Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
/
Kisah Lengkap Maryam Ibu Nabi Isa: Dari Kelahiran hingga Menjadi Wanita Terpilih Allah
/
Page 7
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam adalah contoh sempurna dari seorang 'abidah (wanita yang sangat rajin beribadah)

Kisah Lengkap Maryam Ibu Nabi Isa: Dari Kelahiran hingga Menjadi Wanita Terpilih Allah

Table of Contents

007. Bagaimana kesucian dan ketakwaan Maryam yang menjadi teladan?

Kesucian Maryam bukan hanya soal fisik—tidak pernah berbuat zina atau hal haram lainnya. Kesucian Maryam adalah kesucian yang menyeluruh: hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ia adalah manifestasi sempurna dari seorang hamba yang benar-benar menyerahkan diri kepada Allah.

Allah sendiri yang memberikan kesaksian tentang kesucian Maryam dalam Al-Quran. Dalam QS. At-Tahrim ayat 12, Allah berfirman: “Dan (ingatlah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.”

Perhatikan kata-kata “memelihara kehormatannya”—ini menunjukkan upaya aktif Maryam untuk menjaga dirinya dari segala yang bisa menodai kesuciannya. Ia tidak hanya menghindari yang haram, tapi juga menghindari yang syubhat (ragu-ragu), bahkan menjauhi hal-hal mubah yang bisa mengganggu fokusnya kepada Allah.

Ketakwaan Maryam terlihat dari cara ia merespons perintah Allah dengan segera. Ia “membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya”—artinya, apa pun yang Allah katakan, ia percaya sepenuh hati tanpa keraguan sedikitpun. Ketika malaikat memberitahukan bahwa ia akan hamil tanpa suami, meskipun awalnya terkejut, ia menerima dengan pasrah.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam adalah wanita yang sangat menjaga pandangan, lisan, dan anggota tubuhnya. Ia tidak berbincang dengan laki-laki yang bukan mahramnya, tidak keluar dari mihrab kecuali untuk keperluan mendesak, dan selalu menjaga auratnya dengan sempurna.

Para ulama salaf meriwayatkan bahwa Maryam sangat banyak menangis dalam shalatnya. Ia menangis karena takut kepada Allah, karena cinta kepada Allah, karena rindu untuk bertemu dengan Allah. Air matanya adalah air mata orang yang benar-benar memahami makna beribadah.

Yang membuat ketakwaan Maryam semakin istimewa adalah konsistensinya. Ia tidak hanya taat ketika ada yang melihat, tapi justru ketakwaannya paling tinggi ketika ia sendirian di mihrab, ketika tidak ada manusia yang tahu. Ini adalah tanda takwa yang sejati—takwa kepada Allah yang Maha Melihat, bukan takwa kepada pandangan manusia.

Allah memilih Maryam bukan tanpa alasan. Ia dipilih karena ia telah memilih Allah lebih dahulu. Ia menyerahkan seluruh hidupnya, waktu mudanya, kesenangan duniawinya, demi mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dan Allah membalas kesetiaan itu dengan kehormatan yang tidak diberikan kepada wanita manapun di dunia ini.

Dalam QS. Ali Imran ayat 42, Allah mengumumkan kehormatan tertinggi untuk Maryam: “Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan mengutamakan kamu atas segala wanita di seluruh alam.'”

Inilah Maryam—wanita terpilih, tersucikan, dan terutama dari semua wanita yang pernah dan akan ada. Kehormatannya bukan karena kecantikan fisik, bukan karena kekayaan atau keturunan saja, tapi karena kesucian hati dan ketakwaan yang luar biasa kepada Allah.


Pages ( 7 of 10 ): « Previous1 ... 56 7 8910Next »

Informasi Post

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026