Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
/
Kisah Lengkap Maryam Ibu Nabi Isa: Dari Kelahiran hingga Menjadi Wanita Terpilih Allah
/
Page 8
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam adalah contoh sempurna dari seorang 'abidah (wanita yang sangat rajin beribadah)

Kisah Lengkap Maryam Ibu Nabi Isa: Dari Kelahiran hingga Menjadi Wanita Terpilih Allah

Table of Contents

008. Bagaimana pandangan Bani Israil terhadap Maryam sebelum kelahiran Isa?

Sebelum peristiwa kelahiran Isa AS yang menggemparkan, Maryam adalah sosok yang sangat dihormati di kalangan Bani Israil. Semua orang tahu bahwa ia adalah anak dari keluarga Imran yang saleh, gadis yang dinadzarkan untuk beribadah, dan yang paling penting—ia hidup di bawah asuhan Nabi Zakariya AS.

Bani Israil melihat Maryam sebagai contoh sempurna dari seorang wanita salehah. Para ibu-ibu mengharapkan anak perempuan mereka bisa seperti Maryam. Para rabi dan ulama mereka memuji kesalehannya. Tidak ada satupun dari mereka yang bisa menemukan cacat atau cela dalam akhlak dan ibadah Maryam.

Ketika orang-orang mendengar bahwa Zakariya selalu menemukan makanan istimewa di sisi Maryam, kabar itu menyebar dan semakin menguatkan keyakinan mereka bahwa Maryam adalah wanita yang sangat dekat dengan Allah. Mereka tidak menganggapnya aneh atau menyimpang—justru mereka semakin mengagumi dan menghormatinya.

Dalam riwayat-riwayat tafsir disebutkan bahwa ketika Maryam sesekali keluar dari mihrab untuk keperluan tertentu, orang-orang Bani Israil sangat menjaga adab di hadapannya. Mereka menundukkan pandangan, berbicara dengan hormat, dan memperlakukannya dengan penghormatan layaknya kepada seorang pemuka agama.

Para wanita Bani Israil sering datang ke mihrab Maryam (meski tidak bisa masuk ke dalamnya) untuk meminta nasihat atau doa. Mereka percaya bahwa doa Maryam mustajab karena kedekatan hubungannya dengan Allah. Dan memang, banyak riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang meminta doa kepada Maryam, doanya sering terkabul.

Yang menarik, tidak ada satupun laki-laki yang berani mendekati Maryam dengan niat buruk. Bukan hanya karena ia dijaga oleh Zakariya dan sistem di Baitul Maqdis, tapi juga karena ada aura kesucian yang melingkupinya. Orang-orang merasakan bahwa Maryam adalah wanita yang berbeda, yang terlindungi secara spiritual.

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Maryam menjadi kebanggaan Bani Israil. Mereka sering berkata kepada bangsa lain: “Lihatlah, di antara kami ada seorang wanita yang begitu salehah hingga malaikat pun memberinya rezeki dari langit!” Ini adalah kebanggan spiritual yang sangat tinggi.

Namun, penghormatan ini juga menciptakan ekspektasi yang sangat tinggi. Semua orang mengharapkan Maryam untuk tetap dalam kesucian absolut, untuk tidak pernah melakukan kesalahan, untuk selalu menjadi contoh sempurna. Ekspektasi inilah yang kemudian membuat kejutan kelahiran Isa AS menjadi sangat mengejutkan dan kontroversial.

Pandangan positif Bani Israil terhadap Maryam sebelum kelahiran Isa menunjukkan bahwa Allah memang telah mempersiapkan reputasi yang baik untuk Maryam. Ketika mukjizat besar terjadi, meski banyak yang menuduh, ada juga yang percaya—karena mereka tahu persis bahwa Maryam bukan wanita yang mungkin berbuat dosa.


Pages ( 8 of 10 ): « Previous1 ... 67 8 910Next »

Informasi Post

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026