Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
/
Kisah Lengkap Maryam Ibu Nabi Isa: Dari Kelahiran hingga Menjadi Wanita Terpilih Allah
/
Page 5
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam adalah contoh sempurna dari seorang 'abidah (wanita yang sangat rajin beribadah)

Kisah Lengkap Maryam Ibu Nabi Isa: Dari Kelahiran hingga Menjadi Wanita Terpilih Allah

Table of Contents

005. Seperti apa kehidupan Maryam di mihrab sejak kecil?

Mihrab yang disiapkan Zakariya untuk Maryam bukanlah tempat biasa. Ini adalah ruang khusus di dalam atau di sekitar Baitul Maqdis, tempat yang sunyi dan tenang, jauh dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Di sinilah Maryam menghabiskan hari-harinya sejak masih sangat kecil.

Bayangkan seorang gadis kecil yang tidak seperti anak-anak lainnya. Teman-temannya mungkin bermain di luar, tertawa bersama keluarga, atau belajar urusan rumah tangga. Tapi Maryam? Ia memilih—atau lebih tepatnya, dipilih—untuk hidup dalam kesunyian, dalam ketenangan, dalam kedekatan konstan dengan Allah.

Kehidupan Maryam di mihrab adalah kehidupan yang penuh dengan ibadah. Ia bangun di malam hari untuk shalat tahajjud, membaca Taurat dengan penuh khusyuk, berzikir menyebut nama Allah tanpa henti. Tidak ada distraksi duniawi yang menyibukkannya. Seluruh hidupnya terfokus pada satu hal: mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam adalah contoh sempurna dari seorang ‘abidah (wanita yang sangat rajin beribadah). Ia berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan menghabiskan waktunya dengan membaca dan merenungkan kitab suci. Tidak ada keluhan, tidak ada rasa bosan. Hatinya dipenuhi dengan cinta kepada Allah.

Yang membuat kehidupannya di mihrab semakin istimewa adalah perlindungan yang Allah berikan. Zakariya menempatkan Maryam di ruangan yang hanya bisa diakses dengan tangga atau pintu khusus, sehingga tidak sembarang orang bisa masuk. Ini bukan karena Zakariya tidak mempercayai orang lain, tapi karena ia ingin menjaga kesucian dan ketenangan Maryam dari segala gangguan.

Dalam kesunyian mihrab itulah, Maryam tumbuh menjadi gadis yang luar biasa. Tidak ada televisi, tidak ada gadget, tidak ada media sosial—hanya ia dan Tuhannya. Dan dalam kesederhanaan itu, ia menemukan kedamaian yang sempurna.

Para ulama menjelaskan bahwa kehidupan Maryam di mihrab adalah pelajaran bagi kita semua tentang bagaimana kualitas lebih penting daripada kuantitas dalam ibadah. Ia tidak hanya beribadah banyak, tapi beribadah dengan penuh kehadiran hati, dengan penuh kekhusyukan, dengan penuh cinta.

Ketika kita membayangkan gadis kecil yang tumbuh di ruang sempit itu, kita bisa merasakan betapa istimewanya persiapan Allah. Ia sedang membentuk seorang wanita yang kelak akan dipercaya untuk menjadi ibu dari salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah manusia—kelahiran seorang nabi tanpa ayah.


Pages ( 5 of 10 ): « Previous1 ... 34 5 67 ... 10Next »

Informasi Post

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026