- Tokoh perjuangan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
- Panglima Tentara dan Teritorium (T&T) IV Diponegoro.
- Wakil Staff Kepala Angkatan Darat.
- Ikut serta dalam pasukan Jepang pada Perang Pasifik.
- Dengan melihat potensinya, pemerintah Jepang mengangkatnya menjadi kepala Detasemen Polisi.
- Ketika pemerintah pendudukan Jepang membentuk PETA (Tentara Pembela Tanah Air), Gatot Subroto pun mendaftarkan diri.
- Di Banyumas, ia berhasil mengambil alih kekuasaan kepolisian dan sesudah itu ia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Karesidenan Banyumas.
- Bersama-sama dengan BKR (Badan Keamanan Rakyat), ia aktif berunding dengan komandan militer Jepang dalam usaha memperoleh senjata.
- Melahirkan gagasan untuk mendirikan sebuah akademi militer gabungan yang telah terwujud dalam bentuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).
- Selama berkarir di bidang militer, Gatot Subroto memiliki 17 bintang jasa dan setelah wafat pangkatnya dinaikkan menjadi jenderal anumerta.
Setamat pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Gatot Subroto tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi memilih menjadi pegawai.
Namun tak lama kemudian pada tahun 1923 memasuki sekolah militer het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) di Magelang.
Sempat menjadi sersan kelas II saat dikirim di Padang Panjang selama lima tahun, Gatot Subroto kemudian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan lanjutan, pendidikan masose.
Gatot Subroto dikenal sebagai tentara yang solider terhadap rakyat kecil meski tengah bekerja sebagai tentara kependudukan Belanda dan Jepang.
Ia dianggap contoh seorang pemimpin yang layak diapresiasi berkat jasa-jasanya.
Bergabung dengan KNIL membuat Gatot Subroto paham dan mengerti bagaimana seorang tentara harus bertindak.
Setelah Jepang menduduki Indonesia, serta merta Gatot Subroto pun mengikuti pendidikan Pembela Tanah Air (PETA), organisasi militer milik Jepang yang merekrut tentara pribumi untuk berperang, di Bogor.
Di sanalah karier Gatot Subroto mulai merangkak naik.
Selepas lulus dari pendidikan Peta, ia diangkat menjadi komandan kompi di Banyumas sebelum akhirnya ditunjuk menjadi komandan batalyon.
Setelah kemerdekaan, Gatot Subroto memilih masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan kariernya berlanjut hingga dipercaya menjadi Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya.

Sumber dan Kontributor
- direktoratk2krs.kemsos.go.id
- id.wikipedia.org
- Penyunting: elibrary.id



