Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Author name: Master E-Library

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (109)

Setelah dua kali mengundi nama, keluarlah nama Nabi Yunus secara berturut-turut. Orang-orang di kapal sedih, “Yunus orang yang saleh. Janganlah kita mengorbankan dia.” Mereka melakukan pengundian untuk ketiga kalinya, tapi yang keluar tetap nama Nabi Yunus. Akhirnya, dengan berat hati mereka merelakan Nabi Yunus terjun ke tengah samudera. “Ya Allah, Engkau menginginkan aku kembali ke […]

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (109) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (108)

Nabi Yunus sedih. Hati penduduk Ninawa sudah sekeras batu. “Ya Allah, aku telah gagal mendakwahi penduduk Ninawa. Turunkanlah azab untuk mereka.” Setelah berdoa, Nabi Yunus pergi menyeberangi lautan. Doa Nabi Yunus dikabulkan oleh Allah. Allah menurunkan badai dan angin yang sangat kencang. Debu-debu beterbangan, pepohonan tumbang, dan batu-batu terlempar. Penduduk Ninawa ketakutan. Lalu mereka teringat

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (108) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (107)

Bertahun-tahun Nabi Yunus mendakwahi penduduk Ninawa, namun tak seorang pun dari mereka yang mengikuti ajaran Allah. Setiap kali Nabi Yunus mendatangi mereka, penduduk Ninawa justru menertawai dan menyebutnya orang gila. Bahkan mereka semakin jengkel dengan dakwah yang dilakukan Nabi Yunus, “Datangkanlah azab dari tuhanmu, kami menantinya.” Setiap orang yang bertemu Nabi Yunus memandangnya dengan curiga,

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (107) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (106)

“Aku akan memberi tahu kalian tentang Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam semesta. Dialah Allah, Tuhan yang satu.” Mendengar penjelasan itu, penduduk Ninawa tertawa dan mengejek, “Kami tidak kenal Tuhan yang satu. Kami akan tetap menyembah Usytar seperti nenek moyang kami.” Sumber dan Kontributor Judul Buku: Aku Cinta Rasul: Kisah Teladan 25 Nabi &

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (106) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (105)

Di sebuah tanah yang lapang kota Ninawa, berdiri sebuah berhala yang selalu disembah oleh penduduk. Allah lalu mengutus seorang pemuda yang gagah berani untuk mendakwahi mereka. Namanya Nabi Yunus. “Berhala apakah itu?” tanya Nabi Yunus kepada para penduduk. “Tuan pasti orang baru di sini. Itu Usytar, tuhan kami.” Lalu Nabi Yunus menanyai mereka lagi, “Bisakah

Aku Cinta Rasul: Nabi Yunus As, Selamat di Perut Ikan Paus (105) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (104)

Suatu ketika Nabi Ilyasa’ sakit. Ia bertutur kepada pengikutnya, “Sepertinya ajalku sudah dekat. Rawatlah anak ini dengan baik. Dia anak yatim piatu yang sebatangkara.” Para pengikut Nabi Ilyasa’ mengamini. Tak lama setelah itu, Nabi Ilyasa’ wafat. Allah mencukupkan beliau dari tugas yang amat berat. Pengikutnya hijrah bersama si anak yatim mencari tempat lain yang lebih

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (104) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (103)

Kekufuran semakin menjadi-jadi. Nabi Ilyasa’ pun tidak bisa membendung. Bahkan beberapa pengikutnya juga tergoda untuk kembali ke kehidupan mereka yang kelam. Suatu siang, ada seorang wanita bangsawan yang cantik mengempaskan seorang anak kecil ke tanah. Anak itu ingin meminta bantuan, tetapi wanita itu tidak menggubrisnya. Anak kecil itu lalu diasuh oleh Nabi Ilyasa’ dengan penuh

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (103) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (102)

“Engkau berbohong. Engkau bukan nabi. Siapa yang mengangkatmu menjadi nabi?” Salah seorang di antara mereka membantah. “Allah yang telah mengangkatku. Tidak cukupkah azab Allah bagimu?” Nabi Ilyasa’ mengingatkan Bani Israel tentang azab yang pernah mereka alami. Kaum Bani Israel memang keras kepala. Mudah sekali mereka melupakan peringatan Allah setelah mendapatkan kehidupan yang enak. Mereka menyiksa

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (102) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (101)

Sepeninggal Nabi Ilyas, satu persatu penduduk Ba’labak kembali menyembah patung Ba’al. Mereka hidup foya-foya, mabuk, dan berjudi di depan patung Ba’al. Kesesatan ini dimulai oleh para penguasa Ba’labak yang menaruh dendam pada Nabi Ilyas. Mereka hendak merebut kembali kekuasaan Ba’labak. Tiba-tiba seorang laki-laki yang berkulit bersih dan tampan berdiri di tengah-tengah mereka. “Ada aku! Aku

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (101) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (100)

“Ayo kita berdakwah terang-terangan. Kita datangi istana para penguasa itu,” seru Nabi Ilyas penuh semangat. Penguasa Bani Israel ketakutan dengan datangnya Nabi Ilyas beserta pengikutnya. “Bani Israel,” teriak Nabi Ilyas lantang. “Kalau kalian bertaubat, maka Allah akan menghentikan bencana dari negeri ini!” Kaum Bani Israel serentak berlutut, dengan terpaksa para penguasa itu pun ikut berlutut

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (100) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (99)

Kesengsaraan dan kemarau semakin menghebat. Banyak kaum Bani Israel putus asa dengan Ba’al. Kesempatan itu diambil dengan baik oleh Nabi Ilyas. Nabi Ilyas dan para pengikutnya berdakwah pada kaum penduduk yang putus asa dengan Ba’al. Alhamdulillah, dakwah Nabi Ilyas sukses besar. Diam-diam pengikut Nabi Ilyas bertambah, bahkan sebagian besar kaum Bani Israel telah kembali kepada

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (99) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (98)

Karena sikap Bani Israel yang berlebihan. Maka Allah menurunkan azab berupa kekeringan dan udara yang sangat panas. Hidup mereka menjadi sengsara, yang kaya pun menjadi miskin. “Ini pasti gara-gara Ilyas. Ba’al pasti marah karena kita membiarkan dakwah Ilyas. Kita bunuh Ilyas!” umpat para penguasa Bani Israel di depan patung Ba’al. Namun kabar itu terdengar oleh

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (98) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (97)

Bani Israel memang keras kepala. Di belakang sikap mereka yang menertawakan Nabi Ilyas, mereka menaruh dendam. Mereka tidak suka Ba’al dilecehkan, dengan licik mereka menyusun siasat untuk menyiksa dan mempengaruhi pengikut Nabi Ilyas agar kembali menyembah Ba’al. “Jangan pernah berbicara apalagi berdagang dengan pengikut Ilyas, kucilkan mereka!” Pengikut Nabi Ilyas semakin tertekan. Mereka semakin sengsara

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (97) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (96)

Di depan berhala Ba’al, Bani Israel melakukan perbuatan yang amat menyesatkan. Mereka menyembah patung Ba’al, mabuk-mabukan, dan berjudi. Mereka menindas orang miskin yang tak berpunya. Sehingga yang miskin semakin kelaparan dan yang kaya terlalu berlebihan. “Ba’al mengutuk orang miskin dan tak mampu membayar hutang,” begitu teriak mereka. Di kota Ba’labak itu Allah menurunkan Nabi Ilyas

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (96) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (95)

Bani Israel memang selalu ingkar kepada Allah. Perlahan mereka meninggalkan kitab Zabur dan berganti memuja seorang wanita cantik bernama Ba’al. Bahkan ketika Ba’al mati, Bani Israel membuat patung Ba’al sedemikian besar dan cantik. Lalu lambat laun mereka mulai memuja dan menyembahnya. Sumber dan Kontributor Judul Buku: Aku Cinta Rasul: Kisah Teladan 25 Nabi & Rasul

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (95) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (94)

“Demi Allah, aku belum pernah melihat keajaiban seperti ini,” ungkap Ratu Balqis terkagum-kagum. “Kami memindahkannya atas izin Allah,” jawab Nabi Sulaiman dengan rendah hati. Beliau tidak sombong meskipun memiliki segalanya. Lalu Ratu Balqis masuk Islam dan menjadi istri Nabi Sulaiman. Sampai akhir hayatnya, Nabi Sulaiman memerintah kerajaannya dengan adil dan bijaksana. Nabi Sulaiman diwafatkan oleh

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (94) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (93)

“Wahai jin bisakah engkau pindahkan istana Ratu Balqis ke istanaku?” tanya Nabi Sulaiman kepada jin Ifrit. “Sebelum Baginda berdiri dari duduk, hamba akan membawanya ke sini,” jawab jin Ifrit menyanggupi. Lalu seorang penyihir berdiri, “Hamba bisa melakukannya sebelum Baginda mengedipkan mata.” Dalam sekejap, istana Ratu Balqis pun berpindah. Ratu Balqis sangat terkejut dengan kejadian itu.

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (93) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (92)

Hud-hud pun segera terbang membawa surat dari Nabi Sulaiman untuk ratu Balqis. Ratu Balqis terkejut menerima surat dari seekor burung. Beliau membacanya di depan pembesar istana. “Aku Sulaiman, utusan Allah yang Mahapengasih dan Penyayang. Datanglah kepadaku dan masuklah ke dalam agama Allah.” Setelah membaca surat, Ratu Balqis kemudian menyuruh utusannya untuk memberikan perhiasan kepada Nabi

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (92) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (91)

Suatu ketika, Nabi Sulaiman kehilangan burung hud-hud. Beliau pun marah dan hendak menghukumnya. Namun belum sempat beliau berkata lagi, datanglah hud-hud dengan tergesa. “Wahai Nabiku, aku melewati negeri Saba. Sebuah negeri yang makmur dan beristana indah, dipimpin oleh ratu yang cantik jelita. Tetapi mereka menyembah matahari.” Mendengar penjelasan dari hud-hud, Nabi Sulaiman termenung. “Kirimkanlah surat

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (91) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (90)

Beliau memiliki periuk raksasa yang terus menerus dinyalakan untuk memberi makan rakyatnya. Beliau juga mendirikan masjid Al-Aqsa dan istana yang sangat megah. Keistimewaan itu tidak membuatnya lupa diri. Ketika melakukan perjalanan besar bersama pasukannya, tiba-tiba Nabi Sulaiman menyuruh mereka berhenti. “Berhentilah, kita melewati sekawanan semut yang hendak masuk ke sarangnya. Jangan sampai kalian menginjaknya.” Para

Aku Cinta Rasul: Nabi Sulaiman As, Penguasa Bangsa Hewan, Jin, dan Manusia (90) Read More »

Page 83 of 251
1 81 82 83 84 85 251
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Shopee Belanja Termudah, Terhemat dan Terlengkap (1)