbeda (mata pelajaran terpisah untuk kelas 4-6), materi tentang sistem gerak manusia dan hewan tetap diajarkan. Buku Tema 1 ini dapat digunakan sebagai:
- Buku pengayaan untuk memperdalam pemahaman siswa
- Sumber referensi untuk tugas proyek
- Bahan bacaan untuk meningkatkan literasi sains siswa
Kesimpulan
Buku Tematik Kelas 5 SD/MI Tema 1 “Organ Gerak Hewan dan Manusia” Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 adalah lebih dari sekadar buku teks. Ia adalah sebuah sistem pembelajaran komprehensif yang dirancang untuk membangun pemahaman siswa tentang salah satu aspek paling fundamental dalam biologi: bagaimana makhluk hidup bergerak.
Dengan struktur tiga subtema yang sistematis – mulai dari memahami organ gerak hewan, mempelajari sistem gerak manusia, hingga mengaplikasikan pengetahuan tentang lingkungan dan manfaatnya – buku ini mengajak siswa dalam perjalanan belajar yang utuh dan bermakna.
Beberapa poin penting yang dapat kita simpulkan:
- Kredibilitas terjamin – Diterbitkan langsung oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, ditulis oleh Maryanto, dan telah melalui proses penelaahan oleh para ahli .
- Materi komprehensif – Mencakup konsep gerak, alat gerak pasif (tulang) dan aktif (otot), perbandingan alat gerak hewan, serta cara merawat kesehatan organ gerak .
- Mengintegrasikan berbagai keterampilan – Selain sains, siswa juga belajar keterampilan berbahasa (menemukan ide pokok) dan nilai-nilai karakter (gotong royong, tanggung jawab) .
- Pembelajaran aktif – Buku siswa dirancang sebagai buku aktivitas yang mendorong siswa untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan .
- Akses digital mudah – Tersedia dalam format PDF gratis di repositori Kemdikbud, sehingga dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja .
Keberadaan buku ini dalam format digital (ebook) di platform seperti elibrary.id membuka peluang emas bagi demokratisasi pendidikan. Setiap anak Indonesia, di mana pun ia berada, berhak mengunduh, membaca, dan belajar tentang keajaiban sistem gerak dalam tubuhnya.
Mari jadikan buku ini sebagai jembatan untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat secara fisik dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan organ geraknya. Karena dengan tubuh yang sehat dan kuat, anak-anak Indonesia siap bergerak maju membangun masa depan bangsa.
Daftar Pustaka
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). *Organ Gerak Hewan dan Manusia: Buku Siswa SD/MI Kelas V Tema 1 Edisi Revisi 2017*. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. ISBN 978-602-427-204-3 .
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). *Organ Gerak Hewan dan Manusia: Buku Guru SD/MI Kelas V Tema 1 Edisi Revisi 2017*. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. ISBN 978-602-427-205-0 .
- Maryanto. (2017). *Organ Gerak Hewan dan Manusia: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 1 Kelas V SD/MI*. Jakarta: Kemendikbud .
- Wijiono, Eko. (2017). *Tematik SD/MI Kelas 5 Tema 1: Mengenal Organ Gerak Hewan dan Manusia*. Solo: Tiga Serangkai. ISBN 978-602-427-204-3 .
- Katadata.co.id. (2023). Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 5 tentang Organ Gerak .
- Portal Jember (Pikiran Rakyat Media Network). (2021-2022). Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 5 SD Tema 1 .
- Lampungnesia. (2022). *Download Buku Tematik PDF Siswa dan Guru Tema 1 Kelas 5 SD/MI Organ Gerak Hewan dan Manusia K13 Revisi 2017* .
Terima kasih telah membaca materi ini di elibrary.id. Semoga bermanfaat untuk mendukung generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.







