002. Mengapa Hanna bernadzar mempersembahkan anaknya untuk rumah suci?
Bayangkan seorang wanita yang sudah lama mendambakan anak, namun tahun demi tahun berlalu tanpa kabar gembira. Itulah kondisi Hanna, istri Imran. Usianya terus bertambah, dan dalam tradisi Bani Israil, memiliki keturunan adalah berkah yang sangat dinanti-nantikan.
Suatu hari, ketika Hanna sedang berada di bawah pohon dan melihat seekor burung menyuapi anak-anaknya, hatinya tersentuh. Ia pun berdoa kepada Allah dengan penuh kesungguhan: “Ya Allah, jika Engkau memberiku anak, aku akan mempersembahkannya untuk berkhidmat di Baitul Maqdis, untuk beribadah dan melayani rumah-Mu.”
Nadzar (janji khusus kepada Allah) seperti ini bukan hal sembarangan. Dalam tradisi Bani Israil, anak yang dinadzarkan akan dibebaskan dari urusan duniawi dan sepenuhnya didedikasikan untuk beribadah di rumah suci. Mereka tidak menikah, tidak mencari harta, hanya fokus pada zikir dan ibadah.
Allah mengabulkan doa Hanna. Ia hamil di usia yang sudah tidak muda lagi—sebuah karunia yang luar biasa. Sepanjang kehamilannya, Hanna tetap memegang teguh nadzarnya. Dalam QS. Ali Imran ayat 35, Allah mengabadikan doanya: “Ingatlah ketika istri Imran berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau apa yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh (berkhidmat di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'”
Yang menarik dari doa ini adalah ketulusan hatinya. Hanna tidak meminta anaknya menjadi orang kaya, atau pemimpin, atau terkenal. Ia hanya ingin anaknya menjadi hamba Allah yang murni, yang hidupnya dipersembahkan untuk ibadah.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa nadzar Hanna ini menunjukkan tingginya iman dan kecintaannya kepada Allah. Ia rela melepaskan keinginan egois sebagai ibu untuk membesarkan anak di rumah, demi mengabdikan sang anak kepada Allah sejak dalam kandungan.
Inilah bukti bahwa Allah menyiapkan orang tua yang luar biasa untuk melahirkan anak yang luar biasa. Keikhlasan Hanna menjadi fondasi pertama dari mukjizat besar yang akan datang kemudian.



